Connect with us

Business

CFO Binance Kaiser Ng Mundur Usai Peretasan Rp 114 Triliun, Justin Yek Jadi Pengganti

Published

on

KITASULSEL–JAKARTA – Chief Financial Officer (CFO) Binance Holdings Ltd, Kaiser Ng, dikabarkan mundur dari jabatannya setelah lebih dari lima tahun bekerja di perusahaan bursa kripto terbesar di dunia tersebut. Pengunduran diri ini diumumkan beberapa hari setelah Binance dilanda peretasan aset kripto senilai USD 6,3 miliar atau sekitar Rp 114 triliun.

Mengutip laporan Bloomberg dan Reuters, Minggu (8/11/2026), posisi Kaiser Ng akan digantikan oleh Justin Yek. Sebelumnya, Yek menjabat sebagai Vice President of Finance di perusahaan platform pembayaran global Airwallex.

Co-CEO Binance, Yi He, menyampaikan bahwa keputusan Ng meninggalkan perusahaan dilakukan untuk memulai usaha baru. Menurutnya, proses pergantian kepemimpinan di divisi keuangan tersebut telah dipersiapkan sejak enam bulan terakhir.

“Kaiser Ng telah memutuskan untuk memulai usaha baru setelah lebih dari lima tahun bekerja di Binance. Proses transisi telah dijalankan selama enam bulan terakhir,” ujar Yi He.

BACA JUGA  Harga Emas Antam Naik Rp3.000, Kini Dibanderol Rp2,635 Juta per Gram

Sementara itu, Justin Yek menyampaikan antusiasmenya setelah dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai CFO Binance.

Ia berharap dapat memimpin organisasi keuangan perusahaan sekaligus mendukung ekspansi bisnis Binance secara berkelanjutan di pasar global.

“Saya berharap dapat memimpin organisasi keuangan perusahaan seiring dengan upaya kami untuk terus berkembang secara bertanggung jawab dan menjalankan misi kami secara global,” kata Yek.

Peretasan Binance Capai USD 6,3 Miliar

Pergantian CFO Binance menjadi sorotan karena terjadi tidak lama setelah perusahaan tersebut mengalami insiden keamanan siber berskala besar.

Pada 29 Oktober 2026, peretas dilaporkan berhasil mencuri aset kripto senilai lebih dari USD 6,3 miliar. Insiden tersebut disebut sebagai salah satu peretasan terbesar dalam sejarah industri aset digital.

BACA JUGA  IHSG Berpeluang Menguat, Analis Proyeksikan Bergerak di Kisaran 6.261–6.416

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menuding kelompok peretas yang terkait dengan Korea Utara sebagai pihak di balik serangan tersebut. FBI menyebut aktivitas siber itu dengan nama TraderTraitor.

Dalam keterangannya, Binance mengungkapkan bahwa serangan bermula dari kompromi terhadap sejumlah komputer karyawan. Modus yang digunakan antara lain perangkat lunak berbahaya yang disisipkan dalam unduhan software serta upaya perekrutan palsu yang menyasar para insinyur.

Binance menyatakan akan menanggung dampak finansial akibat pencurian tersebut dan memastikan kerugian tidak dibebankan kepada para penggunanya.

Binance Pastikan Transisi CFO Telah Dipersiapkan

Meski pengumuman pengunduran diri Kaiser Ng muncul berdekatan dengan insiden peretasan, Binance menyatakan bahwa proses pergantian CFO telah direncanakan jauh sebelum serangan terjadi.

BACA JUGA  OJK Dorong Kepemilikan Asing di Industri Asuransi Naik Jadi 99 Persen

Dengan demikian, belum ada konfirmasi bahwa pengunduran diri Ng berkaitan langsung dengan insiden keamanan tersebut.

Pergantian kepemimpinan ini menjadi salah satu perhatian pasar terhadap Binance, terutama ketika industri aset kripto menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Di tengah meningkatnya adopsi aset digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI), ancaman serangan siber menjadi risiko besar bagi perusahaan yang mengelola aset digital dalam jumlah besar.

Selain Binance, sejumlah bursa kripto global seperti Bybit dan Bitget juga pernah menghadapi insiden keamanan. Kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya penguatan sistem perlindungan aset, keamanan infrastruktur digital, serta kepercayaan pengguna terhadap platform perdagangan kripto.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending