Connect with us

Pemkot Makassar

Kafilah Makassar Raih 47 Juara di MTQ Sulsel, Munafri Serahkan Bonus dan Targetkan Juara Umum

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Munafri Arifuddin didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa menyerahkan bonus dan penghargaan kepada kafilah Kota Makassar yang berhasil menorehkan prestasi gemilang pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran ke-34 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Kontingen Makassar sukses meraih 47 gelar juara dari berbagai cabang lomba dan keluar sebagai Juara 2 Umum tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Sejumlah peserta terbaik juga dipastikan akan mewakili Provinsi Sulawesi Selatan pada ajang MTQ tingkat nasional.

Penyerahan bonus berlangsung penuh apresiasi dan kebanggaan di Baruga Anging Mammiri Rujab Wali Kota Makassar. Pemerintah Kota Makassar memberikan penghargaan berupa uang tunai kepada para peserta kafilah yang berhasil mengharumkan nama daerah.

BACA JUGA  Kunker di Makassar, Danny Pomanto dan Indira Yusuf Ismail Jemput KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali di Bandara Lanud Sultan

“Pemkot Makassar menyiapkan berbagai macam bonus-bonus atau penghargaan kepada para kafilah yang telah mengukir prestasi. Ini hal yang sangat positif karena kita ingin terus meningkatkan minat mengaji anak-anak muda untuk bisa menjadi generasi-generasi Quran ke depan,” kata Munafri.

Meski berhasil menempati posisi Juara 2 Umum, wali kota yang akrab disapa Appi itu menegaskan target Pemerintah Kota Makassar pada pelaksanaan MTQ berikutnya adalah menjadi Juara Umum tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

“Ini merupakan kebanggaan luar biasa bagi Kota Makassar. Target saya sebenarnya Juara Umum. Tapi insyaallah ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk lebih baik lagi pada MTQ berikutnya,” ujarnya.

Menurut Munafri, target menjadi Juara Umum bukan hanya sebatas mengejar trofi, tetapi juga menjadi simbol meningkatnya kemampuan masyarakat Kota Makassar dalam membaca, memahami, menghayati, dan mengamalkan isi kandungan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA  Pemkot Makassar Siapkan Mutasi Besar-Besaran, 34 Pejabat Eselon II Sudah Jalani Uji Kesesuaian

Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi keagamaan, melainkan momentum penting dalam membangun generasi Qurani yang mampu menerapkan nilai-nilai Al-Quran di tengah kehidupan sosial masyarakat.

“Pemerintah Kota Makassar harus punya andil dalam menciptakan generasi Qurani yang mampu memberikan pengaruh positif di mana pun mereka berada,” tambahnya.

Munafri juga memberikan apresiasi kepada para pelatih, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar, serta dukungan Kementerian Agama Kota Makassar yang terus bersinergi dalam pembinaan keagamaan dan pengembangan prestasi kafilah Kota Makassar.

Keberhasilan para peserta muda Kota Makassar dalam ajang MTQ, kata dia, menjadi bukti tumbuhnya semangat kompetitif sekaligus kecintaan generasi muda terhadap Al-Quran.

BACA JUGA  Momentum Upacara HUT RI ke-79, Danny Ajak Masyarakat Bersatu Tanggalkan Perbedaan

Pemerintah Kota Makassar berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus meningkatkan minat membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Quran, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi MTQ mendatang dengan prestasi yang lebih tinggi.

Continue Reading
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Reformasi Birokrasi Makassar Masuki Babak Baru, Munafri Tegaskan Sistem Karier ASN Kini Berbasis Kompetensi dan Digitalisasi

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Munafri Arifuddin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam membangun tata kelola birokrasi yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel melalui penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis digital.

Langkah reformasi birokrasi di Makassar dinilai mulai menemukan bentuk yang lebih modern di tengah tuntutan publik terhadap pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik nonteknis dalam promosi maupun mutasi jabatan.

Komitmen tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan Ekspose Manajemen Talenta Pemerintah Kota Makassar yang berlangsung di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Sabtu (9/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Badan Kepegawaian Negara hadir untuk mengevaluasi kesiapan Pemkot Makassar dalam mengimplementasikan sistem manajemen talenta ASN melalui aplikasi SIMATA (Sistem Informasi Manajemen Talenta).

Sejumlah pejabat BKN RI yang hadir di antaranya Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN, Herman, Deputi Bidang Penyelenggaraan Layanan Manajemen ASN, Rahman Hadi, serta Sekretaris Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN, Diah Kusuma Ismuwardani.

BACA JUGA  Momentum Upacara HUT RI ke-79, Danny Ajak Masyarakat Bersatu Tanggalkan Perbedaan

Melalui simulasi penggunaan aplikasi SIMATA, Pemkot Makassar menunjukkan kesiapan dalam menerapkan sistem pengelolaan karier ASN yang lebih objektif, terukur, dan berbasis kompetensi.

Munafri menegaskan bahwa penerapan manajemen talenta bukan sekadar memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi menjadi strategi utama dalam memastikan setiap ASN menempati posisi yang sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki.

“Pemkot Makassar menginginkan pola penjenjangan karier ASN yang jelas, transparan, dan akuntabel. Seluruh ASN harus duduk pada posisi yang benar-benar sesuai dengan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki. The right man on the right place,” kata Munafri.

Ia juga menegaskan bahwa sistem baru tersebut diharapkan mampu menghapus paradigma lama terkait promosi dan mutasi jabatan yang selama ini kerap dipersepsikan dipengaruhi faktor di luar ketentuan teknis.

BACA JUGA  Kunker di Makassar, Danny Pomanto dan Indira Yusuf Ismail Jemput KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali di Bandara Lanud Sultan

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi kesan bahwa promosi dan mutasi dilakukan karena pengaruh di luar ketentuan teknis. Semua harus berbasis sistem, berbasis kompetensi, dan berbasis kinerja,” ujarnya.

Munafri turut menyampaikan apresiasi kepada Badan Kepegawaian Negara dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas dukungan serta pendampingan dalam proses implementasi manajemen talenta ASN di Kota Makassar.

Sementara itu, Herman menilai Kota Makassar telah menunjukkan kesiapan yang matang dalam menjalankan sistem manajemen talenta sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan penguatan sistem merit pemerintahan daerah.

Menurutnya, sistem tersebut penting agar setiap ASN memahami arah pengembangan karier serta kompetensi yang perlu ditingkatkan untuk menduduki posisi tertentu.

BACA JUGA  Danny Pomanto Buka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Makassar Tahun 2026

“Yang terpenting adalah semua pegawai harus tahu bahwa Kota Makassar sudah memiliki model pengembangan pegawai dengan manajemen talenta. Jadi ASN tahu apa yang harus mereka tingkatkan, baik dari sisi kinerja maupun kualifikasi,” jelasnya.

Senada dengan itu, Rahman Hadi mendorong seluruh ASN di lingkungan Pemkot Makassar agar aktif memperbarui data kompetensi, prestasi, dan rekam jejak dalam sistem SIMATA.

Ia menyebut langkah tersebut penting agar proses pengembangan karier ASN dapat berjalan lebih optimal, objektif, dan berbasis data.

“Dengan manajemen talenta, kepala daerah memiliki argumentasi yang kuat karena seluruh proses berbasis sistem dan data,” tutupnya.

Continue Reading

Trending