Connect with us

NEWS

PT PAL Mulai Bangun Kapal Selam Scorpene untuk TNI AL, Ditargetkan Rampung dalam Delapan Tahun

Published

on

Kitasulsel–SURABAYA – PT PAL Indonesia resmi memulai pembangunan kapal selam Scorpene untuk TNI Angkatan Laut (TNI AL). Tahap awal proyek strategis tersebut ditandai dengan seremoni first steel cutting di Surabaya, Jawa Timur, yang menjadi tonggak penting dalam penguatan industri pertahanan nasional.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan pembangunan kapal selam ini ditargetkan selesai dalam waktu 96 bulan atau sekitar delapan tahun.

Menurutnya, proses pemotongan baja pertama dilakukan sekitar satu tahun setelah kontrak pembangunan dinyatakan efektif. Hingga saat ini, progres pengerjaan proyek telah mencapai sekitar 20,5 persen.

Kasal berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga kapal selam generasi terbaru tersebut bisa diserahkan tepat waktu kepada TNI AL.

BACA JUGA  Petahana Bertahan! Muhammad Hasrul Hasan Kembali Raih Kepercayaan DPR RI sebagai Komisioner KPI RI 2026–2029

Muhammad Ali menegaskan proyek ini memiliki nilai strategis karena untuk pertama kalinya Indonesia membangun kapal selam modern dari tahap awal di dalam negeri. Pembangunan dilakukan oleh tenaga ahli Indonesia dengan pendampingan teknologi dari Naval Group Prancis.

Ia menjelaskan kapal selam Scorpene yang dibangun merupakan varian paling mutakhir dibandingkan versi yang telah dioperasikan sejumlah negara lain. Teknologi yang diusung diklaim lebih canggih dengan kemampuan operasional yang lebih tinggi.

Dari sisi spesifikasi, kapal selam tersebut memiliki panjang hampir 72 meter, lebih panjang sekitar 10 meter dibandingkan kapal selam yang saat ini dimiliki TNI AL. Selain memiliki kemampuan menyelam lebih lama dan lebih dalam, kapal ini juga dibekali sistem persenjataan modern.

BACA JUGA  Tamsil Linrung Serukan Soliditas Dukung Visi Presiden Prabowo Pada Mukernas Wahdah Islamiyah

Tak hanya mengandalkan torpedo, Scorpene generasi terbaru juga mampu meluncurkan peluru kendali dari bawah permukaan laut, sehingga meningkatkan kemampuan tempur sekaligus daya gentar armada bawah laut Indonesia.

Untuk mendukung operasional kapal selam tersebut, TNI AL telah menyiapkan satuan tugas pengawak. Personel yang akan mengoperasikan Scorpene secara bertahap dikirim ke Prancis guna mengikuti pendidikan dan pelatihan bersama Angkatan Laut Prancis serta Naval Group.

Menurut Kasal, pembangunan Scorpene di Indonesia menjadi langkah besar menuju kemandirian industri pertahanan nasional. Selain memperkuat kemampuan tempur TNI AL, proyek ini diharapkan meningkatkan penguasaan teknologi strategis sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam secara mandiri.

BACA JUGA  Rapat RPJMD Deadlock! DPRD Sulsel Desak Pemprov Kembalikan Rp500 M Gaji PPPK 2026
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending