Sulsel Keren
Balla Lompoa Gowa, Jejak Istana Raja yang Menyimpan Sejarah Kerajaan Gowa
KITASULSEL — MAKASSAR — Di tengah Kota Sungguminasa, Kabupaten Gowa, berdiri sebuah bangunan kayu yang menyimpan jejak panjang sejarah Kerajaan Gowa. Bangunan itu adalah Balla Lompoa, yang dalam bahasa Makassar berarti rumah besar atau rumah kebesaran.
Namun, Balla Lompoa bukan sekadar bangunan tradisional. Tempat ini pernah menjadi kediaman raja sekaligus pusat pemerintahan Kerajaan Gowa pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-XXXV, I Mangimangi Daeng Matutu Karaeng Bontonompo yang bergelar Sultan Muhammad Tahir Muhibuddin.
Balla Lompoa dibangun pada 1936. Pembangunannya menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Kerajaan Gowa setelah periode panjang konflik dengan VOC dan lahirnya Perjanjian Bungaya pada 1667.
Dalam catatan sejarah Kabupaten Gowa, Perjanjian Bungaya membawa sejumlah ketentuan yang membatasi Kerajaan Gowa, termasuk terkait pembangunan benteng dan bangunan pertahanan. Karena itu, berdirinya kembali pusat pemerintahan kerajaan di Sungguminasa menjadi bagian dari perjalanan Gowa dalam mempertahankan keberadaan dan identitas pemerintahannya.
Secara arsitektur, Balla Lompoa memperlihatkan karakter rumah tradisional Bugis-Makassar. Bangunan utamanya berbentuk rumah panggung dengan material kayu, dilengkapi tangga menuju ruang teras. Susunan ruang di dalamnya juga menggambarkan fungsi istana, termasuk ruang pribadi raja, ruang penyimpanan benda bersejarah dan ruang kerajaan.
Setelah masa pemerintahan kerajaan berakhir, fungsi Balla Lompoa kemudian berubah. Berdasarkan kajian Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, perubahan tersebut berkaitan dengan perubahan sistem pemerintahan Gowa dari swapraja menuju swatantra. Balla Lompoa kemudian ditetapkan menjadi museum melalui Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Gowa Nomor 77/AU/1973 tertanggal 11 Desember 1973.
Kini, bangunan tersebut menjadi Museum Balla Lompoa dan menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan Kerajaan Gowa.
Koleksinya antara lain benda pusaka, senjata tradisional, aksesoris kerajaan, foto-foto raja dan kerajaan, serta berbagai benda yang merekam perjalanan sejarah Gowa dari masa ke masa. Pemerintah Kabupaten Gowa mencatat terdapat 465 koleksi di Museum Balla Lompoa, termasuk Salokoa dan berbagai benda peninggalan Tumanurung Bainea serta raja-raja Gowa.
Di dalam museum juga terdapat silsilah raja-raja Gowa, yang menghubungkan sejarah kerajaan sejak Tumanurung Bainea hingga raja terakhir. Hal tersebut membuat Balla Lompoa tidak hanya menjadi tempat menyimpan benda lama, tetapi juga menjadi ruang untuk membaca kembali perjalanan politik, budaya dan kehidupan Kerajaan Gowa.
Menariknya, sejarah Kerajaan Gowa sendiri memiliki perjalanan panjang. Pemerintah Kabupaten Gowa mencatat kerajaan ini telah mengalami 36 kali pergantian raja, mulai dari Tumanurung Bainea hingga era Raja Gowa terakhir. Dalam perjalanan tersebut lahir sejumlah tokoh penting, termasuk Sultan Alauddin dan Sultan Hasanuddin, Raja Gowa ke-16 yang kemudian dikenal dengan julukan Ayam Jantan dari Timur.
Karena nilai sejarah dan budayanya, kompleks Balla Lompoa kini ditetapkan sebagai salah satu kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan di Kabupaten Gowa. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa sejarah Kerajaan Gowa tidak hanya tersimpan dalam buku, tetapi juga masih dapat dilihat melalui bangunan, benda pusaka dan ruang-ruang yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Balla Lompoa pada akhirnya bukan hanya tentang sebuah rumah besar. Di balik tiang-tiang kayunya, tersimpan cerita tentang kerajaan, kekuasaan, perubahan zaman hingga perjalanan masyarakat Gowa mempertahankan identitas budayanya.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
4 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login