Connect with us

NEWS

Stadion Sudiang Tak Akan Terhenti, Satpol PP Sulsel Dikerahkan Kawal Proyek hingga Rampung

Published

on

KITASULSEL–MAKASSAR — Pembangunan Stadion Sudiang di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dipastikan tetap berjalan meski muncul persoalan terkait klaim kepemilikan lahan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel bahkan mengerahkan personel Satpol PP untuk melakukan pengawasan dan pengamanan di sekitar lokasi proyek.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas konstruksi tetap berlangsung sekaligus meredam kekhawatiran bahwa sengketa lahan dapat menghambat proyek stadion yang menjadi salah satu pembangunan strategis di Sulsel.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel, Suherman, mengatakan pengawasan oleh Satpol PP dilakukan secara berkala selama pekerjaan berlangsung di kawasan GOR Sudiang.

“Masalah Satpol, kami memang selalu melakukan pengawasan. Karena bagaimanapun, kita harus melihat sampai sejauh mana hal ini harus dikawal dengan baik,” ungkap Suherman, Jumat (2/10/2026).

Satpol PP Disiagakan di Lokasi Proyek

Suherman menegaskan, pengerjaan konstruksi tidak dihentikan akibat persoalan lahan. Menurutnya, pengamanan dilakukan agar aktivitas pembangunan dapat berlangsung secara aman hingga proyek selesai.

Sementara persoalan mengenai pihak yang mengklaim memiliki hak atas lahan diserahkan untuk diselesaikan melalui mekanisme hukum.

“Kami siagakan (Satpol PP Sulsel) agar pembangunan berjalan aman hingga selesai. Adapun jika ada persoalan-persoalan lain, itu kembali ke ranah hukum. Yang penting pembangunan tetap jalan,” tegasnya.

Pemprov Sulsel juga telah melakukan koordinasi dengan Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) yang menangani detail pelaksanaan proyek.

Dari hasil pemantauan Pemprov Sulsel, sejauh ini tidak terdapat kendala berarti yang menghentikan pekerjaan konstruksi.

BACA JUGA  PSI Makassar dan Pemuda Rajawali-Makassar Racing Satukan Langkah, Siap Layani Masyarakat Lewat Layanan Ambulans Gratis

“Selama ini tidak ada kendala. Insyaallah seperti yang saya katakan tadi, pembangunan akan berjalan dengan lancar. Kita harapkan tidak ada kendala sampai selesai,” ujar Suherman.

Progres Stadion Sudiang Sudah 22 Persen

Di tengah isu mengenai lahan, pembangunan fisik Stadion Sudiang terus dikebut. Suherman menyebut progres konstruksi kini telah mencapai sekitar 22 persen.

Pengerjaan tribun penonton menjadi salah satu bagian yang tengah dipacu. Pembangunan dilakukan secara beriringan pada empat sisi stadion.

“Berdasarkan pantauan kami, progres sudah kurang lebih 22 persen. Pembangunan mulai dari tribun selatan lantai 1, 2, 3, 4, kemudian tribun barat, timur, dan utara sudah sementara dikejar pembangunannya,” jelasnya.

Pemprov berharap pekerjaan pada tribun penonton dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Alhamdulillah untuk kegiatan proyek masih terus berjalan sesuai aturan. Adapun beberapa yang masih tertinggal, masih terus dikebut,” imbuh Suherman.

Suherman juga menegaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan proyek tersebut secara berkala.

Proyek Stadion Bernilai Rp674,9 Miliar

Stadion Sudiang merupakan proyek kolaborasi pemerintah pusat dan Pemprov Sulsel. Kementerian Pekerjaan Umum mengalokasikan anggaran pembangunan sekitar Rp674,9 miliar, sementara Pemprov Sulsel menyiapkan lahan sekitar 15 hektare.

Dari lahan tersebut, sekitar 7 hektare dialokasikan untuk bangunan utama stadion, sedangkan area lainnya diperuntukkan bagi fasilitas penunjang.

BACA JUGA  Resmob Polda Sulsel Bekuk Pelaku Curat di Maros, Satu Unit HP Diamankan

Pemprov Sulsel sebelumnya menyebut stadion tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem kawasan olahraga terpadu di GOR Sudiang. Rencana pembangunannya menggunakan skema kontrak tahun jamak atau multiyears contract 2025-2027.

Ditargetkan Fungsional pada 2028

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo sebelumnya juga memastikan pembangunan Stadion Sudiang tetap berjalan sesuai perencanaan.

Saat meninjau kawasan GOR Sudiang pada Kamis (24/9/2026), Dody menyebut progres proyek masih berada dalam jalur yang direncanakan.

“Tiap hari ngecek (progres pembangunan Stadion Sudiang), aman-aman. Bagus-bagus, progresnya bagus, semua masih on track,” kata Dody.

Dody juga menyampaikan target Stadion Sudiang sudah dapat difungsikan pada 2028.

“Iya (tahun 2028) sudah fungsional (Stadion Sudiang Makassar),” imbuhnya.

Menurut Dody, berbagai persoalan yang muncul dalam proses pembangunan akan diselesaikan agar proyek tetap dapat berjalan.

“Insyaallah pasti diberesin. Kita mengerjakan sesuatu untuk rakyat,” tegasnya.

Pemprov Klaim Lahan Stadion Sudah Bersertifikat

Persoalan lahan menjadi perhatian setelah muncul pihak yang mengaku sebagai ahli waris dan meminta pembayaran ganti rugi.

Pemprov Sulsel sebelumnya menyatakan lokasi yang digunakan untuk pembangunan stadion telah memiliki Sertifikat Hak Pakai (SHP) atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BKAD Sulsel Reza Faisal Saleh pada Agustus 2026.

Reza mengatakan pihak yang mengajukan klaim belum menunjukkan secara jelas hasil plotting dari BPN mengenai titik lahan yang dimaksud.

“Tidak jelas di mana titik yang dimaksud, belum ada plotting BPN di mana lokasinya. Lokasi stadion yang sementara dibangun sudah dicek dan clear karena lokasi tersebut bersertifikat,” ujar Reza.

BACA JUGA  Dua Bersaudara Asal Sidrap Jadi Jamaah Haji Termuda Haji Khusus PT Annur Maarif 2026, Kisah Haru Menanti 7 Tahun

Meski demikian, persoalan tersebut tetap ditangani melalui aspek hukum. Pemprov Sulsel juga melakukan kajian terhadap dokumen yang berkaitan dengan klaim kepemilikan lahan.

Reza menyebut aparat penegak hukum mengingatkan pemerintah agar tidak melakukan pembayaran ganti rugi sebelum posisi hukum dan objek tanah benar-benar jelas.

“Terkait gugatan ganti rugi stadion, APH memperingatkan untuk tidak membayar dulu karena status kita SHP yang tentu keluar karena ada syarat terpenuhi,” jelasnya.

Pemprov Sulsel menyatakan penyelesaian persoalan lahan tetap mengacu pada dokumen pertanahan dan proses hukum yang berlaku.

Persoalan Lahan Masih Dikaji

Di sisi lain, persoalan lahan Stadion Sudiang juga menjadi perhatian dalam pembahasan di tingkat DPRD Sulsel. Pemprov Sulsel menyatakan telah menyepakati pembentukan tim teknis yang melibatkan Pemprov, DPRD, BPN dan BPKH untuk mengkaji persoalan tersebut.

Dengan demikian, pembangunan fisik stadion dan penyelesaian persoalan hukum terkait lahan berjalan pada jalurnya masing-masing.

Pemprov Sulsel menegaskan pekerjaan konstruksi tetap dilanjutkan, sementara persoalan klaim kepemilikan lahan diselesaikan berdasarkan dokumen dan mekanisme hukum yang berlaku.

Hingga awal Oktober 2026, progres pembangunan telah mencapai sekitar 22 persen, dengan pekerjaan tribun selatan, barat, timur, dan utara terus dikebut. Pemerintah menargetkan Stadion Sudiang dapat berfungsi pada 2028.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending