Connect with us

NEWS

Menunda 5 Tahun Demi Keyakinan, La Beddu Akhirnya Berangkat Haji Bersama Annur dan Sang Anak

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Di tengah riuh persiapan keberangkatan jamaah calon haji tahun 2026, terselip kisah penuh keteguhan dari seorang lansia asal Kabupaten Sidrap, La Beddu.

Pria berusia 67 tahun asal Panreng, Kecamatan Baranti ini telah menunggu selama 15 tahun untuk menunaikan ibadah haji. Penantian panjang itu bukan semata karena antrean, tetapi karena sebuah keyakinan—bahwa ia ingin berangkat ke Tanah Suci bersama pendamping yang ia percayai sepenuh hati: PT Annur Maarif.

Padahal, lima tahun lalu namanya telah lebih dulu dipanggil. Kesempatan berhaji sudah terbuka. Namun saat itu, La Beddu memilih menunda.

“Sudah naik nama lima tahun lalu, tapi bukan Annur… Melo mokka ko Annur yola,” ujarnya dengan logat khas Bugis, yang berarti ia ingin berangkat jika bersama Annur.

BACA JUGA  Program Makan Bergizi Gratis Perkuat SDM Menuju Indonesia Emas 2045!

Bagi La Beddu, haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan batin yang membutuhkan rasa tenang dan keyakinan penuh. Ia mengaku sering mendengar cerita tentang pelayanan Annur Maarif—tentang bagaimana jamaah diperlakukan dengan penuh perhatian, dibimbing dengan sabar, dan dijaga sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

Cerita-cerita itulah yang tertanam kuat di benaknya, hingga ia rela menunda keberangkatan demi mendapatkan pengalaman ibadah yang menurutnya lebih “sempurna”.

Kini, penantian panjang itu akhirnya terbayar. Tahun ini, La Beddu dipastikan berangkat sebagai jamaah calon haji, bahkan lebih istimewa lagi, ia akan menunaikan rukun Islam kelima tersebut bersama anaknya.

Keduanya tergabung dalam KBIHU Kecamatan Baranti dan masuk dalam kloter 2 jamaah calon haji asal Sidrap embarkasi Ujung Pandang.

BACA JUGA  Tanggapi Pembubaran Satgas Sebar Pungli, Rudianto Lallo: Cukup Maksimalkan Penegak Hukum

Bagi La Beddu, kebersamaan dengan anaknya menjadi anugerah tersendiri dalam perjalanan suci ini. Ia tidak hanya membawa harapan pribadi, tetapi juga doa dan cinta seorang ayah yang ingin menapaki jejak spiritual bersama darah dagingnya.

Di usianya yang tidak lagi muda, langkah La Beddu mungkin tak sekuat dulu. Namun tekadnya justru semakin kokoh. Ia percaya, dengan pendampingan yang tepat, perjalanan hajinya akan menjadi lebih ringan dan bermakna.

Kisah La Beddu menjadi potret sederhana tentang bagaimana ibadah haji bukan hanya soal giliran, tetapi juga tentang keyakinan, kesiapan hati, dan rasa percaya.

Di balik angka-angka kuota dan jadwal keberangkatan, ada cerita-cerita seperti La Beddu—yang mengajarkan bahwa menunggu dengan sabar, memilih dengan yakin, dan melangkah dengan tenang adalah bagian dari perjalanan menuju panggilan Ilahi.

BACA JUGA  IPTU Didik Sutikno Tegaskan Penanganan Kasus Narkoba Ikuti Prosedur 3x24 Jam
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Hari Kedua Manasik Haji Akbar Annur, Empat Ustaz Kondang Perdalam Materi, Jamaah Kian Mantap Berangkat

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Memasuki hari kedua pelaksanaan Manasik Haji Akbar PT Annur Maarif, suasana pembekalan jamaah semakin intens dan penuh antusias. Sebanyak 855 jamaah calon haji yang mengikuti kegiatan di Masjid Agung Sidrap mendapatkan penguatan materi langsung dari empat ustaz kondang yang dihadirkan sebagai pemateri utama.

Keempat tokoh tersebut yakni Ustaz Malik Tibe, Ustaz Wahyu, Rahmat Saleh, serta Hamka Adama, yang secara bergantian menyampaikan materi pendalaman ibadah haji, mulai dari aspek fiqih hingga kesiapan mental dan kebersamaan selama di Tanah Suci.

Materi yang disampaikan pada hari kedua ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menekankan pada pentingnya memahami peran pendamping dan sistem pelayanan dalam penyelenggaraan ibadah haji, khususnya yang dijalankan oleh PT Annur Maarif.

BACA JUGA  Komisi IX DPR Dorong Pemerintah Kaji Ulang Anggaran Program Makan Bergizi

Para pemateri menggarisbawahi bahwa keberhasilan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh kesiapan individu jamaah, tetapi juga oleh kualitas pendampingan yang diberikan sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

Dalam sesi interaktif, jamaah terlihat aktif berdiskusi dan menggali berbagai pengalaman lapangan yang dibagikan para ustaz, termasuk simulasi kondisi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Sejumlah jamaah mengaku semakin yakin dan nyaman dengan pilihan mereka menjadikan Annur Maarif sebagai pendamping ibadah haji. Mereka menilai sistem pembinaan yang diberikan terasa lebih terstruktur dan menyentuh kebutuhan jamaah secara menyeluruh.

“Kami merasa lebih tenang karena pendamping dari Annur sangat berpengalaman. Dari manasik saja sudah terlihat bagaimana mereka membimbing dengan detail dan sabar,” ungkap salah satu jamaah.

BACA JUGA  NasDem Takalar Solid! Syaharuddin Alrif Pimpin Konsolidasi dan Buka Puasa Bersama Kader

PT Annur Maarif sendiri dikenal memiliki standar pendampingan yang kuat, dengan menghadirkan petugas yang profesional dan berpengalaman dalam mengelola jamaah di Tanah Suci. Hal ini menjadi salah satu faktor yang membuat tingkat kepercayaan masyarakat terus meningkat, baik dalam penyelenggaraan umrah maupun haji.

Dengan menghadirkan pemateri berkompeten dan pendekatan pembinaan yang komprehensif, pelaksanaan Manasik Haji Akbar ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan pelayanan ibadah yang berkualitas, aman, dan penuh kenyamanan bagi jamaah.

Hari kedua ini sekaligus menegaskan komitmen PT Annur Maarif dalam mempersiapkan jamaah secara matang, bukan hanya dari sisi ritual, tetapi juga kesiapan mental, kebersamaan, dan kepercayaan diri dalam menjalankan rukun Islam kelima.

BACA JUGA  Tanggapi Pembubaran Satgas Sebar Pungli, Rudianto Lallo: Cukup Maksimalkan Penegak Hukum
Continue Reading

Trending