DISKOMINFO LUWU TIMUR
Perahu Naga Jadi Simbol Pemersatu Atlet Dayung Luwu Timur
KITASULSEL—LUWU TIMUR – Lomba Perahu Naga yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Luwu Timur ke-23 tidak hanya menghadirkan semangat kompetisi, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan persatuan para atlet dayung dari berbagai wilayah di Bumi Batara Guru.
Hal tersebut disampaikan pemerhati olahraga dayung Luwu Timur, Sirman, saat memberikan tanggapan terkait antusiasme para atlet yang mengikuti perlombaan pada momentum perayaan hari jadi daerah tersebut, Kamis (28/05/2026).
Menurut Sirman, kehadiran lomba Perahu Naga menjadi momen yang telah lama dirindukan oleh keluarga besar olahraga dayung Luwu Timur. Selain menjadi wadah untuk menunjukkan kemampuan atlet, kegiatan ini juga menjadi sarana mempertemukan kembali para atlet, pelatih, dan pecinta olahraga dayung yang selama ini jarang berkumpul dalam satu event.
“Ini momentum yang lama kami rindukan. Berkumpul bersama atlet-atlet dayung Luwu Timur menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Semoga kegiatan ini menjadi pelecut semangat bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah pada event-event berikutnya,” ujar Sirman.
Ia menilai, olahraga dayung merupakan salah satu cabang olahraga yang memiliki sejarah dan prestasi cukup baik di Luwu Timur. Karena itu, keberlangsungan kompetisi dan pembinaan atlet harus terus mendapat perhatian agar tradisi prestasi tersebut dapat terus terjaga.
Sirman juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang dinilai konsisten memberikan ruang dan kesempatan kepada atlet lokal untuk berkompetisi melalui berbagai agenda olahraga yang digelar dalam rangka Hari Jadi Luwu Timur.
“Terima kasih kepada Pemerintah Daerah Luwu Timur, khususnya Bapak Bupati, yang telah memberikan wadah bagi atlet dayung untuk kembali berkompetisi. Kegiatan seperti ini sangat penting karena bukan hanya melahirkan juara, tetapi juga memperkuat persaudaraan di antara para atlet,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap lomba Perahu Naga tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi dapat dikembangkan menjadi event olahraga yang lebih besar dan berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah, komunitas olahraga, serta masyarakat, cabang olahraga dayung diyakini mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Momentum Hari Jadi Luwu Timur ke-23 pun menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi media pemersatu masyarakat. Di atas perahu yang sama, para atlet tidak hanya mengayuh untuk meraih kemenangan, tetapi juga menguatkan semangat kebersamaan, solidaritas, dan kecintaan terhadap daerah.
Dengan semangat “Luwu Timur Juara”, lomba Perahu Naga diharapkan menjadi titik awal kebangkitan olahraga dayung sekaligus melahirkan generasi atlet yang siap membawa nama Luwu Timur meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
4 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login