Connect with us

POLITIK

Survei IPO: Gerindra Pimpin Elektabilitas Parpol, PDIP dan Golkar Membayangi

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Peta persaingan partai politik nasional menunjukkan perubahan. Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) mencatat Partai Gerindra berada di posisi teratas dalam elektabilitas jika pemilihan anggota DPR RI digelar saat ini.

Gerindra memperoleh tingkat keterpilihan sebesar 17,5 persen, unggul cukup jauh dari PDI Perjuangan (PDIP) yang berada di urutan kedua dengan 12,8 persen.

Di posisi berikutnya, Partai Golkar mengantongi 10,4 persen, disusul Partai Demokrat dengan 8,1 persen.

Sementara itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berada di peringkat kelima dengan elektabilitas 7 persen. Berikutnya PAN sebesar 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan Partai NasDem 4,4 persen.

Persaingan partai di luar papan atas masih terlihat ketat, meski tingkat dukungannya relatif rendah. PSI tercatat memperoleh 1,9 persen, PPP 1,6 persen, Perindo 0,9 persen, Partai Gerakan Rakyat 0,5 persen, Gelora 0,4 persen, dan Hanura 0,2 persen.

BACA JUGA  1.885.070 Warga Sulsel Golput, Partisipasi Pemilih Capai 71,4 Persen

Adapun Partai Ummat, Partai Buruh, PKN, serta Partai Garuda belum mencatat dukungan yang terukur dalam survei tersebut.

Yang menarik, jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan masih cukup besar. Sebanyak 24,6 persen responden menyatakan belum memilih atau memilih merahasiakan pilihannya.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan, posisi Gerindra sebagai partai dengan elektabilitas tertinggi berkaitan erat dengan statusnya sebagai partai pengusung Presiden Prabowo Subianto.

“Gerindra masih menjadi pilihan mayoritas masyarakat. Meskipun dibandingkan periode survei sebelumnya terjadi penurunan, itu tetap menempatkan Gerindra sebagai parpol dengan elektabilitas tertinggi saat ini,” kata Dedi.

Menurutnya, hasil survei tersebut memperlihatkan adanya perubahan preferensi politik masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.

PDIP yang sebelumnya kerap menempati posisi dominan dalam berbagai survei nasional kini menghadapi persaingan yang lebih kuat dari Gerindra.

Dedi menilai posisi Gerindra sebagai kekuatan utama pemerintahan memberikan keuntungan elektoral tersendiri.

BACA JUGA  Survei IPO: Prabowo Masih Teratas, Dedi Mulyadi Membayangi Ketat

“Tentu dimaklumi sebagai parpol penguasa, Gerindra cenderung mampu mengambil alih porsi pemilih yang sebelumnya dikuasai PDIP,” ujarnya.

Ia menambahkan, posisi Gerindra masih berpotensi menguat apabila tingkat penerimaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo terus meningkat.

“Jika kebijakan Presiden ke depan kian diterima publik, bukan tidak mungkin elektabilitas Gerindra semakin kuat di posisi puncak,” kata Dedi.

Meski Gerindra memimpin, IPO menilai hasil tersebut belum menggambarkan peta politik yang final. Besarnya kelompok pemilih yang belum menentukan pilihan menjadi ruang perebutan dukungan bagi seluruh partai.

Dengan 24,6 persen responden masih belum menentukan sikap, persaingan elektabilitas partai politik dinilai masih sangat terbuka. Perubahan preferensi publik terhadap kinerja pemerintah, isu nasional, maupun strategi masing-masing partai dapat memengaruhi peta dukungan ke depan.

Metodologi Survei IPO

BACA JUGA  Munafri Arifuddin Secara Resmi Umumkan Nama dan Tugas Tim Transisi

Survei nasional IPO dilaksanakan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden.

Survei menggunakan tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling.

Responden merupakan warga berusia minimal 17 tahun atau telah menikah, dengan komposisi responden laki-laki dan perempuan masing-masing 50 persen.

Proses pengambilan sampel dilakukan secara bertahap, dimulai dari pemilihan kelurahan atau desa. Selanjutnya, lima RT dipilih secara acak pada setiap wilayah terpilih.

Dari setiap RT kemudian dipilih dua keluarga atau rumah tangga. Satu responden dari masing-masing keluarga ditentukan menggunakan lembar acak (random sheet).

Hasil survei tersebut menunjukkan kontestasi politik nasional masih jauh dari kata final. Gerindra memang berada di puncak, tetapi tingginya angka pemilih yang belum menentukan pilihan membuka peluang perubahan peta elektabilitas dalam survei-survei berikutnya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending