PDAM Makassar
Air PDAM Tak Mengalir, Sekalinya Mengalir Dikeluhkan Bau Tak Sedap, Warga Makassar Utara Mulai Resah
KITASULSEL — MAKASSAR — Warga di sejumlah kawasan Makassar Utara mulai resah menghadapi persoalan air bersih yang tak kunjung stabil. Air PDAM disebut kerap tidak mengalir, sementara ketika kembali mengalir, warga mengeluhkan kondisi air yang keruh dan mengeluarkan bau tak sedap.
Keluhan datang dari berbagai lapisan masyarakat. Persoalan ini bahkan mulai dirasakan pelaku UMKM kuliner, yang aktivitas usahanya sangat bergantung pada ketersediaan air bersih setiap hari.
Bagi pembuat kue dan pelaku usaha makanan, air dibutuhkan mulai dari menyiapkan bahan, membuat adonan, mencuci peralatan hingga menjaga kebersihan selama proses produksi. Ketika air tidak mengalir, pekerjaan terpaksa tertunda atau mereka harus mencari sumber air lain.
Kondisi semakin menyulitkan ketika air kembali tersedia tetapi kualitasnya dikeluhkan tidak seperti yang diharapkan. Sejumlah pelaku UMKM mengaku harus berpikir dua kali menggunakan air tersebut untuk kebutuhan produksi makanan karena adanya bau yang tidak sedap.
Bagi usaha kecil yang mengandalkan produksi harian, gangguan air dapat berpengaruh langsung terhadap aktivitas dan pemasukan. Pesanan bisa tertunda, sementara biaya tambahan muncul ketika mereka harus membeli atau mencari air dari sumber lain.
Keluhan serupa juga dirasakan warga untuk kebutuhan rumah tangga. Sebagian memilih menampung air ketika aliran kembali tersedia, sedangkan lainnya terpaksa mencari alternatif agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.
Persoalan distribusi air di sejumlah wilayah Makassar sebelumnya juga dikaitkan dengan kondisi jaringan serta ketersediaan air baku. PDAM Makassar telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga pasokan, termasuk penambahan suplai, pengoperasian pompa dan distribusi air melalui mobil tangki di wilayah terdampak.
Namun, keresahan warga kini bukan hanya mengenai kapan air kembali mengalir, tetapi juga kualitas air yang mereka terima. Terlebih bagi pelaku UMKM kuliner, ketersediaan air bersih berkaitan langsung dengan proses produksi dan kebersihan makanan.
Warga berharap persoalan ini segera mendapat penanganan yang jelas. Mereka juga berharap Wali Kota Makassar kembali turun langsung ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan melihat kondisi yang mereka hadapi secara langsung, termasuk keluhan mengenai distribusi dan kualitas air.
Bagi warga, kunjungan langsung pemerintah diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai kondisi di lapangan sekaligus mendorong penyelesaian persoalan yang selama ini mereka keluhkan.
Sebab bagi warga Makassar Utara, persoalannya sederhana: ketika keran dibuka, mereka ingin air mengalir—dan ketika mengalir, air tersebut harus layak digunakan.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login