Connect with us

Meriahkan HUT Sidrap Ke-679, Dandim 1420 Turut Meriahkan perlombaan Tarik Tambang

Published

on

Kitasulsel-Sidrap-Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sidenreng Rappang yang Ke-679, Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1420 Sidrap, Letkol Inf Andika Ari Prihantoro, SE.,M.I.Pol turut memeriahkan perlombaan tarik tambang yang digelar oleh Pemerintah Daerah di Halaman Kantor Gabungan SKPD Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidrap, Selasa (07/02/2023) siang.

Meskipun terlihat beberapa kali terjatuh melawan Dinas Pendidikan Kabupaten Sidrap, namun Dandim 1420 Sidrap mengaku sangat senang dan bersemangat, karena bisa berjuang bersama para personel Kodim 1420 Sidrap dilapangan.

“Semangat kebersamaan inilah yang perlu kita terus tumbuhkan dan pertahankan dalam diri masing-masing personel, sehingga seberat apapun tugas dan tanggung jawab kedepan, In Sya Allah pasti akan kita laksanakan dengan baik,”Ucap Dandim

Pada kesempatan tersebut, Letkol Inf Andika Ari Prihantoro, SE.,M.I.Pol tidak lupa mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluru h personel Kodim 1420 Sidrap, yang pantang menyerah terus berjuang meskipun ini hanyalah sebuah pertandingan saja

“Tetaplah menunjukkan semangat yang luar biasa ini, bukan hanya dalam memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sidenreng Rappang saja, melainkan dalam kehidupan sehari-hari,”Tuturnya.(win)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending