Connect with us

POLITIK

Indonesia Dipercaya Jadi Tuan Rumah ISC ke-3 2027, Sultan: Momentum Perkuat Diplomasi Parlemen

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA — Indonesia resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Inter-Parliamentary Speakers’ Conference (ISC) ke-3 yang akan digelar pada 2027. Penetapan tersebut disepakati secara aklamasi dalam pertemuan pimpinan parlemen negara-negara peserta ISC ke-2 di Phnom Penh, Kamboja.

Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyambut keputusan tersebut sebagai bentuk kepercayaan komunitas parlemen internasional terhadap Indonesia.

Sultan mengatakan, hasil penetapan itu dalam waktu dekat akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia juga akan menyampaikan keputusan tersebut kepada Ketua MPR RI dan Ketua DPR RI.

Menurut Sultan, kepercayaan menjadi tuan rumah ISC ke-3 tidak hanya ditujukan kepada DPD RI, tetapi juga kepada parlemen Indonesia secara keseluruhan.

“Penunjukan Indonesia ini sekaligus membangun dan memperkuat kepercayaan dunia internasional terhadap parlemen Indonesia,” ujar Sultan dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).

BACA JUGA  Puan Buka Masa Persidangan I DPR 2026-2027, 463 Anggota Hadir

Ia berharap penyelenggaraan ISC di Indonesia dapat menjadi momentum untuk menunjukkan kapasitas parlemen nasional dalam mengambil bagian pada berbagai isu internasional.

“Kita ingin membawa kepercayaan terhadap parlemen Indonesia ke tingkat dunia, menunjukkan bahwa parlemen Indonesia mampu menjadi bagian penting dalam membangun dialog, kerja sama, perdamaian, dan solusi atas berbagai persoalan global,” katanya.

Peluang Perkuat Diplomasi Parlemen

Sultan menilai penetapan Indonesia sebagai tuan rumah ISC ke-3 merupakan capaian penting dalam diplomasi parlemen. Menurutnya, keputusan tersebut sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk memainkan peran yang lebih besar dalam membangun komunikasi dan kerja sama antarparlemen.

Ia menyebut posisi sebagai tuan rumah membawa kehormatan sekaligus tanggung jawab. Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan forum tersebut untuk mendorong agenda perdamaian, kepatuhan terhadap hukum internasional, peningkatan kesejahteraan, serta pembangunan berkelanjutan.

BACA JUGA  PAN Belum Tentukan Sikap soal PPHN, Tunggu Kajian Badan Pengkajian MPR

“Kepercayaan untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah ISC ke-3 tentu merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab,” ucapnya.

Sultan menambahkan, kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis di tengah komunitas parlemen dunia.

“Ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi dan kepercayaan di tengah komunitas parlemen dunia untuk ikut mengambil peran dalam memperkuat perdamaian, kepatuhan terhadap hukum internasional, kesejahteraan, dan keberlanjutan,” sambungnya.

Jadi Ruang Dialog Persoalan Global

Lebih jauh, Sultan mengatakan ISC ke-3 di Indonesia nantinya diharapkan tidak berhenti sebagai agenda diplomasi antarparlemen. Forum tersebut juga dapat menjadi ruang untuk mempertemukan beragam pandangan negara-negara peserta dalam mencari solusi terhadap persoalan global.

Ia menilai tantangan dunia yang semakin kompleks membutuhkan ruang dialog yang lebih luas dan terbuka.

BACA JUGA  HUT ke-81 RI, Sejumlah Menteri Rayakan Kemerdekaan dari Luar Jakarta

“Dunia hari ini membutuhkan lebih banyak ruang dialog dan kerja sama. Parlemen memiliki peran penting untuk memastikan aspirasi masyarakat, kepentingan perdamaian, keadilan, dan keberlanjutan dapat menjadi bagian dari agenda bersama,” tutur Sultan.

Ia menegaskan Indonesia siap menjadi tuan rumah sekaligus menjadi ruang pertemuan bagi parlemen dunia untuk membangun kesepahaman dan kerja sama.

“Indonesia siap menjadi rumah bagi dialog tersebut,” pungkasnya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending