Connect with us

Entertainment

Kinaryosih Akui Deg-degan Perankan Mak Eli, Kisah Nyata di Balik Film Horor Ini Bikin Haru

Published

on

KITASULSEL — MAKASSAR — Aktris Kinaryosih mengungkapkan pengalaman emosional saat memerankan karakter Mak Eli dalam film horor terbaru berjudul Putri, Jangan Gentayangan Lagi. Bukan hanya karena beratnya karakter yang dimainkan, Kinaryosih mengaku merasa gugup lantaran sosok Mak Eli yang menjadi sumber cerita film tersebut turut hadir menyaksikan penampilannya di layar lebar.

Pengalaman itu disampaikan Kinaryosih setelah menghadiri gala premiere film tersebut di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026).

Kinaryosih mengaku sejak pertama kali menerima tawaran memerankan Mak Eli, dirinya sudah merasakan tantangan tersendiri. Ia harus membangun karakter berdasarkan kisah seseorang yang benar-benar ada, bukan sekadar tokoh fiksi dalam sebuah naskah.

“Terus terang pertama kali aku ditawarin peran sebagai Mak Eli, deg-degan banget,” ungkap Kinaryosih.

Tantangan tersebut semakin terasa ketika ia harus mendalami karakter dan menyesuaikan logat Bekasi-Betawi yang berbeda dari kesehariannya.

BACA JUGA  Hanung Bramantyo Bawa Teror Berlatar Sejarah, Lobang Buaya Tayang Serentak Hari Ini

Selain persoalan dialek, Kinaryosih juga dituntut menggambarkan pergulatan batin seorang ibu yang harus menghadapi kehilangan anaknya.

Pertemuan dengan Mak Eli Menjadi Momen Paling Emosional

Salah satu momen paling berkesan bagi Kinaryosih terjadi setelah pemutaran film. Ia melihat Mak Eli yang kisah hidupnya diangkat ke layar lebar menitikkan air mata.

Respons tersebut membuat pengalaman memerankan karakter Mak Eli terasa semakin berarti. Bagi Kinaryosih, kesempatan memainkan sosok yang masih bisa menyaksikan langsung penggambaran kisah hidupnya merupakan pengalaman yang berbeda dari peran-peran sebelumnya.

Ia juga mengapresiasi pendekatan sutradara Rizal Mantovani yang memberikan ruang bagi para pemain untuk mengeksplorasi karakter tanpa meninggalkan dasar cerita.

Bukan Sekadar Film Horor, Ada Kisah Kehilangan Seorang Ibu

Film produksi MVP Pictures ini mengangkat kisah Mak Eli, seorang pengemudi ojek daring yang berjuang menghidupi ketiga anaknya.

BACA JUGA  Akhirnya yang Ditunggu-Tunggu! Godzilla Minus Zero Segera Tiba di Bioskop Indonesia November 2026, Godzilla Bangkit dengan Teror yang Lebih Dahsyat

Konflik bermula ketika Putri, anak sulung Mak Eli, kembali ke rumah setelah lama pergi. Putri ternyata telah memiliki bayi dan sedang mengalami sakit parah.

Kondisi tersebut kemudian berujung pada tragedi. Putri meninggal dunia, tetapi setelah kepergiannya, muncul serangkaian kejadian misterius yang mengganggu keluarga dan warga di lingkungan tempat tinggalnya.

Di balik unsur horor dan teror supranatural, film ini membawa persoalan keluarga, hubungan ibu dan anak, serta penyesalan ketika seseorang kehilangan orang yang dicintainya.

Rizal Mantovani selaku sutradara ingin menghadirkan pengalaman horor yang tidak hanya mengandalkan ketegangan, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan penonton.

Dijadwalkan Tayang 5 November 2026

Putri, Jangan Gentayangan Lagi dibintangi Kinaryosih sebagai Mak Eli dan Kawai Labiba sebagai Putri. Film ini juga menghadirkan Fadi Alaydrus, Denisha Wahyuni, serta sejumlah pemeran lainnya.

BACA JUGA  Jumbo Tembus 121 Bioskop Italia, Animasi Indonesia Makin Mendunia

Cerita film tersebut sebelumnya dikenal melalui kanal YouTube Lentera Malam dan telah menarik perhatian jutaan penonton sebelum diangkat menjadi produksi layar lebar.

Film garapan Rizal Mantovani ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026 dengan durasi sekitar 104 menit.

Kehadiran film ini menambah deretan karya horor Indonesia yang mencoba menggabungkan kisah misteri dengan persoalan emosional kehidupan keluarga.

Bagi Kinaryosih, memerankan Mak Eli bukan hanya tentang membangun karakter horor, tetapi juga menyampaikan gambaran perjuangan seorang ibu, rasa kehilangan, dan penyesalan yang mungkin dialami banyak keluarga.

Film ini diharapkan dapat mengajak penonton melihat bahwa di balik sebuah kisah menyeramkan, terkadang terdapat persoalan kemanusiaan yang jauh lebih menyentuh.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending