Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Pemkab Luwu Timur Pantau Program Kesehatan Sekolah, SLB Turut Jadi Sasaran Evaluasi

Published

on

KITASULSEL–LUWUTIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat upaya pemenuhan standar kesehatan di lingkungan pendidikan. Salah satunya melalui pemantauan program kesehatan sekolah yang dilaksanakan dengan kunjungan lapangan ke sejumlah satuan pendidikan pada Senin (26/10/2026).

Pemantauan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sekolah umum hingga Sekolah Luar Biasa (SLB), untuk memastikan fasilitas dan layanan kesehatan dapat terpenuhi secara merata bagi seluruh peserta didik.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama Save the Children Indonesia dan Yayasan Celosia Marennu sebagai tindak lanjut dari Working Group Healthier Smiles Program.

Dalam pelaksanaannya, tiga tim pengamat diterjunkan secara serentak untuk melakukan peninjauan di lima kecamatan. Lokasi yang menjadi sasaran meliputi SDN 185 Harapan Makmur dan SLB Tunas Harapan Bangsa di Kecamatan Tomoni, SDN 220 Cerekang di Kecamatan Malili, SDN 202 Angkona di Kecamatan Angkona, SDN 155 Karya Mukti di Kecamatan Kalaena, serta SDN 150 Mangkutana di Kecamatan Mangkutana.

BACA JUGA  Respons Cepat Dinkes Luwu Timur Bawa Perhatian ke Lansia Sakit di Malili

Keterlibatan SLB Tunas Harapan Bangsa menjadi bagian penting dalam pemantauan tersebut. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa instrumen kesehatan, sanitasi, dan layanan higienitas di sekolah harus dapat diakses secara setara, termasuk oleh anak-anak berkebutuhan khusus.

Tim pengamat melakukan evaluasi terhadap tiga aspek utama, yakni pendidikan dan pelayanan kesehatan, fasilitas sanitasi, serta kondisi lingkungan sekolah sehat.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Luwu Timur, Agus Zaman, menyampaikan apresiasi atas kesiapan sekolah-sekolah yang menjadi lokasi pemantauan.

Ia berharap fasilitas pendukung kesehatan serta kebersihan lingkungan sekolah dapat terus dijaga dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

“Standar kesehatan dan kebersihan di satuan pendidikan menjadi faktor penting dalam mendukung proses belajar mengajar. Hal ini dinilai krusial tidak hanya untuk mencegah penyebaran penyakit, tetapi juga guna menciptakan rasa aman, nyaman, serta mengoptimalkan konsentrasi para peserta didik selama mengikuti kegiatan akademik di sekolah,” tuturnya.

BACA JUGA  Koreksi Penampilan ASN saat Upacara, Sekda Lutim: Jangan Abaikan Aturan Seragam

Senada dengan itu, Kepala Bidang PPA Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Luwu Timur, Ramlah Muhammad Djono Sanusi, menekankan pentingnya pemenuhan hak dasar anak untuk memperoleh lingkungan yang sehat.

Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman merupakan salah satu kebutuhan mendasar agar peserta didik dapat menjalani proses belajar dengan baik.

Seluruh hasil peninjauan lapangan tersebut selanjutnya akan dievaluasi secara berkala. Hasil evaluasi akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi kebijakan lanjutan guna meningkatkan kualitas kesehatan, sanitasi, dan kebersihan di lingkungan sekolah di Kabupaten Luwu Timur.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending