DISKOMINFO LUWU TIMUR
Bupati Irwan Uji Kemampuan Peserta Mandalish di Pare, Pemkab Lutim Siapkan
KITASULSEL–LUWUTIMUR — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mendorong peningkatan kompetensi generasi muda melalui penguasaan bahasa asing. Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam saat menghadiri sarasehan Program Mandarin-English (Mandalish) di Access English School, Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (7/9/2026).
Sarasehan tersebut menjadi bagian dari rangkaian akhir Program Mandalish Batch I, yang diikuti 79 peserta asal Luwu Timur. Para peserta sebelumnya telah menjalani pelatihan intensif sekaligus karantina selama empat bulan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Mandarin dan Inggris.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Irwan tidak hanya hadir untuk memberikan motivasi, tetapi juga menguji langsung kemampuan para peserta.
Ia memberikan sejumlah pertanyaan kepada beberapa peserta yang kemudian harus dijawab menggunakan bahasa Mandarin maupun Inggris.
Para peserta mampu merespons pertanyaan dan melakukan percakapan dengan menggunakan kedua bahasa tersebut. Kemampuan yang ditunjukkan menjadi gambaran perkembangan peserta setelah menjalani pelatihan secara intensif selama empat bulan di Pare.
Bupati Irwan mengapresiasi perkembangan yang ditunjukkan para peserta. Menurutnya, kemampuan berbahasa asing merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dipersiapkan generasi muda, terutama untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin terbuka.
Program Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi Pemuda
Program Mandalish merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dengan pihak swasta maupun perusahaan yang beroperasi di wilayah Luwu Timur.
Program tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda Luwu Timur meningkatkan kompetensi, khususnya dalam penguasaan bahasa Mandarin dan Inggris.
Program Mandalish juga menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan tambahan dan dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja.
Pelaksanaan pelatihan di Pare dipilih karena kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu pusat pembelajaran bahasa asing di Indonesia.
Sebanyak 79 peserta Batch I sebelumnya telah melewati proses seleksi sebelum diberangkatkan ke Pare. Selama empat bulan, mereka mengikuti rangkaian pembelajaran dan karantina untuk memperkuat kemampuan bahasa serta membangun kedisiplinan dalam proses belajar.
Setelah menyelesaikan program, para peserta akan kembali ke Luwu Timur untuk melanjutkan pengembangan kompetensi sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Pemkab Siapkan Kampung Bahasa
Pemkab Luwu Timur memastikan program Mandalish tidak berhenti setelah peserta menyelesaikan pelatihan di Pare.
Salah satu tindak lanjut yang disiapkan pemerintah daerah adalah pembangunan Kampung Bahasa di Desa Harapan. Kawasan tersebut nantinya akan diarahkan sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan kemampuan bahasa Mandarin dan Inggris.
Keberadaan Kampung Bahasa diharapkan dapat memperluas akses pembelajaran bahasa asing bagi masyarakat, khususnya generasi muda Luwu Timur.
Selain itu, fasilitas tersebut diharapkan menjadi wadah untuk menjaga keberlanjutan program Mandalish setelah para peserta Batch I kembali ke daerah.
“Setelah dari sini, kita tidak ingin program ini berhenti. Kita akan tindak lanjuti di Luwu Timur dengan membangun Kampung Bahasa, khususnya Mandarin dan Inggris, di Desa Harapan,” kata Irwan.
Menurutnya, peningkatan kemampuan bahasa asing membutuhkan proses yang berkelanjutan. Karena itu, pemerintah daerah ingin membangun ekosistem pembelajaran yang memungkinkan semakin banyak generasi muda Luwu Timur memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan tersebut.
“Harapannya, semakin banyak generasi muda kita yang memiliki kompetensi dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja,” ujar Irwan.
Batch II Segera Disiapkan
Keberlanjutan Program Mandalish juga ditegaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Luwu Timur, Awaluddin Anwar.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah berencana kembali memberangkatkan peserta Batch II ke Pare untuk mengikuti pelatihan bahasa Mandarin dan Inggris.
Menurut Awaluddin, keberlanjutan program diperlukan agar manfaat pelatihan dapat dirasakan oleh lebih banyak generasi muda di Luwu Timur.
“Program ini akan kita lanjutkan. Insyaallah, kita akan kembali memberangkatkan peserta untuk Batch II,” jelas Awaluddin.
Dengan adanya Batch II dan rencana pembangunan Kampung Bahasa, Pemkab Luwu Timur berharap program peningkatan kompetensi bahasa asing dapat berkembang menjadi program berkelanjutan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempersiapkan sumber daya manusia Luwu Timur agar memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan dunia kerja dan peluang ekonomi di daerah.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
4 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login