Connect with us

Luwu Timur

Warga Tumpah Ruah Ikuti Sabtu Sehat Juara di Tomoni: Olahraga, Cek Kesehatan, hingga UMKM Ramaikan Lapangan Kecamatan

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Lapangan Kecamatan Tomoni dipenuhi suasana semangat dan kebersamaan pada Sabtu pagi (8/11/2025). Ratusan warga dari berbagai kalangan tumpah ruah mengikuti kegiatan Sabtu Sehat Juara (SSJ), program rutin Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang semakin diminati masyarakat.

Sejak pagi, masyarakat sudah berdatangan membawa keluarga, sahabat, hingga komunitas masing-masing. Anak-anak, pelajar, orang tua, hingga para pelaku UMKM terlihat memadati area lapangan yang menjadi pusat kegiatan.

Dimulai Jalan Sehat, Dilanjutkan Senam Massal

Kegiatan SSJ dimulai dengan jalan sehat mengelilingi kawasan Tomoni. Antusias warga terlihat dari barisan panjang peserta yang berjalan santai sambil bercengkerama.

Usai jalan sehat, acara dilanjutkan dengan senam massal yang menghadirkan peserta dari SMP Negeri 1 Tomoni dan Pramuka SMA Negeri 8 Luwu Timur. Musik energik membuat suasana pagi semakin meriah, sementara peserta mengikuti gerakan instruktur dengan penuh semangat.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Gandeng Unhas Perkuat Reformasi Pelayanan Publik melalui Bimtek Manajemen Pelayanan

“Seru sekali. Anak-anak sekolah juga ikut menyemarakkan, jadi tambah ramai,” ucap salah satu warga yang mengikuti senam.

Pemeriksaan Gula Darah Gratis, Upaya Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular

Tak hanya berolahraga, SSJ kali ini juga menghadirkan layanan pemeriksaan gula darah gratis yang disediakan oleh tim medis Puskesmas Tomoni. Warga tampak antusias antre untuk memeriksa kondisi kesehatan mereka.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini penyakit tidak menular seperti diabetes.

Camat Tomoni Apresiasi Antusiasme Warga

Camat Tomoni, Jumardin, menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan kesadaran masyarakat yang terus meningkat terhadap pentingnya kesehatan.

“Program ini memberikan dampak positif. Sekarang hidup sehat sudah menjadi kebiasaan. Setiap hari, kita bisa lihat warga berolahraga,” ujarnya bangga.

BACA JUGA  Luwu Timur Borong Dua Penghargaan Bergengsi dari Bank Indonesia, Tegaskan Komitmen Digitalisasi Daerah

Ia menegaskan bahwa pemerintah kecamatan akan terus mendukung kegiatan seperti SSJ karena terbukti memberi pengaruh baik terhadap kesehatan dan gaya hidup masyarakat.

UMKM Lokal Ikut Tumbuh Bersama SSJ

Selain fokus pada olahraga dan kesehatan, SSJ juga menjadi ajang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sejumlah lapak UMKM lokal ikut hadir meramaikan kegiatan, menjajakan berbagai produk mulai dari makanan ringan, minuman segar, hingga olahan rumahan.

Salah satu pelaku UMKM, Wahyuni, merasakan langsung manfaat dari kegiatan tersebut.

“Biasanya saya jualan di rumah, tapi sejak ikut Sabtu Sehat Juara, dagangan saya makin dikenal dan ramai pembeli. Kegiatan seperti ini sangat membantu,” tuturnya sambil tersenyum.

Keberadaan lapak UMKM membuat suasana semakin hidup, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas.

BACA JUGA  Bupati Irwan Sampaikan Pidatonya pada Rapat Paripurna DPRD Lutim

Wadah Kebersamaan dan Gaya Hidup Sehat

Melalui kegiatan Sabtu Sehat Juara, Pemerintah Kecamatan Tomoni berharap dapat terus menumbuhkan semangat hidup sehat di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi lokal.

“SSJ ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga kebersamaan dan pemberdayaan ekonomi. Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk aktif, sehat, dan produktif,” tambah Jumardin.

Dengan antusiasme yang terus meningkat setiap pekan, SSJ menjadi bukti bahwa budaya hidup sehat kini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Tomoni dan sekitarnya. Program ini diperkirakan akan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi wilayah lainnya di Luwu Timur.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Crash Saat Kualifikasi, Bupati Irwan dan Istri Jenguk Badly di RSUD NTB

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Wabup Puspawati Sampaikan Jawaban Atas Pemandangan Fraksi Ranperda APBD 2024

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Luwu Timur Borong Dua Penghargaan Bergengsi dari Bank Indonesia, Tegaskan Komitmen Digitalisasi Daerah

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending