Connect with us

Makassar

PSM Makassar Genap 111 Tahun, Jersey Klasik dan Semangat Kebangkitan Jadi Simbol Perjalanan

Published

on

KITASULSEL — MAKASSAR — PSM Makassar genap berusia 111 tahun pada Senin, 2 November 2026. Memasuki usia lebih dari satu abad, klub berjuluk Juku Eja tersebut menjadikan momentum hari jadinya sebagai titik refleksi sekaligus seruan untuk membangun kembali kekuatan klub melalui semangat “Rise Together” atau bangkit bersama.

Perayaan tahun ini berlangsung sederhana. Manajemen PSM memilih menggelar syukuran internal di Gedung Graha Pena, Makassar, pada Minggu (1/11/2026), sehari sebelum tanggal kelahiran klub.

Kesederhanaan perayaan tersebut tidak mengurangi makna perjalanan panjang PSM yang telah menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola Makassar dan Sulawesi Selatan.

General Manager PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, menjelaskan bahwa tema “Rise Together” dipilih untuk menegaskan pentingnya pembenahan dan kebangkitan klub secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi permainan tim.

Menurutnya, kebangkitan PSM membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemain, pelatih, manajemen, suporter hingga para pemangku kepentingan yang selama ini memberikan dukungan kepada klub.

BACA JUGA  Hasil Timnas Indonesia vs Arab 2-0: Marselino Bikin Sejarah!

Momentum ulang tahun ke-111 ini juga menjadi kesempatan untuk menyatukan kembali visi dan semangat seluruh bagian klub dalam menghadapi kompetisi yang semakin kompetitif.

Jersey Klasik Jadi Penghormatan terhadap Sejarah

Selain syukuran, PSM Makassar memperkenalkan jersey khusus edisi HUT ke-111 dengan menghadirkan kembali logo klasik yang pernah digunakan klub pada periode 1959 hingga 2017.

Jersey tersebut hadir dalam dua pilihan warna, yakni merah marun untuk seragam kandang dan emas untuk seragam tandang. Kedua desain membawa identitas historis klub yang dipadukan dengan sentuhan desain masa kini.

Penggunaan logo klasik bukan sekadar pilihan visual. Identitas tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan PSM saat ini tidak terlepas dari kontribusi para pemain, pengurus, dan tokoh yang membangun klub sejak generasi terdahulu.

Jersey spesial tersebut juga dipersiapkan untuk dikenakan skuad Juku Eja dalam kompetisi I.League Cup 2026/2027.

Aksa Mahmud Dorong Pembinaan Pemain Muda Sulsel

Dalam momentum peringatan tersebut, Founder Bosowa Group, Aksa Mahmud, turut menyoroti pentingnya pembinaan pemain muda lokal Sulawesi Selatan.

BACA JUGA  Mendidik Anak di Tengah Maraknya Begal dan Geng Motor, Orang Tua Harus Menjadi Benteng Pertama Pembentukan Karakter

Ia mendorong manajemen PSM, pemerintah daerah, dan Asosiasi Provinsi PSSI Sulawesi Selatan agar lebih aktif menghadirkan kompetisi antarkabupaten dan kota secara rutin.

Menurutnya, pembinaan yang berkelanjutan diperlukan untuk melahirkan talenta-talenta baru yang mampu mengikuti jejak legenda sepak bola Indonesia, Ramang.

Dorongan tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan PSM tidak hanya ditentukan oleh hasil pertandingan tim utama, tetapi juga kemampuan klub membangun regenerasi pemain dari daerah sendiri.

Jadwal Padat Menjadi Tantangan di Usia Baru

Di tengah peringatan hari jadinya, PSM juga menghadapi agenda pertandingan yang cukup padat. Manajemen menyebut tim harus menjalani empat pertandingan dalam rentang 14 hari dengan waktu pemulihan yang relatif singkat.

Pada Selasa (3/11/2026), PSM dijadwalkan menghadapi De Red FC dalam pertandingan Grup K I.League Cup 2026/2027 di Stadion Gelora 10 November, Surabaya.

BACA JUGA  F8 Makassar 2026 Resmi Dimulai, Pantai Losari Bersiap Jadi Pusat Keramaian

Pertandingan tersebut menjadi salah satu agenda penting yang harus dihadapi skuad Juku Eja setelah memperingati usia ke-111 tahun.

111 Tahun Bukan Sekadar Angka

Sejak berdiri pada 2 November 1915 dengan nama awal Makassarche Voetbalbond, PSM telah melewati berbagai perubahan zaman dan dinamika sepak bola nasional.

Usia 111 tahun menjadi bukti panjangnya perjalanan klub yang memiliki ikatan kuat dengan masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan.

Namun, sejarah panjang juga membawa tanggung jawab besar. PSM dituntut tidak hanya menjaga identitas dan kebanggaan masa lalu, tetapi juga membangun prestasi, memperkuat pembinaan pemain muda, serta meningkatkan profesionalisme pengelolaan klub.

Semangat “Rise Together” yang diusung pada peringatan tahun ini menjadi pesan bahwa kebangkitan PSM membutuhkan kerja bersama.

Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, PSM bukan sekadar klub sepak bola. Juku Eja merupakan bagian dari identitas daerah yang telah tumbuh bersama perjalanan generasi demi generasi.

Selamat ulang tahun ke-111, PSM Makassar. Ewako!

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending