Connect with us

Luwu Timur

Jalan Sehat Meriahkan HUT ke-54 KORPRI di Luwu Timur

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menggelar kegiatan Jalan Sehat untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung meriah di kawasan Bundaran Bumi Batara Guru (BBG), Malili, pada Sabtu pagi (29/11/2025), dan diikuti ribuan peserta dari berbagai unsur pemerintahan serta masyarakat umum.

Acara secara resmi dibuka oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachry Syam, yang hadir bersama Wakil Bupati, Hj. Puspawati Husler. Pembukaan ditandai dengan pengangkatan bendera start, memberi isyarat dimulainya rute jalan sehat yang dimulai dan diakhiri di kawasan BBG. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi, dengan mayoritas memakai atribut olahraga dan seragam KORPRI.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menegaskan bahwa kegiatan Jalan Sehat tahun ini dirangkaikan dengan program unggulan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yaitu Sabtu Sehat Juara (SSJ), sebuah gerakan yang mendorong masyarakat untuk lebih aktif berolahraga.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Berikan Reward kepada 34 Wajib Pajak Berprestasi 2024, Dorong Kepatuhan dan Kesadaran Perpajakan

“Pada pagi ini kita bersama-sama berada di area Bundaran Batara Guru dalam rangka mengikuti kegiatan panitia penyelenggara HUT Korpri yang ke-54, yaitu jalan sehat,” ujar Bupati Irwan. Ia menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi ASN dan masyarakat.

Bupati Irwan juga berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesadaran untuk hidup sehat dan bugar.

“Mudah-mudahan lewat kegiatan Jalan Sehat ini membawa berkah dan juga selalu diberikan kesehatan,” tuturnya.

Kemeriahan acara semakin lengkap dengan pembagian doorprize yang ditunggu-tunggu peserta. Hadiah utama berupa dua unit sepeda motor yang merupakan kontribusi dari Korpri Luwu Timur serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Selain itu, panitia juga menyediakan berbagai hadiah menarik seperti satu unit sepeda listrik, dua unit sepeda, dan beragam hadiah hiburan lainnya yang merupakan sumbangan dari OPD lingkup Pemkab Luwu Timur.

BACA JUGA  Bupati Irwan Tunjukkan Keteladanan Berbakti Lewat Ziarah ke Makam Orang Tua

Penyerahan hadiah dilakukan langsung oleh sejumlah pejabat daerah, antara lain Bupati Irwan Bachry Syam, Wakil Bupati Puspawati Husler, Wakil Ketua DPRD I Jihadin Paruge, Wakil Ketua DPRD II Hj. Harisah Suharjo, Wakapolres Lutim Kompol Hajriadi, Ketua Korpri Luwu Timur H. Bahri Suli, serta Pj. Sekretaris Daerah Dr. Ramadhan Pirade.

Kegiatan Jalan Sehat ini juga dihadiri para Staf Ahli dan Asisten Setda Luwu Timur, para Kepala OPD, pimpinan instansi vertikal, para camat, lurah, dan kepala desa se-Kecamatan Malili. Kehadiran ribuan peserta membuat suasana acara semakin semarak dan penuh kekeluargaan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap momentum HUT KORPRI ke-54 tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga pengingat pentingnya sinergi, disiplin, serta dedikasi seluruh pegawai negeri dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

BACA JUGA  Tindak Lanjut Rapat Bersama Pedagang, Bupati Irwan Cek Kondisi Pasar Malindungi

Jalan Sehat tahun ini menjadi simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang sehat, profesional, dan berintegritas.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Bupati Irwan Lantik 76 Pejabat, Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Program Prioritas

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Pemkab Lutim Fokus Tingkatkan Kualitas Hidup Keluarga Lewat Program Bangga Kencana

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Bupati Irwan Tunjukkan Keteladanan Berbakti Lewat Ziarah ke Makam Orang Tua

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending