Kriminal
Polda Sulsel Ingatkan Orang Tua, Tingkatkan Pengawasan Anak “Aksi Geng Motor dan Begal di Bawah Umur semakin marak”
Polda Sulsel Ingatkan Orang Tua, Tingkatkan Pengawasan Anak “Aksi Geng Motor dan Begal di Bawah Umur semakin marak”
MAKASSAR — Polda Sulawesi Selatan mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak di tengah maraknya aksi geng motor dan kejahatan jalanan yang melibatkan anak di bawah umur.
Imbauan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto, Sabtu (29/8/2026). Orang tua diminta lebih aktif mengetahui aktivitas dan lingkungan pergaulan anak, terutama ketika mereka sering berada di luar rumah hingga larut malam.
Menurut kepolisian, pengawasan keluarga menjadi penting karena anak dan remaja sangat rentan terpengaruh lingkungan pertemanan. Ajakan untuk sekadar berkumpul atau keluar malam dapat berkembang menjadi keterlibatan dalam aksi kelompok yang berujung pada kekerasan maupun tindak pidana.
Orang tua diharapkan tidak hanya menanyakan “kamu dari mana?”, tetapi juga mengenal teman-teman anak, mengetahui kegiatan mereka, serta memastikan anak tidak membawa atau menggunakan barang yang dapat membahayakan orang lain.
Pengawasan juga perlu dilakukan terhadap kebiasaan anak menggunakan media sosial. Ajakan berkumpul, konvoi, tawuran maupun aktivitas kelompok kerap berawal dari komunikasi melalui platform digital.
Kepolisian mengingatkan, keterlibatan anak dalam aksi geng motor dan begal dapat membawa konsekuensi panjang. Anak bukan hanya berisiko berhadapan dengan proses hukum, tetapi juga dapat mengalami luka atau menjadi korban kekerasan dari kelompok lain.
Karena itu, orang tua diminta membangun komunikasi yang terbuka dengan anak. Pendekatan keluarga diharapkan mampu mencegah anak terjerumus sebelum persoalan sampai ke tangan kepolisian.
Polda Sulsel juga mengajak masyarakat ikut memperhatikan kondisi lingkungan. Jika menemukan aktivitas kelompok anak yang mencurigakan atau berpotensi mengarah pada tindak kekerasan dan kriminalitas, masyarakat dapat segera melaporkannya kepada aparat.
Di sisi lain, pengawasan terhadap anak bukan berarti membatasi seluruh ruang gerak mereka. Yang terpenting adalah memastikan anak memiliki lingkungan pergaulan yang sehat dan memahami batas antara bermain bersama teman dengan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Di tengah keresahan masyarakat terhadap geng motor dan begal yang melibatkan anak di bawah umur, keluarga menjadi benteng pertama. Sebelum anak berhadapan dengan aparat karena sebuah tindakan, orang tua diharapkan sudah lebih dulu mengetahui pergaulan dan aktivitas mereka.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login