Daerah
Bone Bidik Jadi Lumbung Tebu Sulsel, 510 Hektare Lahan Mulai Disiapkan
KITASULSEL — BONE — Kabupaten Bone mulai serius membidik posisi sebagai salah satu lumbung tebu di Sulawesi Selatan. Pemerintah Kabupaten Bone menyiapkan lahan seluas 510 hektare untuk pengembangan perkebunan tebu, yang ditandai dengan tanam perdana di Kebun Balieng, Desa Balieng, Kecamatan Sibulue, Sabtu (29/8/2026).
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mengatakan pengembangan tebu menjadi salah satu sektor yang akan didorong pemerintah daerah. Bone dinilai memiliki potensi lahan dan sumber daya pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi tebu sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Namun, target tersebut bukan sekadar memperluas areal tanam. Pemerintah daerah ingin membangun ekosistem perkebunan yang mencakup peningkatan produktivitas, teknologi budidaya, sarana produksi hingga kemitraan dengan pihak terkait.
Salah satu persoalan penting bagi petani adalah kepastian pasar. Keberadaan dua pabrik gula di wilayah tersebut menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat memberikan kepastian penyerapan hasil panen petani.
Bagi petani, kepastian pasar menjadi penting karena perluasan lahan tanpa jaminan penyerapan hasil justru dapat menimbulkan persoalan baru. Karena itu, keberadaan industri pengolahan diharapkan tidak hanya menjadi tempat menampung hasil panen, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi petani.
Pengembangan tebu juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas melalui penerapan teknologi dan pola budidaya yang lebih efektif. Dengan demikian, petani tidak hanya didorong menambah luas lahan, tetapi juga meningkatkan hasil dari setiap hektare yang ditanam.
Langkah Bone tersebut juga sejalan dengan dorongan pemerintah pusat untuk mempercepat pengembangan kawasan tebu dan hilirisasi perkebunan pada 2026.
Kini tantangannya adalah memastikan program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Bone. Apakah pengembangan 510 hektare lahan ini nantinya mampu meningkatkan pendapatan petani, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat industri gula daerah?
Sebab, ukuran keberhasilan program bukan hanya berapa hektare lahan yang ditanami, tetapi seberapa besar nilai ekonomi yang akhirnya kembali kepada petani.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login