Connect with us

Entertainment

Boneka Ghawiah Dibuat dengan Teknologi Robotik , Film Horor Indonesia Hadirkan Teror Nyata Tanpa CGI

Published

on

KITASULSEL — MAKASSAR

Industri perfilman horor Indonesia menghadirkan pendekatan baru dalam menciptakan suasana mencekam melalui film The Doll: Ghawiah. Film produksi Hitmaker Studios ini menggunakan boneka animatronik berteknologi nirkabel yang mampu menggerakkan mata, kelopak mata, mulut, hingga memperlihatkan ekspresi wajah.

Berbeda dari penggunaan efek visual komputer atau CGI yang lazim ditemukan dalam produksi film horor, boneka Ghawiah dirancang agar dapat bergerak secara langsung di lokasi syuting. Teknologi tersebut memungkinkan para pemain berinteraksi dengan objek nyata sehingga suasana adegan terasa lebih natural.

Sutradara Guntur Soeharjanto mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen pengambilan gambar yang melibatkan boneka dilakukan menggunakan teknik praktikal.

Pengoperasiannya menggunakan sistem kendali jarak jauh berbasis Wi-Fi. Dengan teknologi tersebut, boneka dapat menoleh, menggerakkan wajah, bahkan mengikuti dialog yang telah direkam sebelumnya.

BACA JUGA  Siap-Siap! Bulan Hampir Sepenuhnya Ditelan Bayangan Bumi, Langit Segera Berubah Merah

Dibuat Selama Tiga Minggu dengan Komponen Robotik Mikro

Di balik penampilannya yang terlihat sederhana, boneka Ghawiah membutuhkan proses pengerjaan yang cukup rumit.

Anggota tim animatronik, Gaphisa Fadelian atau Dega, menjelaskan bahwa proses pembuatan boneka membutuhkan waktu sekitar 20 hari hingga tiga minggu.

Tantangan utamanya terletak pada ukuran boneka yang lebih kecil dibandingkan karakter Bobby dalam film The Doll sebelumnya. Tim harus memasukkan berbagai komponen mekanis berukuran mikro agar seluruh bagian wajah dapat bergerak sesuai kebutuhan adegan.

Boneka tersebut juga dirancang memiliki ekspresi marah dan kemampuan berbicara.

Produser Rocky Soraya mengungkapkan bahwa biaya pembuatan boneka mencapai beberapa miliar rupiah. Anggaran tersebut disiapkan karena boneka Ghawiah menjadi salah satu elemen utama sekaligus ikon dalam film.

BACA JUGA  Hanung Bramantyo Bawa Teror Berlatar Sejarah, Lobang Buaya Tayang Serentak Hari Ini

Tim produksi bahkan menyiapkan beberapa jenis boneka, mulai dari versi animatronik untuk adegan interaktif hingga versi biasa untuk kebutuhan pengambilan gambar lainnya.

Bukan Sekadar Teror Boneka

The Doll: Ghawiah merupakan bagian terbaru dari semesta film The Doll yang telah berkembang sejak 2016. Film ini disutradarai Guntur Soeharjanto dan dibintangi Titi Kamal, Darius Sinathrya, Sara Wijayanto, Aisyah Aqilah, Laura Moane, serta Fara Shakila.

Cerita mengambil latar 1988, mengikuti keluarga Arya dan Evi yang pindah dari Jakarta ke Bandung bersama kedua anak mereka untuk memulai kehidupan baru.

Namun, harapan tersebut berubah menjadi rangkaian teror setelah putri mereka, Nala, bertemu seorang anak perempuan misterius bernama Uci yang memiliki boneka Ghawiah.

BACA JUGA  D'MASIV Keliling Asia , RANS Entertainment Debut sebagai Promotor Konser Internasional

Dibantu Laras, keluarga tersebut berusaha mengungkap asal-usul gangguan yang terus menghantui kehidupan mereka.

Film berdurasi 110 menit ini mulai tayang di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026 dan mendapatkan klasifikasi usia Dewasa 17 Tahun.

Penggunaan animatronik dalam The Doll: Ghawiah memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi perfilman tidak selalu harus bergantung pada efek digital. Penggunaan properti mekanis yang dapat berinteraksi langsung dengan pemain juga mampu menghadirkan pengalaman visual yang lebih nyata.

Pendekatan ini sekaligus membuka ruang eksplorasi bagi industri film Indonesia untuk mengembangkan efek praktikal sebagai bagian dari peningkatan kualitas produksi film horor nasional.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending