Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Pendekatan Humanis Redam Ketegangan, Aparat Kawal Land Clearing PSN di Lampia

Published

on

Kitasulsel—Luwu Timur — Suasana di kawasan Lampia, Kecamatan Malili, Rabu (29/4/2026), sempat memanas saat kegiatan pembersihan lahan (land clearing) proyek strategis nasional (PSN) mulai dilakukan. Namun di tengah ketegangan itu, aparat gabungan menunjukkan pendekatan yang lebih humanis demi menjaga situasi tetap terkendali.

Sejak pagi, personel dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Luwu Timur bersama TNI dan Polri telah bersiaga di lokasi. Pengamanan dipimpin langsung oleh Kasat Satpol-PP, dengan fokus memastikan kegiatan berjalan aman sekaligus mengantisipasi potensi konflik di lapangan.

Ketegangan tak terhindarkan ketika sejumlah warga menyampaikan penolakan terhadap aktivitas tersebut. Mereka mencoba menghalangi masuknya dua unit alat berat excavator yang hendak melakukan pembersihan lahan. Aksi saling dorong antara warga dan aparat pun sempat terjadi, mencerminkan kuatnya emosi dan kekhawatiran masyarakat terhadap perubahan yang berlangsung.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Gelar Pelatihan Anyaman Teduhu, Dorong Industri Kreatif Berbasis Budaya Lokal

Di tengah situasi yang memanas, aparat tidak memilih langkah represif. Sebaliknya, pendekatan persuasif dan dialogis langsung dikedepankan. Petugas berupaya menenangkan warga, membuka ruang komunikasi, serta mendengarkan aspirasi yang disampaikan di lokasi kejadian.

Pendekatan ini perlahan membuahkan hasil. Ketegangan yang sempat meninggi berhasil diredam, dan suasana kembali kondusif. Warga mulai memberikan ruang, sementara aparat tetap siaga memastikan tidak terjadi eskalasi lanjutan.

Setelah kondisi terkendali, alat berat akhirnya dapat beroperasi dan proses land clearing pun berjalan dengan pengamanan ketat dari aparat gabungan.

Kehadiran Satpol-PP, TNI, dan Polri dalam kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai pengamanan, tetapi juga menjadi jembatan antara kepentingan pembangunan dan suara masyarakat. Di lapangan, mereka berupaya menjaga keseimbangan—antara memastikan proyek strategis tetap berjalan dan merawat stabilitas sosial dengan pendekatan yang lebih manusiawi.

BACA JUGA  Luwu Timur Mantapkan Diri Jadi Poros Otomotif Sulsel, Bupati Cup II Kejurprov IMI Sulsel 2026 Resmi Digelar

Peristiwa ini menjadi potret bahwa di tengah dinamika pembangunan, ruang dialog tetap menjadi kunci. Ketegangan mungkin tak selalu terhindarkan, namun cara meresponsnya akan menentukan arah hubungan antara negara dan masyarakat di masa depan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending