Luwu Timur
20 Pegawai Muslim Luwu Timur Diberangkatkan Umroh, Apresiasi Bupati atas Konsistensi Shalat Berjamaah
Kitasulsel–LUWUTIMUR Sebanyak 20 pegawai muslim di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang terdiri atas Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), serta kepala desa, akan diberangkatkan menuju Tanah Suci Mekkah untuk melaksanakan ibadah umroh.
Keberangkatan dijadwalkan pada 10 Desember 2025 dan para jamaah akan menjalani rangkaian ibadah umroh selama dua pekan hingga 24 Desember 2025.
Para pegawai penerima hadiah umroh tersebut dilepas secara resmi oleh Bupati Luwu Timur, Ir. H. Irwan Bachri Syam, di Masjid Amirul Mukminin, Senin, (01/12/2025).
Program umroh ini merupakan bentuk apresiasi khusus dari Bupati Irwan kepada para pegawai laki-laki dan kepala desa di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang dinilai konsisten melaksanakan shalat berjamaah di masjid secara berkelanjutan.
Program tersebut sejalan dengan Surat Edaran (SE) Nomor 400.8/0144/KESRA Tahun 2025, yang menjadi surat edaran pertama yang dikeluarkan Bupati Irwan pada awal masa jabatannya sebagai Bupati Luwu Timur periode 2025–2030.
Dalam sambutannya, Bupati Irwan mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, serta menitipkan harapan besar kepada para calon jamaah umroh agar mendoakan yang terbaik bagi daerah Luwu Timur di tempat-tempat mustajab.
“Saya mewakili seluruh pegawai dan masyarakat menitipkan doa dan harapan kepada jamaah calon umroh agar kami semua juga dapat dipanggil beribadah di Baitullah. Saya juga menitipkan doa agar pemerintahan di Luwu Timur dapat berjalan baik, lancar, amanah, dan tentunya membawa kesejahteraan bagi masyarakat Luwu Timur,” ujar Bupati Irwan yang akrab disapa Bupati Ibas.
Usai memberikan arahan, Bupati Ibas secara simbolis memasangkan syal kepada para jamaah calon umroh. Selain itu, ia juga menyerahkan dua buah koper beserta pakaian ihram yang disponsori oleh Fajar Tours and Travel, sebagai tanda resmi pelepasan jamaah menuju Tanah Suci Makkah dan Madinah.
Program ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pegawai dan aparat pemerintahan di Kabupaten Luwu Timur untuk terus meningkatkan kedisiplinan, keimanan, serta pelayanan kepada masyarakat.
Luwu Timur
Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban
KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.
Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.
Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.
“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).
Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.
Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.
Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.
“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.
Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.
-
Nasional12 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login