Nasional
Indonesia-Jerman Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Riset, Terjalin 190 Kemitraan Perguruan Tinggi
KITASULSEL–JAKARTA – Indonesia dan Jerman terus memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi dan riset melalui sekitar 190 kemitraan antara perguruan tinggi kedua negara. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka lebih banyak peluang pertukaran akademik, pengembangan penelitian, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Duta Besar Jerman untuk Republik Indonesia, Oliver Sperling, dalam konferensi pers Kerja Sama Pendidikan dan Riset Jerman-Indonesia yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Federal Jerman bersama German Academic Exchange Service (DAAD) di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Sperling menilai kerja sama akademik memiliki peran penting dalam memperkuat institusi pendidikan tinggi, mempertemukan peneliti dari berbagai bidang, serta mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi kedua negara.
“Pertukaran akademik menciptakan peluang yang melampaui ruang kelas. Ini menghubungkan para peneliti, memperkuat universitas, dan mendorong inovasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, Jerman berkomitmen memperluas kemitraan akademik dengan Indonesia, termasuk membuka peluang kerja sama baru yang dapat menjawab tantangan pembangunan dan kebutuhan masyarakat.
“Kunjungan Presiden DAAD ini membawa pesan yang jelas: Jerman berkomitmen untuk memperkuat kemitraan akademik dengan Indonesia dan membuka peluang baru bagi kerja sama di masa depan,” jelasnya.
Kerja Sama Menyasar Energi Terbarukan hingga Kecerdasan Buatan
Sperling mengatakan, kolaborasi Indonesia dan Jerman berpeluang diperluas ke sejumlah bidang strategis. Di antaranya energi terbarukan, perubahan iklim, keanekaragaman hayati, digitalisasi, serta kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, bidang-bidang tersebut membutuhkan pengembangan pengetahuan, kompetensi, dan inovasi yang dapat dilakukan melalui kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi dan pusat penelitian.
Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri dan masyarakat. Sejumlah bidang teknis, sosial, dan medis dinilai membutuhkan tenaga profesional dengan kemampuan yang terus diperbarui.
Salah satu tantangan dalam memperluas pertukaran akademik adalah ketersediaan beasiswa. Meski demikian, Sperling menilai masih terdapat berbagai peluang lain yang dapat dikembangkan untuk memperkuat mobilitas mahasiswa, dosen, dan peneliti.
“Jika berbicara tentang kompetensi yang dibutuhkan masyarakat Indonesia, kompetensi yang sama juga dibutuhkan Jerman. Kita harus bekerja sama untuk menjadi lebih baik dan mengatasi tantangan-tantangan tersebut,” ujarnya.
Pandangan tersebut menekankan bahwa kerja sama pendidikan tidak hanya berorientasi pada kesempatan belajar di luar negeri, tetapi juga pada pengembangan keahlian yang relevan dengan kebutuhan kedua negara.
Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman, perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik sekaligus menghasilkan penelitian yang memberikan manfaat nyata.
DAAD Ingin Tingkatkan Jumlah Mahasiswa Indonesia di Jerman
Sementara itu, Presiden DAAD, Prof. Dr. Joybrato Mukherjee, menyampaikan keinginan lembaganya untuk meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan di Jerman.
Meski belum menetapkan target angka khusus, DAAD berupaya menarik lebih banyak mahasiswa dan talenta Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan serta pengembangan akademik yang tersedia di negara tersebut.
“Kami sangat tertarik untuk meningkatkan jumlah mahasiswa, dalam arti menarik lebih banyak talenta terbaik dari Indonesia,” ungkap Mukherjee.
Ia menjelaskan, DAAD menyediakan beragam kesempatan bagi mahasiswa, kandidat doktor, dan peneliti Indonesia untuk melanjutkan studi maupun mengembangkan karier akademik di Jerman.
Kesempatan tersebut dapat diakses melalui program-program yang tersedia, termasuk beasiswa sesuai persyaratan dan bidang studi masing-masing.
Mukherjee menyebutkan, lebih dari 5.000 mahasiswa Indonesia saat ini tercatat menempuh pendidikan di berbagai universitas di Jerman.
Selain itu, sepanjang 2025, DAAD mendukung lebih dari 600 mahasiswa, kandidat doktor, peneliti, dan peserta kegiatan akademik asal Indonesia di Jerman.
Data tersebut menunjukkan adanya keterlibatan akademisi Indonesia dalam ekosistem pendidikan tinggi Jerman. Ke depan, DAAD berharap jumlah peserta dari Indonesia dapat meningkat melalui perluasan informasi, kesempatan pendanaan, serta penguatan kemitraan antarkampus.
Bagi mahasiswa Indonesia, peluang studi di Jerman dapat menjadi sarana untuk memperdalam keahlian, memperoleh pengalaman internasional, dan membangun jaringan akademik yang dapat mendukung pengembangan ilmu pengetahuan di dalam negeri.
Indonesia-Jerman Jajaki Pendanaan Riset Bersama
Selain pertukaran mahasiswa dan akademisi, Indonesia dan Jerman juga menjajaki pengembangan skema pendanaan riset bersama.
Pembahasan mengenai hal tersebut sebelumnya dilakukan dalam pertemuan antara DAAD dan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, pada Rabu (21/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membentuk kelompok kerja untuk mengidentifikasi bidang penelitian prioritas sekaligus menjajaki kemungkinan pendanaan bersama.
Sejumlah bidang yang menjadi perhatian meliputi ketahanan pangan, perubahan iklim, pertanian, dan perikanan.
Kerja sama pendanaan riset diharapkan dapat memperkuat kolaborasi para peneliti dari kedua negara, mulai dari penyusunan agenda penelitian hingga pengembangan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ketahanan pangan, misalnya, membutuhkan dukungan penelitian untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat sistem pangan, dan menghadapi dampak perubahan iklim. Sementara itu, penelitian di bidang perikanan dapat mendukung pengelolaan sumber daya perairan dan pengembangan teknologi yang berkelanjutan.
Namun, penjajakan pendanaan bersama tersebut masih memerlukan tindak lanjut melalui identifikasi prioritas, pembahasan mekanisme pendanaan, dan kesepakatan antara pihak-pihak terkait.
DAAD Telah Hadir Lebih dari 70 Tahun di Indonesia
DAAD merupakan lembaga yang mendukung pertukaran akademik internasional, termasuk melalui pemberian beasiswa, dukungan penelitian, dan pengembangan kemitraan pendidikan tinggi.
Lembaga tersebut telah aktif di Indonesia selama lebih dari 70 tahun dan membuka kantor di Jakarta pada 1990.
Selama beroperasi di Indonesia, DAAD turut mendukung mobilitas mahasiswa dan peneliti serta membangun kerja sama jangka panjang antara perguruan tinggi kedua negara.
Keberadaan sekitar 190 kemitraan perguruan tinggi Indonesia-Jerman menjadi salah satu fondasi bagi pengembangan kolaborasi tersebut. Kemitraan ini dapat menjadi jalur untuk memperluas pertukaran akademik, memperkuat penelitian bersama, dan meningkatkan hubungan kelembagaan antarkampus.
Ke depan, penguatan kerja sama pendidikan tinggi dan riset diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Jerman, tetapi juga mendorong lebih banyak penelitian bersama yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Dengan memperluas akses pendidikan, memperkuat pendanaan penelitian, dan mengembangkan kompetensi di bidang strategis, Indonesia dan Jerman berupaya membangun kemitraan akademik yang berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
4 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login