Luwu Timur
Kalaena Bersatu Cup III 2025 Resmi Ditutup, 375 United Keluar sebagai Juara
Kitasulsel–LUWUTIMUR Open Turnamen Sepakbola “Kalaena Bersatu Cup III Tahun 2025” yang digelar sejak 15 November 2025 di Lapangan Jati Lomba, Desa Kalaena Kiri, Kecamatan Kalaena, akhirnya resmi mencapai puncaknya. Turnamen yang diikuti 24 tim se-Kabupaten Luwu Timur tersebut ditutup secara resmi oleh Bupati Luwu Timur yang diwakili Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Parmudora), Muhammad Safaat DP., Selasa (9/12/2025).
Sebelum penutupan, Plt. Kadis Parmudora bersama Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur Jihadin Peruge, Ketua PSSI Lutim Asri Rachman, Ketua KONI Lutim Herawan, serta Ketua Karang Taruna Lutim Fachrizal Kahar, terlebih dahulu menyaksikan laga final yang mempertemukan 375 United melawan MCB FC.
Pertandingan puncak berlangsung sengit dan penuh ketegangan. Kedua tim saling jual beli serangan dengan aksi-aksi menarik sepanjang laga. Hingga peluit akhir dibunyikan, 375 United berhasil keluar sebagai Juara Pertama setelah menang tipis 3–2 atas MCB FC.
Dalam arahannya saat penutupan, Muhammad Safaat DP. menegaskan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, bukan semata tentang mencetak gol atau meraih piala.
“Olahraga adalah media pemersatu bangsa, wadah pembinaan generasi muda, dan cermin karakter suatu daerah. Melalui turnamen ini, kita telah mengukir semangat kebersamaan, melatih kedisiplinan, serta menanamkan nilai-nilai fair play,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana atas dedikasi dan kerja keras selama turnamen berlangsung.
“Kepada panitia, terima kasih atas kerja cerdas dan kerja kerasnya. Dari pembukaan hingga penutupan, turnamen ini dikelola dengan sangat baik,” kata Safaat.
Tak lupa, ia memberikan penghargaan kepada seluruh klub, pemain, pelatih, dan ofisial yang telah berpartisipasi.
“Terlepas dari juara atau tidak, kalian semua adalah pemenang. Kalian telah menunjukkan sportivitas, kerja sama tim, dan keterampilan individu yang luar biasa,” tambahnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada para wasit dan ofisial pertandingan atas profesionalisme dalam menjaga jalannya kompetisi tetap menjunjung tinggi prinsip fair play. Kepada para sponsor dan mitra, Safaat menyampaikan terima kasih atas dukungan material dan moral yang dinilai sangat berarti bagi suksesnya turnamen.
“Kerja sama ini adalah bukti sinergi yang kuat antara pemerintah, swasta, dan komunitas,” ujarnya.
Ia berharap semangat positif yang terbangun selama kompetisi dapat terus berlanjut, khususnya dalam pembinaan atlet muda sepak bola di Luwu Timur.
“Mari kita rawat bibit-bibit atlet muda yang telah tampil. Kepada PSSI Luwu Timur dan KONI, mari kita sinergikan program pembinaan yang lebih berjenjang dan berkelanjutan,” pungkas Safaat.
Berikut daftar penghargaan Open Turnamen Sepakbola Kalaena Bersatu Cup III Tahun 2025:
Juara I: 375 United
Juara II: MCB FC
Juara III: Balibola FC
Juara IV: Gasmar FC
Top Skor: Ipul (6 gol) – 375 United
Pemain Terbaik: Yohan – MCB FC
Turnamen ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga mempererat persaudaraan dan semangat kebersamaan masyarakat Luwu Timur melalui olahraga.
Luwu Timur
Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban
KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.
Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.
Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.
“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).
Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.
Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.
Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.
“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.
Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.
-
Nasional12 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login