Connect with us

NEWS

Usman G. Wanimbo Bantu Bama Mahasiswa Tolikara di Makassar, Tegaskan Pendidikan Generasi Papua Harus Dijaga

Published

on

KITASULSEL—MAKASSAR — Kepedulian terhadap mahasiswa asal Kabupaten Tolikara yang sedang menempuh pendidikan di Kota Makassar kembali ditunjukkan. Mantan Bupati Tolikara, Usman G. Wanimbo, memberikan bantuan bahan makanan (bama) kepada mahasiswa Tolikara sebagai bentuk dukungan moral sekaligus kepedulian terhadap perjuangan generasi muda Papua Pegunungan dalam menuntut ilmu di luar daerah.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh H. Ichal, selaku Koordinator Utama Willem Wandik Foundation, yang mewakili Usman G. Wanimbo.

Penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari kepedulian terhadap mahasiswa yang tengah menjalani masa pendidikan jauh dari kampung halaman. Bagi mahasiswa asal Tolikara, keberadaan dukungan dari para tokoh daerah dinilai bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi penyemangat agar tetap fokus menyelesaikan pendidikan.

Usman G. Wanimbo menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral sebagai orang tua bagi para mahasiswa yang sedang berjuang meraih masa depan melalui pendidikan.

“Pemerintah daerah sedang berupaya memberikan apa yang menjadi hak adik-adik semua. Hanya saja semua harus melewati regulasi yang membutuhkan waktu. Bama ini mungkin bisa menjadi penopang sementara bagi adik-adik di Makassar,” ujar Usman.

BACA JUGA  Menag Nasaruddin Umar Dorong Indonesia Jadi Pemimpin Global Ekonomi Syariah

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Tolikara dan Papua Pegunungan. Karena itu, persoalan yang dihadapi mahasiswa di tanah rantau perlu mendapatkan perhatian bersama.

Ia berharap mahasiswa Tolikara tetap menjaga semangat belajar, menyelesaikan pendidikan dengan baik, serta kelak kembali memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

Bukan Sekadar Bantuan, tetapi Bentuk Kepedulian

H. Ichal yang juga dikenal sebagai jurnalis nasional dan telah lama bertugas di Tolikara mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian para tokoh Papua Pegunungan terhadap kondisi mahasiswa Tolikara di Makassar.

Ia menyebut koordinasi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, intelektual muda Papua, dan berbagai elemen lainnya dalam memperhatikan kebutuhan mahasiswa terus berjalan.

“Atas nama Bapak Usman G. Wanimbo dan Willem Wandik Foundation, kami diberi amanah untuk memberikan bantuan bama kepada adik-adik. Ini adalah langkah awal sembari menunggu Dinas Pendidikan menyelesaikan seluruh administrasi bagi adik-adik di Makassar,” kata H. Ichal.

BACA JUGA  Ketua Yayasan Pondok Pesantren As'adiyah:Suluruh Guru Pondok Pesantren Bisa Umrah

Menurutnya, kehadiran mereka di Makassar bukan untuk mengambil alih peran pemerintah daerah, melainkan menjadi penghubung bagi para tokoh Papua Pegunungan yang ingin memberikan perhatian dan bantuan kepada mahasiswa.

“Keberadaan kami di sini hanya sebagai penghubung bagi tokoh Papua Pegunungan yang ingin membantu adik-adik di Makassar, mengingat kami berdomisili di Makassar,” ujarnya.

Ia menegaskan, perhatian terhadap mahasiswa harus dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah memiliki tanggung jawab melalui kebijakan dan program, sementara tokoh masyarakat, organisasi sosial, yayasan, serta elemen masyarakat lainnya dapat mengambil peran kemanusiaan ketika mahasiswa membutuhkan dukungan.

Menjaga Generasi Emas Papua

Bantuan bahan makanan tersebut diharapkan dapat menjadi penopang sementara bagi mahasiswa Tolikara selama menjalani aktivitas akademik di Makassar.

Lebih jauh, kepedulian ini menjadi pengingat bahwa perjuangan pendidikan anak-anak Papua tidak boleh berhenti hanya karena persoalan kebutuhan hidup di tanah rantau.

Mahasiswa merupakan bagian penting dari proses lahirnya sumber daya manusia Papua yang berkualitas. Mereka yang hari ini duduk di ruang-ruang kuliah, menyelesaikan tugas akademik dan mengejar gelar pendidikan, dipersiapkan untuk menjadi bagian dari masa depan pembangunan Papua Pegunungan.

BACA JUGA  Korlantas Polri Terapkan Face Recognition pada ETLE, Pelanggar Berpelat Palsu Kini Lebih Mudah Teridentifikasi

Karena itu, dukungan terhadap mahasiswa bukan sekadar persoalan bantuan bahan makanan, tetapi merupakan investasi sosial untuk memastikan generasi muda tetap bertahan dalam proses pendidikan.

H. Ichal menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, yayasan, dan intelektual Papua perlu terus diperkuat agar berbagai persoalan mahasiswa di tanah rantau dapat dicarikan solusi secara bersama.

“Ini bentuk langkah kemanusiaan yang harus dilakukan. Kita ingin generasi emas Papua tetap mendapatkan perhatian. Pendidikan harus menjadi prioritas, khususnya bagi generasi muda Papua Pegunungan dan Tolikara,” tegasnya.

Di tengah perjuangan menempuh pendidikan jauh dari tanah kelahiran, bantuan tersebut diharapkan menjadi pesan bahwa mahasiswa Tolikara di Makassar tidak berjalan sendirian.

Ada perhatian, ada kepedulian, dan ada harapan besar dari tanah Papua agar mereka dapat menyelesaikan pendidikan, kembali ke daerah, dan mengambil peran dalam membangun Tolikara serta Papua Pegunungan di masa mendatang.

 

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending