POLITIK
“Saya Sekarang Resmi Ber-KTP Makassar”, Adnan Purichta Tinggalkan Gowa , Kalimat Multitafsir di Tengah Dinamika Politik?
KITASULSEL — MAKASSAR — Setelah 19 tahun menjadi warga Kabupaten Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengungkapkan bahwa dirinya kini telah ber-KTP Makassar. Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan media sosial pribadinya saat membagikan momen menghadiri Malam Pesta Rakyat di Tidung Mariolo.
“Setelah 19 tahun menjadi warga Kabupaten Gowa, mulai tahun ini saya sudah ber-KTP masyarakat Makassar,” tulis Adnan.
Dalam unggahan tersebut, Adnan mengatakan untuk pertama kalinya ia menghadiri pesta rakyat sebagai warga Tidung Mariolo. Ia memenuhi undangan para tetangga yang merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia juga menyampaikan harapan agar silaturahmi dan hubungan emosional dengan warga di lingkungan barunya terus terjaga dan semakin kuat.
“Semoga silaturahmi dan hubungan emosional yang telah terjalin dengan baik ini, dapat terus ditingkatkan ke depan. Sehingga dapat kompak selalu sesama warga dalam bingkai kekeluargaan,” tulisnya.
Pernyataan mengenai perubahan domisili tersebut kemudian menarik perhatian karena Adnan selama hampir dua dekade dikenal sebagai figur yang sangat lekat dengan Kabupaten Gowa. Ia bahkan pernah memimpin daerah tersebut selama dua periode.
Di tengah dinamika politik Sulawesi Selatan, keputusan seorang figur politik seperti Adnan untuk berpindah domisili ke Makassar tentu mudah memunculkan berbagai tafsir. Apalagi, Makassar menjadi salah satu pusat penting aktivitas politik dan pemerintahan di Sulawesi Selatan.
Namun, Adnan tidak mengaitkan perpindahan domisilinya dengan agenda politik tertentu. Dalam unggahannya, ia hanya berbicara mengenai kehidupan sebagai warga baru, hubungan dengan tetangga serta pentingnya menjaga kekompakan dalam suasana kekeluargaan.
Karena itu, makna lebih jauh dari pernyataan tersebut masih belum terjawab. Apakah benar-benar sebatas perubahan tempat tinggal dan administrasi kependudukan, atau ada langkah lain yang belum diungkap?
Untuk saat ini, Adnan belum memberikan penjelasan mengenai hal tersebut. Satu kalimat tentang KTP Makassar itu pun akhirnya menyisakan tanda tanya di tengah dinamika politik Sulawesi Selatan.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login