Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

DPK Luwu Timur Gelar Lomba Perpustakaan Desa Terbaik 2026, Dorong Peningkatan Minat Baca

Published

on

KITASULSEL–LUWUTIMUR — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Luwu Timur menggelar Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Kabupaten Luwu Timur Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan perpustakaan di tingkat desa.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam mendorong keberadaan perpustakaan desa agar tidak hanya menjadi tempat penyimpanan dan peminjaman buku, tetapi juga berkembang sebagai ruang belajar dan sarana meningkatkan minat baca masyarakat.

Proses penilaian dilakukan melalui visitasi langsung oleh tim juri yang terdiri dari unsur Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), pegiat literasi, serta pustakawan DPK Luwu Timur.

Pada hari pertama pelaksanaan, Rabu (9/9/2026), tim juri mengunjungi tiga perpustakaan yang berada di Desa Pasi-Pasi, Desa Harapan, dan Desa Kawata.

Tim melakukan penilaian secara langsung di masing-masing perpustakaan untuk melihat kondisi fasilitas, sistem pengelolaan, kualitas pelayanan, hingga tingkat keterlibatan dan kunjungan masyarakat.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Siapkan Hunian Sementara dan Bantuan Logistik bagi Warga Terdampak Penertiban Lahan Laoli

Penilaian tidak hanya berfokus pada kondisi fisik perpustakaan. Tim juga melihat bagaimana perpustakaan dikelola dan dimanfaatkan sebagai bagian dari aktivitas masyarakat di wilayah masing-masing.

Delapan Dimensi Menjadi Dasar Penilaian

Dalam lomba tersebut, penilaian mencakup delapan dimensi utama. Aspek yang dinilai meliputi koleksi perpustakaan, sarana dan prasarana, pelayanan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan, pengelolaan, inovasi, serta dampak perpustakaan.

Delapan dimensi tersebut menjadi acuan tim juri untuk melihat secara menyeluruh kualitas perpustakaan desa yang mengikuti perlombaan.

Dengan penilaian tersebut, perpustakaan tidak hanya dituntut memiliki koleksi yang memadai, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang baik, menghadirkan inovasi, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kepala Bidang Perpustakaan DPK Luwu Timur, Suliati, menjelaskan terdapat sejumlah tahapan yang dilakukan sebelum proses visitasi dan penilaian berlangsung.

Tahapan awal dimulai dengan sosialisasi kepada para camat terkait pelaksanaan lomba perpustakaan desa/kelurahan tingkat kabupaten.

Selanjutnya, pihak kecamatan melakukan proses seleksi terhadap perpustakaan desa yang dinilai layak untuk mewakili wilayahnya dalam lomba.

BACA JUGA  Musrenbangdes Tabarano Bahas Prioritas Pembangunan 2027 dan Usulan 2028

“Adapun tahapan awal yang kami laksanakan yakni mensosialisasi kepada para Camat. Selanjutnya, pihak kecamatan melakukan seleksi terhadap dua perpustakaan desa yang dinilai layak mewakili kecamatannya dalam lomba,” ujar Suliati.

Menurutnya, lomba tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mencari perpustakaan yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus evaluasi terhadap pengelolaan perpustakaan desa di Luwu Timur.

Dorong Perpustakaan Terus Berikan Manfaat

Suliati mengatakan, melalui proses penilaian dan visitasi, pengelola perpustakaan dapat mengetahui berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki dan dikembangkan.

“Kami ingin penilaian ini menjadi wadah untuk mengevaluasi bagaimana layanan perpustakaan selama ini berjalan, sekaligus mendorong pengelola untuk meningkatkan kualitas layanan dan melibatkan lebih banyak masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap, perpustakaan desa yang mengikuti lomba maupun yang belum berkesempatan menjadi peserta dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan.

BACA JUGA  Bupati Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Utsman Bin Affan dan TK Islam Al Ihsan Tomoni

Menurutnya, keberadaan perpustakaan desa akan semakin berarti apabila mampu menghadirkan layanan yang dibutuhkan masyarakat dan menjadi ruang yang aktif untuk belajar, membaca, serta mengembangkan berbagai potensi.

Karena itu, Suliati berharap aktivitas perpustakaan tidak hanya meningkat ketika menghadapi perlombaan. Setelah seluruh rangkaian lomba selesai, pengelola diharapkan tetap konsisten memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Harapan kami, setelah lomba ini, perpustakaan desa tidak hanya aktif saat mengikuti perlombaan, tetapi terus memberikan layanan dan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik 2026, DPK Luwu Timur mendorong agar perpustakaan di tingkat desa dan kelurahan dapat berkembang menjadi pusat kegiatan literasi yang aktif, inklusif, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Upaya tersebut sekaligus diharapkan mampu memperkuat budaya membaca dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat Luwu Timur melalui akses terhadap bahan bacaan, informasi, serta berbagai kegiatan literasi.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending