Connect with us

Laksanakan Instruksi Wali Kota Makassar, Camat Biringkanaya Tinjau Warga Terdampak Banjir

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Camat Biringkanaya Benyamin B. Turupadang telah mengunjungi dan tinjau langsung warganya yang terdampak banjir di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Senin (13/02/2023).

Banjir yang merendam sebagian wilayah Kecamatan Biringkanaya itu diakibatkan oleh cuaca ekstrem yang berupa hujan lebat yang disertai angin kencang.

Saya melakukan instruksi dari Bapak Wali Kota Makassar agar terus memantau dan turun langsung mengecek keadaan warga yang terdampak banjir,” tutur Benyamin.

“Seperti yang ada di Perumahan Kompleks Purn TNI AU Pai 1 Sudiang, saya menemukan satu warga yang tidak mau mengungsi atau keluar dari rumahnya. Hingga saya dan tim turun langsung untuk lakukan evakuasi dengan melibatkan Satpol PP dan warga setempat,” lanjutnya.

Camat yang didampingi oleh lurah itu mengatakan bahwa dirinya tidak bisa membiarkan warga untuk mengatur dirinya sendiri karena nantinya yang ditakutkan adalah ketinggian air.

Jadi, dia berharap agar warga yang terdampak banjir ini bisa dibawa ke tempat yang lebih aman dan nyaman. Karena pemerintah juga memperhatikan hal tersebut.

“Kami selaku camat dan lurah bertanggung jawab terhadap keadaan warga. Jadi mari kita bahu-membahu agar kita semua terhindar dari marabahaya. Mari tetap berdoa agar semua situasi ini dapat kita lalui dengan selamat,” harapnya.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending