Connect with us

Luwu Timur

Bupati Luwu Timur Tinjau Proyek Drainase Pasar Malili, Instruksikan Perbaikan Demi Estetika dan Kelancaran Akses

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, turun langsung meninjau progres pengerjaan drainase di kawasan Pasar Malili pada Sabtu (08/11/2025). Kehadiran orang nomor satu di daerah itu bertujuan memastikan pengerjaan proyek berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kualitas maupun estetika kawasan pasar.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Bupati Irwan memberikan sejumlah arahan tegas kepada pihak kontraktor dan konsultan proyek. Salah satu perhatian utamanya ialah posisi beton drainase yang tampak tidak sejajar dan kurang rapi.

“Kalau ada yang tidak lurus atau kurang rapi, lebih baik dibongkar dan diperbaiki kembali. Ini bukan sekadar soal fungsi, tapi juga estetika. Kita ingin kawasan Pasar Malili terlihat tertata dan nyaman,” ujar Bupati.

BACA JUGA  Bandung Jadi Tujuan Ketiga, Luwu Timur Pelajari Cara Membakar Sampah Tanpa Polusi

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kebersihan selama proses pengerjaan. Timbunan material yang tersisa dari galian diminta untuk segera diangkut dan tidak dibiarkan mengganggu aktivitas warga.

“Timbunan material jangan dibiarkan berserakan. Segera bersihkan agar tidak mengganggu pengguna jalan dan aktivitas pasar,” tambahnya.

Pedagang Diingatkan untuk Tidak Berjualan di Bahu Jalan

Selain menyoroti teknis pengerjaan, Bupati Irwan juga memberikan instruksi terkait penataan pedagang di sekitar lokasi proyek. Ia meminta seluruh pedagang mematuhi aturan dan tidak menggunakan bahu jalan sebagai tempat berjualan setelah struktur drainase rampung terpasang.

“Pastikan nanti tidak ada lagi pedagang yang berjualan di bahu jalan. Semua aktivitas jual beli harus dilakukan di area pasar. Ini penting untuk ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” tegasnya.

BACA JUGA  Pemkab Lutim dan Unhas Bahas Model Kerjasama Strategis di Bidang Riset dan Pengabdian

Proyek Sudah Capai 45 Persen

Sementara itu, Konsultan Proyek, Abrar, menjelaskan bahwa pengerjaan drainase di kawasan Pasar Malili telah mencapai 45 persen dalam kurun waktu dua bulan. Ia optimistis target penyelesaian pada bulan Desember dapat tercapai.

“Progresnya sudah 45 persen dalam tiga bulan pengerjaan. Secara umum pekerjaan berjalan baik, dan kami menargetkan proyek ini rampung pada Desember mendatang,” ungkap Abrar.

Didampingi Sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Irwan turut didampingi sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, antara lain Kabag Prokopim Setdakab Luwu Timur, Agus Thobarani; Plt. Kadis Kominfo, Muhammad Safaat; Kadis Lingkungan Hidup, Muhammad Yusri; Kadis PUPR, Ir. H. Syahmuddin; serta Kadis Koperindag UKMP, Senfry Oktavianus.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Lantik Pejabat Administrator, Pengawas, dan Fungsional: Tegaskan Pentingnya Tanggung Jawab dan Pelayanan Publik

Keberadaan para pejabat ini menunjukkan bahwa penanganan dan penataan Pasar Malili menjadi perhatian lintas perangkat daerah, terutama dalam upaya menciptakan ruang publik yang nyaman, tertata, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Proyek drainase ini diharapkan dapat mengurangi genangan saat musim hujan, meningkatkan kenyamanan pengunjung, serta mendukung terciptanya kawasan pasar yang lebih modern dan tertib.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Sekda Lutim Buka Pertemuan Penilaian Tingkat Kematangan Perangkat Daerah

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Sidak Tiga Lokasi, Bupati Irwan Tekankan Kedisiplinan, Kebersihan serta Perbaikan Fasilitas

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Bandung Jadi Tujuan Ketiga, Luwu Timur Pelajari Cara Membakar Sampah Tanpa Polusi

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending