Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Desa Teromu Perkuat Keamanan dari Tingkat Desa Lewat Kerukunan Lintas Agama

Published

on

KITASULSEL–MANGKUTANA — Upaya menciptakan situasi aman dan tertib tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan dan pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat hingga di tingkat desa. Semangat tersebut terlihat dalam peringatan Hari Jadi Desa Teromu ke-64 yang diisi dengan doa bersama lintas agama di Lapangan Seselemba, Desa Teromu, Luwu Timur, Sabtu (26/9/2026) malam.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Desa Teromu bersama panitia Hari Jadi Desa Teromu ke-64 itu mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang agama dalam satu ruang kebersamaan. Doa bersama dipimpin oleh imam dan pendeta sebagai simbol toleransi, persaudaraan, serta komitmen menjaga kerukunan di tengah masyarakat.

Kepala Desa Teromu, Bertho Taruku, mengatakan peringatan hari jadi tidak sekadar menjadi momentum mengenang perjalanan desa selama 64 tahun, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan masyarakat.

BACA JUGA  Gelar Rakor, Lutim Matangkan Persiapan Verifikasi Lanjutan KKS 2025

“Kerukunan adalah kekuatan desa. Dengan kebersamaan dan saling menghargai, kita bisa menjaga Teromu tetap aman, damai dan terus berkembang,” kata Bertho.

Menurutnya, keamanan di desa perlu dibangun melalui komunikasi dan kepedulian bersama. Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh persoalan yang dapat mengganggu hubungan antarwarga.

Semangat menjaga keamanan dan ketertiban dari tingkat desa juga dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan stabilitas di wilayah Luwu Timur.

Sebelumnya beberapa waktu lalu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Luwu Timur, Salam Latief, menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama.

“Stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dijalankan pemerintah sendiri tanpa dukungan seluruh pihak,” ujar Salam.

BACA JUGA  Damkar Luwu Timur Tampil Perdana di NFSC 2026, Raih Hasil Membanggakan di Tingkat Nasional

Ia menilai, keterlibatan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa dan warga menjadi bagian penting dalam menjaga suasana yang kondusif. Kerukunan antarumat beragama juga menjadi modal sosial dalam mencegah potensi konflik dan memperkuat persatuan masyarakat.

Peringatan HUT Desa Teromu ke-64 kemudian tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa keamanan dimulai dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat.

Dari desa, komunikasi antarwarga dapat dibangun. Dari desa pula potensi persoalan dapat dikenali lebih awal sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas.

Doa bersama lintas agama menjadi simbol bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk membangun persaudaraan. Sebaliknya, keberagaman menjadi kekuatan dalam menjaga Desa Teromu tetap aman, rukun dan damai.

BACA JUGA  Wabup Lutim Sampaikan Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi DPRD terhadap Tiga Ranperda

Dengan mengusung semangat kebersamaan, Pemerintah Desa Teromu berharap momentum usia ke-64 dapat menjadi pijakan untuk terus membangun desa sekaligus mempertahankan kerukunan masyarakat.

“Berbeda dalam keyakinan, tetapi kita tetap satu dalam persaudaraan. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan membangun Desa Teromu,” pungkasnya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending