Connect with us

Sulsel Keren

Masjid Tua , Allakuang Sidrap Menyimpan Jejak Peradaban yang Membentang dari Masa Kerajaan

Published

on

KITASULSEL — SIDRAP – Jika biasanya tempat wisata dicari karena pemandangannya, Allakuang di Kabupaten Sidenreng Rappang menawarkan sesuatu yang berbeda.

Di kawasan ini, wisatawan tidak hanya diajak melihat bangunan tua, tetapi juga bisa menelusuri jejak perjalanan sebuah masyarakat dari masa kerajaan, perkembangan Islam hingga warisan budaya yang masih bertahan sampai sekarang.

Salah satu peninggalan paling penting berada di Kawasan Masjid Kuno Jerrae Allakuang, yang secara resmi masuk dalam kawasan pariwisata budaya Kabupaten Sidrap.

Masjid tua tersebut menjadi salah satu penanda penting perjalanan Islam di Sidenreng.

Masjid Tua yang Menjadi Pintu Masuk Sejarah

Masjid Kuno Jerrae dikenal sebagai salah satu masjid tua di Sulawesi Selatan.

Dokumen Pemerintah Kabupaten Sidrap mencatat masjid kuno ini sebagai bagian dari situs cagar budaya daerah. Selain masjid kuno, Sidrap juga memiliki puluhan makam kuno, rumah adat, sumur kuno dan sejumlah tinggalan lainnya yang masih dapat ditemukan hingga kini.

BACA JUGA  Resep Original Coto Makassar Berdasarkan Arsip Budaya, Diwariskan Turun-Temurun

Karena itu, berkunjung ke Jerrae sebenarnya bukan sekadar perjalanan wisata religi.

Ada sejarah panjang yang mengikuti keberadaan kawasan tersebut.

Apalagi Allakuang juga memiliki keterkaitan dengan sejarah Kerajaan Sidenreng dan sosok Nene Mallomo yang namanya begitu kuat dalam ingatan masyarakat Sidrap.

Dari Kerajaan, Ulama hingga Makam Kuno

Jejak sejarah Allakuang tidak berhenti pada bangunan masjid.

Kawasan Sidrap memiliki sejumlah makam kuno yang berkaitan dengan tokoh kerajaan dan penyebaran Islam. Pemerintah daerah bahkan menyebut peninggalan semacam ini sebagai bagian dari kekayaan cagar budaya yang dapat dikembangkan menjadi wisata sejarah.

Di sinilah menariknya Allakuang.

Satu kawasan bisa menjadi pintu masuk untuk memahami bagaimana kehidupan masyarakat Sidenreng berubah dari masa kerajaan, kemudian memasuki periode Islamisasi dan berkembang menjadi masyarakat seperti sekarang.

Ada Jejak Peradaban Lama Sebelum Islam

Sidrap juga tidak hanya memiliki peninggalan dari masa Islam.

Dokumen kebudayaan daerah mencatat keberadaan situs-situs kuno yang berkaitan dengan peradaban sebelum masuknya Islam, selain makam dan peninggalan dari periode setelah Islam.

BACA JUGA  Konro, Kuliner Legendaris Makassar yang Menembus Zaman, Ini Sejarah dan Resepnya

Namun, bagian ini perlu dibedakan dari istilah prasejarah.

Tidak semua peninggalan yang lebih tua dari Islam otomatis merupakan situs prasejarah. Karena itu, Allakuang lebih tepat disebut sebagai kawasan yang memperlihatkan lapisan sejarah dan peradaban lama, sementara klaim khusus mengenai situs prasejarah harus didukung temuan arkeologis yang lebih spesifik.

Justru kehati-hatian ini membuat cerita Allakuang semakin menarik: kawasan tersebut menyimpan berbagai lapisan masa lalu yang belum tentu seluruhnya sudah dikenal masyarakat luas.

Ketika Sejarah Menjadi Wisata

Pemerintah Kabupaten Sidrap sendiri menempatkan kawasan Masjid Kuno Jerrae Allakuang sebagai bagian dari kawasan pariwisata budaya.

Artinya, peninggalan sejarah tidak hanya dipandang sebagai benda masa lalu, tetapi juga memiliki potensi menjadi bagian dari perjalanan wisata dan edukasi.

Konsep seperti ini bisa membuat perjalanan ke Sidrap terasa berbeda.

Pengunjung tidak sekadar datang, mengambil foto lalu pulang.

BACA JUGA  Pallubasa, dari kisah Santapan Kaum Pekerja Menjadi Hidangan Legendaris Makassar, Berikut Sejarah dan Resepnya

Mereka bisa berjalan dari satu jejak sejarah ke jejak lainnya dan membayangkan bagaimana masyarakat Sidenreng menjalani kehidupan ratusan tahun lalu.

Menariknya, Allakuang Masih Hidup

Yang membuat kawasan ini semakin menarik adalah kehidupan masyarakatnya tidak terputus dari masa lalu.

Allakuang hingga kini tetap menjadi kawasan pertanian. Pada Maret 2025, wilayah ini bahkan menjadi lokasi panen bersama yang melibatkan pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian.

Sehingga ada sebuah benang merah yang menarik.

Dari tanah pertanian, kerajaan, penyebaran Islam, Nene Mallomo hingga kehidupan masyarakat modern, semuanya bertemu di satu kawasan.

Itulah yang membuat Allakuang layak dilihat bukan hanya sebagai lokasi wisata budaya, tetapi sebagai sebuah ruang untuk membaca perjalanan panjang Sidrap.

Bagi wisatawan yang bosan dengan destinasi yang hanya menawarkan pemandangan, Allakuang bisa memberikan pengalaman berbeda.

Di sini, yang dicari bukan hanya apa yang terlihat oleh mata, tetapi cerita yang tersimpan di baliknya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending