Connect with us

Luwu Timur

Bupati Luwu Timur Olahraga Pagi Sambil Tinjau Fasilitas Publik di Malili

Published

on

Kitasulsel—Luwu Timur — Mengawali pagi yang cerah, Ahad (30/11/2025), Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam memulai harinya dengan olahraga pagi sambil meninjau sejumlah fasilitas publik di Kecamatan Malili. Didampingi beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati Irwan berjalan kaki dari kediaman pribadinya di Desa Puncak Indah menuju beberapa titik strategis, termasuk Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Wewangriu, lokasi pembangunan Kantor Kelurahan Malili yang baru, hingga Makam Jepang.

Dalam suasana santai namun penuh keakraban, Bupati Irwan tetap menunjukkan perhatian serius terhadap lingkungan sekitar. Sepanjang perjalanan, ia menyoroti beberapa pohon tua dan rapuh yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga. Ia pun langsung menginstruksikan Camat serta OPD terkait untuk melakukan penebangan terhadap pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang.

BACA JUGA  Wabup Puspawati Husler Resmi Buka Futsal Tournament Uncledils MGM 2025 di GOR Malili

Setibanya di Anjungan Malili, fokus peninjauan bergeser pada fasilitas umum. Bupati Irwan meminta agar toilet portable yang tersedia dicek kelayakannya guna memastikan kenyamanan para pengunjung. Ia juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kepada pedagang kaki lima yang beraktivitas di area tersebut. Sempat pula ia menyapa para petugas kebersihan yang sedang bertugas, memberi apresiasi atas kerja mereka.

Dari Anjungan, Bupati Irwan melanjutkan perjalanan menyeberangi sungai melalui jembatan gantung menuju TPI untuk memantau kondisi pelabuhan. Di lokasi tersebut, ia mengimbau agar area pelabuhan ditata lebih rapi serta barang-barang yang mengganggu estetika lingkungan segera dipindahkan demi menciptakan suasana yang tertib dan sedap dipandang.

BACA JUGA  Bupati Irwan Siap Bangun Asrama untuk Mahasiswa Lutim di Palopo

Peninjauan berikutnya dilakukan pada proyek pembangunan lanjutan Kantor Kelurahan Malili. Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 itu direncanakan rampung dalam 150 hari kalender. Melihat progres yang ada, Bupati Irwan mengapresiasi desain bangunan serta kerapihan kerja para tukang.

“Kantornya sudah bagus, dan pengerjaannya sangat rapi. Untuk warna, bisa dipertegas dengan menggunakan cat putih atau abu-abu,” ujarnya.

Sementara itu, konsultan pengawas pembangunan, Rio, menyampaikan bahwa progres pengerjaan saat ini telah mencapai 80 persen. Dalam dua hingga tiga minggu ke depan, proyek tersebut disebut akan memasuki tahap finishing.

Sebagai lokasi terakhir, Bupati Irwan meninjau area pemakaman orang Jepang yang berada tidak jauh dari pembangunan kantor kelurahan. Ia menginstruksikan tim dan kepala OPD terkait untuk segera berkolaborasi membersihkan area pemakaman agar tetap terawat dan layak dikunjungi.

BACA JUGA  Awali Hari Kerja Perdana 2026, Pemkab Luwu Timur Gelar Apel Pagi, Pj Sekda Tekankan Disiplin dan Penyelesaian Laporan Keuangan

Kegiatan olahraga pagi yang dibarengi dengan peninjauan ini menjadi komitmen Bupati Irwan dalam memastikan pelayanan publik dan fasilitas umum di Luwu Timur tetap terawat, aman, serta nyaman bagi seluruh masyarakat.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Gandeng Access English untuk Siapkan SDM Lokal Hadapi Gelombang Investasi Asing

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Pemkab Lutim Kolaborasi UMI Makassar Lakukan Kerja Sama Internasional ke USIM Malaysia

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Bupati Irwan Siap Bangun Asrama untuk Mahasiswa Lutim di Palopo

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending