Connect with us

Luwu Timur

Pemkab Luwu Timur Dukung Penuh Pengembangan Bakat Catur Lewat Turnamen Pelajar SCC

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda berbakat, khususnya di bidang olahraga catur. Bentuk dukungan tersebut tampak dalam kegiatan yang diselenggarakan Sorowako Chess Club (SCC), yang kembali menggelar Turnamen Catur Antar Pelajar Sekolah Dasar ke-5 pada Sabtu, 15 November 2025, di area Campsite Sorowako.

Turnamen ini menjadi salah satu wadah penting dalam menjaring dan mengembangkan potensi pecatur cilik di daerah. Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 38 siswa dari kuota maksimal 40, menunjukkan minat yang terus tumbuh di kalangan pelajar sekolah dasar.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparmundora) Luwu Timur, Muhammad Safaat DP., hadir mewakili Bupati Luwu Timur. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi pemerintah terhadap kegiatan tersebut serta semangat para peserta yang terlibat.

BACA JUGA  TNI Kolaborasi Pemda Lutim Gelar Karya Bakti di HUT RI Ke 80

“Saya mewakili Bupati Luwu Timur memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia. Semoga para siswa ini dapat berkembang menjadi atlet catur yang membanggakan, baik di tingkat daerah, nasional, hingga internasional,” ujarnya.

Dukungan serupa juga disampaikan Prima Eyza Purnama, anggota DPRD Luwu Timur sekaligus Pembina SCC. Ia menilai SCC telah berperan besar dalam menghadirkan ruang pembinaan bagi anak-anak yang memiliki minat terhadap catur.

Menurutnya, kehadiran klub ini dan turnamen yang rutin digelar adalah bukti nyata kepedulian pemerintah daerah dalam memajukan olahraga catur serta menyediakan sarana positif bagi perkembangan potensi pelajar.

Sejak berdiri pada 24 Oktober 2024, SCC telah mencatatkan diri sebagai klub catur pertama di Luwu Timur. Dalam kurun waktu satu tahun, SCC telah menyelenggarakan lima turnamen, dan edisi kali ini menjadi yang pertama melibatkan pelajar tingkat sekolah dasar se-kabupaten.

BACA JUGA  Peduli Sesama, Bupati Soppeng Kirim Bantuan untuk Warga Sorowako yang Tertimpa Musibah

Ketua Panitia SCC, Azwar Tahir, mengungkapkan bahwa dukungan orang tua dan masyarakat sangat besar terhadap gelaran tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan lebih banyak pecatur muda berbakat yang kelak mampu mengharumkan nama daerah.

Dengan terselenggaranya turnamen ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama SCC berharap dapat terus melahirkan generasi atlet catur yang berprestasi, sekaligus memperluas pembinaan olahraga di kalangan anak-anak sejak usia dini.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Tim Sedekah Jumat Setdakab Lutim, Berbagi Berkah untuk Warga Balambano Indah

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Hadiri HLM TPID dan TP2DD Provinsi Sulawesi Selatan

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Luwu Timur Siap Perkuat Program Gizi, Wakil Bupati Hadiri Lokakarya se-Sulawesi Selatan.

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending