Connect with us

NEWS

Bukber HUT Rusdi Masse Jadi Ajang Silaturahmi Elite Sulsel, Jejaring Politik Tampak Solid

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP – Buka puasa bersama dalam rangka HUT ke-53 Rusdi Masse Mappasessu di Lapangan RMS, Rappang, Selasa (3/3/2026), menjadi ajang silaturahmi besar para kepala daerah dan legislator Sulawesi Selatan. Menjadi cermin bagaimana kuatnya jejaring politik Rusdi Masse di Sulsel.

Ribuan warga memadati lokasi acara. Rusdi Masse hadir didampingi sang istri, Fatmawati Rusdi, yang menjabat Wakil Gubernur Sulawesi Selatan.

Sejumlah kepala daerah terlihat hadir memberikan ucapan selamat, di antaranya Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Sidrap Nur Kanaah, Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga, Wali Kota Parepare Tasming Hamid, Bupati Wajo Andi Rosman, Wakil Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid serta Wakil Bupati Enrekang Andi Liwang La Tinro.

BACA JUGA  Menag Nasaruddin Umar: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak

Selain kepala daerah, anggota DPRD dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan juga terpantau hadir. Legislator lintas partai tampak berbaur bersama masyarakat, menjadikan momentum ini sebagai ruang silaturahmi yang cair dan inklusif.

Dalam sambutannya, Rusdi Masse (RMS) menyampaikan rasa syukur atas usia yang kini genap 53 tahun. Ia juga menyampaikan optimisme terhadap kemajuan Sidrap, Enrekang, dan Pinrang ke depan.

“Usia 53 tahun adalah perjalanan panjang. Saya memilih berhenti menjadi anggota DPR karena sudah yakin tiga kabupaten ini—Sidrap, Enrekang, dan Pinrang—insyaallah akan terus membawa kemajuan. Doakan saya sehat-sehat dan sukses di tempat saya yang baru,” ujarnya.

Rusdi Masse menyebut ketiga daerah tersebut sebagai basis dukungan terbesarnya. Ia pun menaruh harapan besar terhadap keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Meski mengakui adanya tantangan, khususnya terkait penganggaran di Enrekang, ia tetap optimistis setiap persoalan dapat dihadapi bersama.

BACA JUGA  Pemerintah Berencana Bangun Hunian Apartemen Kategori Rumah Subsidi

“Tidak ada ujian yang diberikan jika kita tidak mampu menghadapinya,” tambahnya.

Rusdi Masse diketahui merupakan Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) selama dua periode sebelum melanjutkan pengabdian sebagai anggota DPR RI selama dua periode. Ia kemudian memilih mundur dari kursi parlemen dan bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Rekam jejak tersebut menempatkannya sebagai salah satu figur sentral dalam dinamika politik Sulawesi Selatan, dengan jejaring yang kuat di tingkat daerah maupun nasional.

Acara buka puasa ini turut dirangkaikan dengan pembagian paket sembako kepada masyarakat. Usai kegiatan di Sidrap, Rusdi Masse dijadwalkan melanjutkan agenda silaturahmi Ramadan di sejumlah daerah lainnya di Sulawesi Selatan. (*)

BACA JUGA  Pengamat: Syaharuddin Alrif adalah “Roh” NasDem Sulsel yang Sesungguhnya
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Wamenag: Zona Integritas Harus Lahir dari Kejujuran, Bukan Sekadar Mengejar Predikat WBK dan WBBM

Published

on

Kitasulsel–SEMARANG Wakil Menteri Agama menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas di lingkungan Kementerian Agama tidak boleh dimaknai sekadar sebagai upaya meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) maupun Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Menurutnya, yang terpenting adalah menumbuhkan budaya kejujuran, tanggung jawab, dan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Pesan tersebut disampaikan Wamenag saat memberikan Penguatan Kapasitas dan Integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang, Jumat (3/7/2026).

Menurut Muhammad Syaf’i, ketika setiap pekerjaan diniatkan sebagai bentuk ibadah, maka nilai-nilai integritas akan tumbuh secara alami dan berdampak pada meningkatnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Ini harus memicu semangat agar ke depan kita bisa meraih WBK dan WBBM lebih banyak lagi di lingkungan Satuan Kerja Kemenag RI,” ujarnya.

BACA JUGA  Iuran BPJS Kesehatan Diisukan Naik, Menkes: Masih Dibicarakan, Belum Diputuskan

Wamenag menekankan bahwa penguatan integritas, moral, dan etika ASN Kementerian Agama harus terus menjadi perhatian dalam menghadirkan pelayanan publik keagamaan yang profesional, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pelayanan publik terus berkembang sehingga ASN dituntut untuk meningkatkan kapasitas diri, berpikir inovatif, dan mampu melahirkan berbagai terobosan yang membawa kemajuan bagi institusi.

“Saya pikir terobosan-terobosan untuk kebaikan Kemenag harus muncul dari BDK. Saya merasa terhormat bisa hadir di tengah rekan-rekan yang akan menentukan kualitas pengabdian ASN di masa yang akan datang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama, , mengatakan seluruh Balai Diklat Keagamaan sebagai unit pelaksana teknis BMBPSDM terus berupaya meningkatkan kompetensi ASN melalui berbagai program pelatihan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

BACA JUGA  Kakanwil Kemenhaj Sulsel: Pemberangkatan 1.000 Jamaah Umrah dalam Dua Pekan adalah Sejarah

Menurutnya, BDK Semarang memiliki cakupan wilayah kerja yang meliputi Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan jumlah ASN binaan sekitar 40 ribu orang.

“Pengembangan kompetensi ASN di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta merupakan tanggung jawab BMBPSDM, khususnya BDK Semarang, untuk memastikan seluruh ASN dapat meningkatkan kapasitasnya sesuai ketentuan yang mewajibkan setiap ASN mengikuti sedikitnya 20 jam pelajaran pelatihan setiap tahun,” jelasnya.

Penguatan kapasitas dan integritas ASN tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik, sekaligus mendorong semakin banyak satuan kerja meraih predikat WBK dan WBBM melalui budaya kerja yang berlandaskan integritas.

BACA JUGA  4 Figur Perebutkan Posisi Calon Ketua Serikat Media Siber SMSI Sulsel
Continue Reading

Trending