Connect with us

Entertainment

Hanin Dhiya Hidupkan Lagi “Cinta Ini Membunuhku”, Lagu D’MASIV Kini Lebih Sendu

Published

on

KITASULSELJAKARTA — Lagu “Cinta Ini Membunuhku” milik D’MASIV kembali hadir dengan warna berbeda. Hanin Dhiya membawakan ulang lagu yang lekat dengan kisah patah hati tersebut dengan karakter vokal yang lebih lembut, intim dan melankolis.

Single ini resmi dirilis pada 16 September 2026 dan menjadi salah satu langkah awal Hanin Dhiya setelah memulai perjalanan bersama Musica Studios.

Bagi pendengar yang mengenal lagu tersebut sejak era kejayaan D’MASIV, versi Hanin membawa kembali kenangan lama dengan pendekatan yang berbeda. Jika versi aslinya dikenal memiliki energi pop-rock yang kuat, Hanin memberikan ruang lebih besar pada sisi emosional dan rasa kehilangan dalam liriknya.

BACA JUGA  Kotak Resmi Tinggalkan Warner Music Indonesia Setelah 18 Tahun, Buka Babak Baru sebagai Band Indie

“Katanya cinta, kok malah sakit?” menjadi benang merah yang dibawa Hanin dalam interpretasinya. Lagu lama tersebut seolah dibuka kembali melalui sudut pandang seseorang yang sudah melewati masa patah hati, tetapi masih menyimpan sedikit rasa dari cerita yang pernah terjadi.

Hanin mengakui membawakan lagu yang sudah begitu dikenal publik bukan perkara mudah. Tantangannya adalah mempertahankan emosi yang melekat pada lagu asli sekaligus memberikan karakter personal agar versi barunya tidak terdengar sekadar sebagai pengulangan.

“Cinta Ini Membunuhku” juga menjadi jembatan antara pendengar lama D’MASIV dengan audiens baru Hanin. Lagu yang pernah menemani cerita patah hati satu generasi kini diperkenalkan kembali melalui warna vokal yang lebih lembut dan sendu.

BACA JUGA  Lampu Padam, Layar Menyala: 15 Film Agustus 2026 yang Mengusik Nyali hingga Menguras Emosi untuk Weekend

Dari sisi produksi, Hanin turut terlibat sebagai produser bersama Adrian Martadinata. Adrian juga menangani vocal direction, drum programming dan strings, sementara keyboard serta synth bass diperkuat Adrian Rahmat Purwanto.

Tak hanya menghadirkan versi audio, single ini juga dilengkapi video musik dengan pendekatan visual teatrikal. Video tersebut digarap rumah produksi Simbion dan disutradarai Radit ESP, dengan melibatkan aktor Pavel Gunawan.

Lewat versi barunya, Hanin Dhiya tidak berusaha menghapus ingatan pendengar terhadap “Cinta Ini Membunuhku”. Ia justru membawa lagu tersebut ke ruang emosi yang berbeda—lebih tenang, lebih intim, tetapi tetap mempertahankan cerita patah hati yang membuat lagu ini begitu dekat dengan pendengarnya.

BACA JUGA  Desta Tinggalkan Vindes, 5 Tahun Bersama Vincent Rompies Akhirnya Berakhir

Kini, “Cinta Ini Membunuhku” versi Hanin Dhiya sudah tersedia di berbagai platform streaming musik digital, sementara video musiknya dapat disaksikan melalui kanal YouTube Hanin Dhiya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending