Connect with us

Entertainment

TJAKA Bawa Warisan Aboriginal Australia ke Panggung Indonesia Lewat Musik Modern

Published

on

KITASULSELJAKARTA — Musik menjadi cara berbeda untuk memperkenalkan budaya leluhur kepada generasi baru. Hal itu dilakukan TJAKA, band asal Australia yang memadukan musik kontemporer dengan warisan budaya Aboriginal dalam penampilannya di Indonesia.

TJAKA tampil dalam Gig on the Green 2026 di Rumah Sarwono, Jakarta Selatan, Sabtu (19/9/2026). Penampilan tersebut mempertemukan musik modern dengan unsur budaya First Nations Australia melalui penggunaan instrumen tradisional yang telah dikembangkan dalam bentuk modern.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah didjeribone, instrumen yang merupakan pengembangan dari didgeridoo. Suara khas instrumen tersebut dipadukan dengan elemen elektronik, hip-hop, dance dan funk sehingga menghasilkan warna musik yang berbeda dari pertunjukan musik tradisional pada umumnya.

BACA JUGA  Solo Leveling Live Action Makin Bikin Penasaran! Han So-hee Tampil Pirang sebagai Cha Hae-in, Byeon Woo-seok Jadi Sung Jin-woo

Bagi TJAKA, pendekatan tersebut bukan sekadar eksperimen musikal. Musik digunakan sebagai jembatan untuk membuat budaya Aboriginal lebih mudah dikenal oleh pendengar yang sebelumnya mungkin belum familiar dengan tradisi First Nations Australia.

Mereka berharap penonton yang menyaksikan pertunjukan tidak berhenti pada musik, tetapi kemudian terdorong mencari tahu lebih jauh mengenai budaya yang menjadi bagian dari identitas mereka.

Kehadiran TJAKA di Indonesia juga menjadi bagian dari perjalanan band tersebut yang mulai membawa musiknya ke berbagai negara. Setelah sekitar lima tahun menjalani perjalanan bermusik, Indonesia menjadi salah satu negara yang mereka kunjungi untuk memperkenalkan karya sekaligus warisan budaya yang mereka bawa.

Di Gig on the Green 2026, TJAKA tampil bersama sejumlah musisi, termasuk The Overtunes dan Nathalie Ezmeralda. Festival yang digelar Kedutaan Besar Australia tersebut dihadiri sekitar 700 alumni Australia dan menjadi ruang pertemuan budaya melalui musik, kuliner serta komunitas.

BACA JUGA  November Jadi Milik Chaeryeong, Member ITZY Ini Akhirnya Debut Solo

Kehadiran TJAKA memperlihatkan bagaimana musik kontemporer dapat menjadi medium untuk menjaga hubungan dengan akar budaya. Tradisi tidak harus selalu ditampilkan dalam bentuk lama, tetapi bisa berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan identitas yang dibaw

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending