Connect with us

Kriminal

Pelajar Ditangkap Polisi dan Busur Disita , Diduga Hendak Tawuran dengan Geng Motor

Published

on

KITASULSEL — MAKASSAR — Polisi mengamankan seorang pelajar berusia 15 tahun yang diduga hendak terlibat tawuran dengan kelompok geng motor di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dari tangan remaja tersebut, polisi menemukan satu buah katapel dan dua anak panah busur yang diduga dipersiapkan untuk menghadapi aksi tawuran.

Pelajar berinisial AL (15) itu diamankan Unit Opsnal Polsek Makassar di Jalan Maccini Gusung, Kecamatan Makassar, pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 02.00 Wita.

Penangkapan tersebut berawal dari informasi yang diterima polisi mengenai adanya sekelompok pemuda yang berkumpul dan diduga hendak melakukan perang kelompok dengan geng motor di kawasan Jalan Bawakaraeng.

Personel Polsek Makassar kemudian bergerak melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Saat polisi datang, sejumlah pemuda berusaha melarikan diri dari lokasi.

Petugas melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil mengamankan AL. Dalam pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan barang yang diduga berkaitan dengan rencana tawuran tersebut.

BACA JUGA  Cinta di Media Sosial Berujung Pemerasan, Pria 26 Tahun Ditangkap Polisi Usai Raup Rp130,3 Juta dari Korban

Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jaffar membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia mengatakan AL diamankan bersama barang bukti berupa satu katapel dan dua anak panah busur.

Dalam pemeriksaan awal, AL mengakui barang bukti tersebut merupakan miliknya. Kepada polisi, remaja tersebut juga mengaku membawa busur dengan alasan untuk berjaga-jaga apabila terjadi tawuran dengan kelompok geng motor.

Polisi kemudian membawa AL bersama barang bukti ke Mapolsek Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami keterlibatan remaja tersebut serta kemungkinan adanya kelompok lain yang terlibat dalam rencana perang kelompok.

Kasus ini kembali memperlihatkan persoalan serius yang dihadapi Makassar terkait aktivitas kelompok remaja dan geng motor. Dalam beberapa hari terakhir, polisi juga melakukan penindakan di sejumlah lokasi setelah terjadi tawuran maupun aktivitas kelompok motor yang meresahkan masyarakat.

BACA JUGA  Polda Bongkar Penyalahgunaan Sabu di Kosan Makassar, Libatkan Oknum Wartawan

Di kawasan Mariso, misalnya, tawuran antara warga dan kelompok yang diduga geng motor terjadi dua hari berturut-turut. Polisi kemudian mempertebal personel untuk mengantisipasi bentrokan kembali meluas. Beberapa remaja diamankan, termasuk seorang pelaku yang ditangkap saat bersembunyi di atas atap rumah warga.

Keributan juga terjadi di sekitar Pasar Senggol, Jalan Opu Daeng Risadju, Kecamatan Mariso. Dalam peristiwa tersebut, kelompok pemuda dan pengendara motor terlibat aksi saling serang menggunakan batu, petasan hingga anak panah atau busur. Polisi turun langsung untuk membubarkan keributan dan mengamankan lokasi.

Rangkaian kejadian tersebut membuat patroli dan penyisiran di sejumlah titik rawan menjadi semakin penting. Polisi tidak hanya berupaya membubarkan tawuran setelah terjadi, tetapi juga melakukan pencegahan ketika menemukan kelompok remaja yang diduga akan melakukan penyerangan.

Kepolisian mengingatkan para remaja agar tidak membawa senjata tajam, busur maupun benda lain yang dapat digunakan untuk melukai orang lain. Selain membahayakan diri sendiri, aksi tawuran juga dapat mengancam warga yang sama sekali tidak terlibat.

BACA JUGA  Kasat Narkoba Polres Sidrap: BB 65 Gram Sabu Kita Amankan, Pelaku Inisial HN

Peran orang tua juga dinilai penting dalam mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hingga dini hari. Polisi berharap keluarga dapat mengetahui lingkungan pergaulan anak dan mencegah mereka terlibat dalam kelompok yang berpotensi melakukan kekerasan.

Sementara itu, Polsek Makassar masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap AL untuk mendalami dugaan rencana tawuran tersebut. Polisi juga akan menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Penangkapan seorang pelajar bersama busur dan katapel ini menjadi peringatan bahwa upaya mencegah tawuran tidak cukup hanya dilakukan setelah bentrokan terjadi. Patroli, pengawasan lingkungan, peran keluarga dan kesadaran para remaja menjadi bagian penting untuk memutus mata rantai aksi kekerasan kelompok di Kota Makassar.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending