Connect with us

Didapuk Sebagai Penguji Seminar RAP Kualitas Pelayanan Publik, Fitra Harap Cetak Pemimpin yang Mampu Terapkan Inovasi dalam Pelayanan Publik

Published

on

Kitasulsel–Makassar Kepala Bidang Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (Humas) Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Fitra, didapuk sebagai salah satu penguji pada Seminar Rancangan Aksi Perubahan (RAP) Kualitas Pelayanan Publik, di Kampus I Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulsel, Rabu, 7 Agustus 2024.

Seminar tersebut merupakan bagian dari evaluasi bagi peserta (reformer) Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XVIII Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2024.

Seminar tersebut bertujuan untuk mengukur dan mengevaluasi pemahaman serta implementasi para peserta PKP terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemerintah. Para reformer seminar yang merupakan para Pejabat Eselon IV dari berbagai OPD lingkup Pemprov Sulsel tersebut akan mempresentasikan rancangan aksi perubahan yang telah mereka susun.

Pada seminar tersebut, Fitra didampingi oleh Dr. Sarifuddin selaku coach dan Nuzlia Qurniaty Syam, Hj. Erna Kumalaningrum, Muh. Faizal, Akhryanto, Devo Khaddafi, Ir. Taufiq, Ir. H. Suaib, Hj. Kurniati, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, serta Mukhlis selaku mentor untuk masing-masing reformer.

Dalam kapasitasnya sebagai penguji, Fitra memberikan penilaian dan masukan yang konstruktif kepada para reformer untuk memantapkan rencana aksi mereka.

“Seminar ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendorong peningkatan kapasitas aparatur negara serta memperkuat kualitas layanan kepada masyarakat,” ujar Fitra di sela-sela kegiatan.

Ia pun berharap seminar tersebut dapat menjadi wadah untuk bertukar ide dan solusi inovatif guna meningkatkan kinerja pelayanan publik di Sulsel.

“Dengan adanya seminar ini, kami berharap menjadi langkah mencetak pemimpin yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu menerapkan inovasi dalam pelayanan publik yang berdampak langsung pada masyarakat,” harapnya. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Munafri Tekankan Toleransi dan Harmoni di Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2026

Published

on

Kitasulsel–Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya menjaga toleransi dan merawat kebersamaan dalam keberagaman saat menghadiri pagelaran Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2026.

Kegiatan tersebut digelar di Jalan Sulawesi, tepatnya di perempatan Jalan Timor, Sabtu (28/2/2026) sore, dalam suasana penuh kehangatan dan semangat persaudaraan lintas etnis dan agama.

Munafri menyampaikan bahwa Festival Jappa Jokka Cap Go Meh bukan sekadar perayaan budaya, melainkan telah menjadi simbol kuat persatuan masyarakat Kota Makassar.

“Kegiatan ini telah menjadi ruang perjumpaan budaya yang mempererat persaudaraan lintas etnis, agama, dan tradisi di Kota Makassar,” ujar Munafri.

Menurutnya, penyelenggaraan festival tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan momentum Bulan Suci Ramadan. Perpaduan dua perayaan sarat makna tersebut dinilai menjadi gambaran nyata harmonisasi kehidupan masyarakat Makassar.

“Tahun ini, penyelenggaraan festival terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan momentum Bulan Suci Ramadan. Tema yang diangkat, ‘Harmony in Light’, menggambarkan perpaduan indah antara cahaya lampion Cap Go Meh dan cahaya spiritual Ramadan,” jelasnya.

Tema tersebut, lanjut Munafri, mengandung pesan mendalam bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan masyarakat dalam harmoni dan toleransi. Cahaya lampion dan cahaya spiritual Ramadan menjadi simbol bahwa keberagaman dapat berjalan beriringan dalam semangat saling menghormati.

Pria yang akrab disapa Appi itu menegaskan bahwa sejak dahulu Makassar dikenal sebagai kota yang terbuka dan menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman. Masyarakatnya hidup berdampingan dengan semangat saling menghormati, menghargai, dan menjaga satu sama lain.

“Nilai-nilai inilah yang terus kita pelihara agar kota ini tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri menyampaikan apresiasi kepada Permabudhi, seluruh panitia, relawan, serta masyarakat yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ia menilai festival ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM, seniman, dan pelaku industri kreatif di Kota Makassar.

Melalui Festival Jappa Jokka Cap Go Meh, Pemerintah Kota Makassar juga berupaya memperkuat citra Makassar sebagai kota wisata budaya yang kaya tradisi dan kearifan lokal.

Munafri berharap festival ini dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

“Momentum kebersamaan seperti ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keberagaman adalah anugerah. Dengan semangat persaudaraan dan gotong royong, kita dapat menjaga kedamaian serta membangun Kota Makassar menjadi kota yang maju, inklusif, dan harmonis,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending