Connect with us

Luwu Timur

Bupati Lutim Tinjau Pasar Tomoni, Pastikan Progres Renovasi Capai 85 Persen

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Pasar Tomoni menjadi tujuan kunjungan kerja Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, pada Ahad (30/11/2025). Kehadiran Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur pelayanan publik, khususnya pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Tomoni.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Irwan menyampaikan bahwa Pasar Tomoni akan dikembangkan sebagai sentra penjualan terbesar di wilayah itu. Pengembangan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kenyamanan pedagang, sekaligus memperluas akses pelayanan bagi masyarakat.

“Nantinya, semua pedagang yang saat ini menempati pasar sementara akan dipindahkan ke sini. Lokasi pasar sementara tersebut akan dijadikan alun-alun,” ungkap Bupati Irwan.

Selain relokasi pedagang, area terminal di depan pasar juga akan dialihfungsikan menjadi lokasi parkir yang lebih luas. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan suasana pasar yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi pengunjung.

BACA JUGA  Crash Saat Kualifikasi, Bupati Irwan dan Istri Jenguk Badly di RSUD NTB

Dalam peninjauan tersebut, Bupati turut didampingi Plt. Kepala Bapenda Lutim, Muhammad Yusri, Kepala Bagian Protokol Pimpinan, Agus Thobrani, serta tim pelaksana proyek. Mereka meninjau sejumlah titik, mulai dari area irigasi, pengerjaan lantai, pemasangan atap, hingga renovasi bagian belakang pasar.

Kunjungan ini memperlihatkan perhatian Bupati Irwan tidak hanya pada tahap perencanaan, tetapi juga kualitas pembangunan di lapangan—mulai dari bahan, komposisi, hingga teknik pengerjaannya.

Salah satu anggota tim pelaksana, Wahyu, menyampaikan bahwa progres pembangunan kini telah memasuki tahap kedua dengan capaian sekitar 85 persen.

“Progres renovasi pasar berada di tahap kedua, meliputi pengecoran lantai, pemasangan dinding, dan pemasangan atap. Finishing akan dilakukan di tahap terakhir,” jelas Wahyu.

BACA JUGA  SPBU Wotu Kekurangan Stok, Disdagkop UKMP Luwu Timur Turun Tangan

Dengan berbagai perbaikan dan pengembangan yang dilakukan, renovasi Pasar Tomoni diharapkan dapat menghadirkan fasilitas yang lebih modern, tertata, serta mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal di wilayah Luwu Timur.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  TP PKK Sulsel Gelar Rakerda 2025, Bahas Sinkronisasi Program Lima Tahun ke Depan

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Crash Saat Kualifikasi, Bupati Irwan dan Istri Jenguk Badly di RSUD NTB

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Serahkan 247 Unit Alsintan untuk Perkuat Produktivitas Petani

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending