Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Irwan Perkuat Program Pejuang Subuh, Libatkan Sekolah dan Orang Tua

Published

on

KITASULSEL–LUWUTIMUR — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mendorong pembentukan karakter generasi muda melalui penanaman nilai-nilai keagamaan dan pembiasaan positif sejak usia dini. Upaya tersebut diwujudkan melalui program Pejuang Subuh yang diinisiasi Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam.

Program tersebut kembali dilaksanakan melalui salat Subuh berjamaah bersama para pelajar, guru, kepala sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Besar At Taqwa, Desa Solo, Kecamatan Angkona, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan di kalangan generasi muda.

Bupati Irwan mengatakan, Pejuang Subuh tidak semata-mata bertujuan mengajak anak-anak melaksanakan salat berjamaah di masjid. Program tersebut juga diarahkan sebagai sarana membangun kedisiplinan, membentuk karakter, sekaligus mendekatkan generasi muda dengan masjid.

“Kita bersama-sama hadir di masjid ini dalam rangka melaksanakan salah satu program yang telah dicanangkan oleh pemerintah daerah yaitu program Pejuang Subuh bagi anak-anak kita, baik itu SD maupun SMP,” ujar Bupati Irwan.

Menurutnya, waktu Subuh dipilih karena menjadi salah satu waktu yang cukup menantang bagi anak-anak untuk membangun kebiasaan bangun pagi dan melaksanakan ibadah.

Karena itu, pembiasaan salat Subuh berjamaah sejak usia sekolah diharapkan dapat menanamkan kedisiplinan yang kemudian terbawa dalam aktivitas anak sehari-hari.

BACA JUGA  Jelang Idul Adha, Hewan Kurban di Towuti Luwu Timur Capai 603 Ekor

Libatkan Orang Tua dan Guru

Bupati Irwan menegaskan, keberhasilan program Pejuang Subuh tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah atau pihak sekolah. Peran orang tua, guru, tokoh agama, pengurus masjid, dan masyarakat sangat diperlukan agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.

Ia meminta guru dan kepala sekolah ikut memberikan pendampingan kepada siswa, termasuk menjadi teladan dalam menjalankan ibadah.

“Jangan hanya anak-anak kita yang diminta untuk pergi ke masjid, tetapi guru-gurunya juga harus hadir untuk mendampingi, serta orang tua juga harus turut mengambil peran,” pintanya.

Menurut Irwan, keterlibatan keluarga menjadi bagian penting karena pembentukan karakter anak tidak hanya berlangsung di sekolah. Kebiasaan yang ditanamkan di lingkungan pendidikan perlu diperkuat melalui pembinaan dan keteladanan di rumah.

Dengan sinergi tersebut, Pejuang Subuh diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kebiasaan positif yang melekat dalam kehidupan pelajar.

Pemkab Diminta Evaluasi Pelaksanaan

Untuk memastikan program berjalan efektif, Bupati Irwan meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama seluruh kepala sekolah melakukan evaluasi secara berkala.

Evaluasi tersebut mencakup tingkat pelaksanaan program, partisipasi siswa, hingga berbagai kendala yang dihadapi pelajar di lapangan.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Gelar Upacara Harkitnas ke-118, Tegaskan Pentingnya Kedaulatan Digital dan Persatuan Bangsa

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah jarak tempat tinggal siswa dengan masjid. Menurut Irwan, kondisi tersebut perlu dipetakan agar pemerintah dan sekolah dapat menentukan solusi yang tepat.

“Kalau memang rumah anak jauh dari masjid, kita harus tahu jaraknya dan kita carikan solusi. Jangan sampai hanya karena persoalan teknis, anak-anak kita akhirnya tidak bisa mengikuti program ini,” tuturnya.

Pemetaan tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan masjid yang paling dekat dan mudah dijangkau oleh para pelajar.

Dengan demikian, keterbatasan akses atau jarak tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk mengikuti kegiatan Pejuang Subuh.

Diusulkan Digelar Bersama di Setiap Kecamatan

Selain pelaksanaan secara rutin di lingkungan masing-masing, Bupati Irwan juga mengusulkan adanya kegiatan Pejuang Subuh bersama secara berkala di tingkat kecamatan.

Dalam konsep tersebut, para pelajar dari sejumlah sekolah dapat dikumpulkan di satu masjid untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah.

Kegiatan bersama itu tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan partisipasi pelajar dalam program, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarsiswa dari berbagai sekolah.

Pelaksanaan secara bergilir di masing-masing kecamatan diharapkan dapat memperkuat keterlibatan masyarakat sekaligus meningkatkan peran masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Gelar Musrenbang 2026, Fokus Akselerasi Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

Bupati Irwan menegaskan bahwa pembiasaan positif yang dimulai sejak usia sekolah dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap pembentukan karakter anak.

“Kalau kebiasaan baik ini kita bangun sejak sekarang, Insya Allah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang lebih disiplin dan memiliki nilai-nilai keagamaan yang kuat,” pungkasnya.

Telah Diluncurkan Sejak Februari 2026

Program Pejuang Subuh sebelumnya telah diluncurkan secara resmi oleh Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, didampingi Wakil Bupati Luwu Timur Puspawati Husler, pada 8 Februari 2026.

Peluncuran tersebut berlangsung bertepatan dengan momentum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Lapangan Batara Guru, Kecamatan Tomoni Timur.

Sejak diluncurkan, program Pejuang Subuh menjadi salah satu upaya Pemkab Luwu Timur dalam membangun kebiasaan positif dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di kalangan pelajar.

Melalui kolaborasi pemerintah, sekolah, keluarga, tokoh agama, pengurus masjid, dan masyarakat, program tersebut diharapkan dapat terus berkembang serta menjadi bagian dari pembinaan karakter generasi muda Luwu Timur.

Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, Pemkab Luwu Timur berharap lahir generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kedisiplinan, akhlak, dan nilai-nilai keagamaan yang kuat.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending