Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Hadapi Musim Kemarau, Bupati Irwan Bachri Syam Optimistis Luwu Timur Mampu Jaga Produktivitas Pertanian Lewat MT 3

Published

on

KITASULSEL–LUWUTIMUR Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mendorong pelaksanaan Musim Tanam Ketiga (MT 3) meskipun saat ini wilayah tersebut tengah memasuki musim kemarau.

Optimisme tersebut disampaikan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, saat menghadiri Rapat Koordinasi Penyuluh Pertanian Program Strategis Kementerian Pertanian yang dirangkaikan dengan tanam perdana Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Desa Lera, Kecamatan Wotu, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan program strategis sektor pertanian dapat berjalan optimal.

Dalam kesempatan itu, Bupati Irwan Bachri Syam mengungkapkan rasa syukur karena para petani di Kabupaten Luwu Timur masih memiliki peluang untuk melaksanakan Musim Tanam Ketiga di tengah kondisi musim kemarau.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mempertahankan produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan hasil produksi pangan daerah.

“Kita bersyukur bisa masuk MT 3. Artinya, kita tidak terkendala masalah kekeringan di tengah musim kemarau. Ini tentu menjadi peluang yang harus kita manfaatkan dengan baik untuk menjaga produktivitas pertanian,” ujarnya.

Bupati yang akrab disapa Ibas itu menilai keberhasilan mempertahankan aktivitas pertanian hingga musim tanam ketiga merupakan hal penting dalam menjaga kesinambungan produksi pangan.

Karena itu, ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam sektor pertanian dapat terus memperkuat sinergi, terutama dalam memberikan pendampingan kepada petani agar proses pengolahan lahan hingga masa panen berjalan sesuai harapan.

BACA JUGA  Mangkutana Ramadhan Cup I Resmi Bergulir, 12 Tim Ramaikan Turnamen Sepak Bola di Luwu Timur

Libatkan 134 Penyuluh Pertanian

Rapat koordinasi tersebut juga menjadi wadah untuk menyinkronkan pelaksanaan berbagai program strategis Kementerian Pertanian dengan kebijakan pembangunan pertanian di Kabupaten Luwu Timur.

Sebanyak 134 penyuluh pertanian turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran para penyuluh dinilai memiliki peran penting dalam memastikan program pemerintah dapat diterapkan secara langsung oleh petani di lapangan.

Penyuluh pertanian tidak hanya bertugas memberikan informasi dan edukasi mengenai teknik budidaya, tetapi juga menjadi pendamping petani dalam menghadapi berbagai tantangan produksi, mulai dari pengelolaan lahan, penggunaan benih unggul, pemanfaatan teknologi, hingga peningkatan efisiensi usaha tani.

Melalui koordinasi yang lebih intensif, pemerintah daerah berharap para penyuluh dapat semakin optimal dalam menjalankan fungsi pendampingan serta membantu petani meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi.

Selain itu, sinkronisasi program juga diharapkan mampu mempercepat penerapan inovasi pertanian modern di berbagai wilayah Kabupaten Luwu Timur.

Serahkan Bantuan kepada 37 Kelompok Tani

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur turut menyerahkan bantuan sarana pertanian secara simbolis kepada 37 kelompok tani.

Bantuan tersebut berupa bibit dan alat mesin pertanian (alsintan) yang diharapkan dapat membantu petani dalam menjalankan aktivitas pertanian, mulai dari tahap persiapan hingga pengelolaan lahan.

Dukungan sarana produksi ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan kapasitas kelompok tani sekaligus memperkuat kemandirian petani dalam mengembangkan usaha pertanian.

Pemanfaatan alsintan juga diharapkan mampu mengurangi beban pekerjaan petani, mempercepat proses pengolahan lahan, serta meningkatkan efisiensi waktu dan biaya produksi.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Temui Kepala BNN RI, Dorong Percepatan Pembentukan BNNK Luwu Timur

Dengan dukungan tersebut, petani diharapkan semakin siap menghadapi tantangan sektor pertanian, khususnya dalam mempertahankan produktivitas pada musim tanam ketiga.

Perkenalkan Teknologi Drone untuk Pertanian Modern

Tidak hanya berfokus pada bantuan sarana produksi, kegiatan tersebut juga diisi dengan demonstrasi pemanfaatan teknologi drone pertanian.

Demonstrasi ini memperlihatkan bagaimana teknologi modern dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan usaha tani agar lebih efektif dan efisien.

Pemanfaatan drone dalam sektor pertanian menjadi salah satu bentuk transformasi menuju sistem pertanian modern. Teknologi tersebut dapat membantu berbagai kegiatan pertanian, termasuk pemantauan lahan dan penerapan sarana produksi secara lebih terukur sesuai kebutuhan.

Pengenalan teknologi ini diharapkan dapat membuka wawasan para penyuluh dan petani mengenai pentingnya inovasi dalam menghadapi perkembangan dunia pertanian.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur pun terus mendorong agar penerapan teknologi pertanian modern dapat diperluas sehingga produktivitas tidak hanya bergantung pada metode konvensional, tetapi juga didukung penggunaan teknologi yang lebih maju.

Tanam Perdana PM-AAS Jadi Langkah Penguatan Ketahanan Pangan

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman perdana program Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Desa Lera, Kecamatan Wotu.

Penanaman perdana tersebut dilakukan oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Pabung, perwakilan Kapolres, anggota DPRD, ketua Tim Kerja PM-AAS, pimpinan Bulog, serta Kepala Dinas Pertanian.

Pelaksanaan tanam perdana PM-AAS menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan memperkuat penerapan sistem pertanian modern di Kabupaten Luwu Timur.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Keluarkan Surat Edaran Perdana”Wajib Shalat Berjamaah di Mesjid”

Melalui program tersebut, pemerintah berharap pengelolaan pertanian dapat semakin berkembang dengan mengedepankan penerapan teknologi, efisiensi penggunaan sarana produksi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.

Keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pembangunan pertanian membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari banyak pihak.

Tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga pemerintah pusat, penyuluh, kelompok tani, lembaga terkait, serta seluruh pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Pemkab Luwu Timur Perkuat Komitmen Ketahanan Pangan

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap pelaksanaan MT 3 dan pengembangan PM-AAS dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi pertanian di daerah.

Keberhasilan mempertahankan musim tanam di tengah kemarau menjadi peluang strategis untuk mengoptimalkan potensi pertanian sekaligus menjaga ketersediaan pangan.

Melalui penguatan koordinasi penyuluh, penyaluran bantuan kepada kelompok tani, serta pemanfaatan teknologi modern, pemerintah daerah berupaya mendorong sektor pertanian agar semakin produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan sektor pertanian yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua Komisi I DPRD Luwu Timur, Sukman Sadike, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah dan kepala desa se-Kabupaten Luwu Timur, penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani dari seluruh wilayah Kabupaten Luwu Timur.

Dengan dimulainya MT 3 dan penanaman perdana PM-AAS, Kabupaten Luwu Timur diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penopang produksi pangan di Sulawesi Selatan sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan nasional.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending