Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Ibas Imbau Warga Waspadai Bahaya Kebakaran di Tengah Musim Kemarau

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR — Bupati Luwu Timur, Ir. H. Irwan Bachri Syam, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan lingkungan di tengah kondisi cuaca ekstrem dan musim kemarau.

Imbauan tersebut disampaikan Bupati Ibas menyusul adanya proses pemadaman kebakaran lahan gambut di wilayah Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.

Menurutnya, kondisi cuaca yang panas dan kering membuat material yang mudah terbakar menjadi lebih cepat tersulut. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di sekitar kawasan lahan gambut.

“Kita harus lebih waspada. Di tengah kondisi cuaca ekstrem dan musim kemarau seperti sekarang, api sangat mudah membesar dan menyebar. Jangan sampai kelalaian kecil justru menjadi musibah besar bagi kita semua,” pesan Bupati Ibas.

BACA JUGA  DISPKP Luwu Timur Gelar Rakor Percepatan Target Tanam 2026

Ia secara khusus mengingatkan masyarakat yang hendak membakar sampah agar tidak melakukannya di sekitar lahan gambut maupun area yang memiliki banyak material kering dan mudah terbakar.

Jika pembakaran sampah memang tidak dapat dihindari, masyarakat diminta memastikan prosesnya berada di tempat yang aman, selalu diawasi dan benar-benar dipastikan padam sebelum meninggalkan lokasi.

“Jangan membakar sampah sembarangan, apalagi di sekitar lahan gambut. Kalau memang membakar, harus diawasi dan pastikan apinya benar-benar padam. Jangan ditinggalkan begitu saja,” tegasnya.

Selain itu, Bupati Ibas juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan. Puntung rokok yang terlihat sudah padam tetap berpotensi menjadi sumber api apabila dibuang ke rerumputan, semak atau material kering.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Buka Rapat Persiapan STBM Awards 2026, Target Pertahankan Prestasi Nasional

“Puntung rokok jangan dibuang sebelum benar-benar dimatikan. Hal kecil seperti ini jangan disepelekan karena bisa menjadi awal munculnya kebakaran,” ujarnya.

Bupati Ibas menegaskan bahwa upaya mencegah kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas pemadam kebakaran. Masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam mencegah terjadinya kebakaran, terutama dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Menurutnya, musibah kebakaran sering kali dapat dicegah apabila setiap orang memiliki kesadaran untuk berhati-hati dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan api.

“Mari kita saling menjaga. Jangan sampai ada musibah yang muncul karena kelalaian kita sendiri. Keselamatan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Bupati juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan kebakaran lahan, termasuk petugas Damkar, Satpol PP dan masyarakat setempat yang bersama-sama melakukan upaya pemadaman.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Dorong Pembiayaan Hijau, Saksikan Kerja Sama BPDLH dan Mars Symbioscience

Ia berharap semangat gotong royong tersebut terus dipertahankan, bukan hanya ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi juga dalam upaya pencegahan.

“Lebih baik kita mencegah daripada harus menghadapi kebakaran yang sudah meluas. Mari kita jaga lingkungan, saling mengingatkan dan segera melaporkan jika melihat adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” pungkasnya.

Imbauan tersebut disampaikan Bupati Ibas pada Sabtu (29/9/2026) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat menghadapi musim kemarau dan kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran di wilayah Luwu Timur.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending