DPRD Kota Makassar
Soroti Narkoba di Kampung Sapiria, Andi Hadi Ibrahim Baso Minta Pemkot Makassar Tangani Akar Masalah Sosial
KITASULSEL–MAKASSAR – Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menyoroti persoalan sosial yang disinyalir menjadi salah satu pemicu maraknya peredaran narkoba di Kampung Sapiria Bortak, Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo.
Menurutnya, persoalan peredaran narkoba di kawasan tersebut tidak cukup diselesaikan hanya melalui tindakan penegakan hukum. Diperlukan langkah penanganan yang lebih menyeluruh dengan menyentuh berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang menjadi akar kerentanan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Andi Hadi pada Rabu (14/10/2026), menyusul aksi penggerebekan yang dilakukan aparat kepolisian di kawasan tersebut pada pekan sebelumnya. Dalam operasi itu, sebanyak 104 orang diamankan terkait dugaan kasus narkoba.
Andi Hadi menilai, munculnya stigma Kampung Sapiria sebagai kawasan narkoba tidak terlepas dari akumulasi persoalan sosial yang kompleks. Di antaranya kemiskinan struktural, tingginya angka pengangguran, keterbatasan akses pendidikan, serta minimnya intervensi pemerintah daerah.
Menurutnya, kondisi ekonomi yang sulit dapat meningkatkan kerentanan sebagian masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas ilegal, terutama ketika tidak tersedia peluang pekerjaan dan sumber penghidupan yang memadai.
“Di banyak kasus, kawasan seperti ini adalah kantong-kantong kemiskinan dengan penduduk padat, tetapi minim perencanaan dan intervensi sosial. Kemiskinan dan kurangnya peluang ekonomi membuat warga lebih rentan terlibat,” ujar Andi Hadi.
Kemiskinan dan Pengangguran Jadi Perhatian
Legislator tersebut menjelaskan, persoalan narkoba di kawasan permukiman padat tidak bisa dilepaskan dari kondisi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai, keterbatasan lapangan pekerjaan serta rendahnya kemampuan ekonomi dapat menciptakan kerentanan sosial apabila tidak diimbangi dengan program pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah perlu melihat persoalan di Kampung Sapiria secara lebih komprehensif. Penanganan tidak boleh hanya berfokus pada individu yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika, tetapi juga harus memperhatikan kondisi lingkungan yang memungkinkan jaringan tersebut berkembang.
Andi Hadi juga menyoroti rendahnya akses pendidikan sebagai salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian. Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran generasi muda mengenai bahaya narkoba sekaligus membuka kesempatan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Selain itu, kondisi permukiman yang padat dan minimnya pengawasan lingkungan juga dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Minta Stigma Negatif Tidak Menyasar Seluruh Warga
Andi Hadi secara khusus mengingatkan agar stigma negatif sebagai kampung narkoba tidak diarahkan kepada seluruh masyarakat Sapiria.
Menurutnya, tidak adil apabila seluruh warga harus menanggung citra buruk akibat aktivitas jaringan pengedar yang memanfaatkan kelemahan kondisi sosial di kawasan tersebut.
Ia menegaskan bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah itu juga membutuhkan perlindungan, perhatian, dan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup.
Karena itu, pendekatan penanganan harus dilakukan secara proporsional dengan membedakan masyarakat yang tidak terlibat dari pihak-pihak yang terbukti melakukan tindak pidana narkotika.
Pemerintah juga perlu membangun kepercayaan masyarakat agar warga berani berpartisipasi dalam menjaga lingkungan dan memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan kepada aparat berwenang.
Menurutnya, penguatan peran masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari peredaran narkoba.
Dorong Pemkot Hadirkan Program Pemberdayaan
Untuk memutus rantai peredaran narkoba secara berkelanjutan, Andi Hadi mendorong Pemerintah Kota Makassar menghadirkan program konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memperluas kesempatan kerja melalui program pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan, serta pendampingan usaha bagi warga yang membutuhkan.
Dengan terbukanya peluang ekonomi, masyarakat diharapkan memiliki alternatif pekerjaan dan sumber penghasilan yang lebih layak.
Selain itu, peningkatan akses pendidikan juga harus menjadi perhatian. Pemerintah perlu memastikan anak-anak dan generasi muda di kawasan tersebut mendapatkan kesempatan pendidikan yang memadai serta pembinaan yang dapat mengarahkan mereka pada kegiatan positif.
Pembinaan generasi muda dapat dilakukan melalui kegiatan olahraga, seni, keagamaan, pelatihan keterampilan, hingga program pengembangan kreativitas yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Andi Hadi juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan berbasis komunitas, mulai dari tingkat RT/RW hingga kecamatan.
Pengawasan lingkungan harus dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, pemuda, aparat keamanan, serta lembaga terkait.
Penanganan Narkoba Harus Berkelanjutan
Lebih jauh, Andi Hadi berharap penanganan persoalan narkoba di Kampung Sapiria tidak hanya menjadi perhatian sesaat setelah aparat kepolisian melakukan penggerebekan.
Menurutnya, diperlukan kesinambungan program antara penegakan hukum, pencegahan, rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kota Makassar juga diharapkan memperkuat koordinasi dengan kepolisian, BNN, dan instansi terkait untuk menyusun langkah penanganan yang terukur.
Dengan pendekatan tersebut, upaya pemberantasan narkoba tidak hanya menyasar jaringan peredaran gelap, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat agar tidak mudah dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
Andi Hadi menegaskan, persoalan Kampung Sapiria harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi perhatian terhadap kawasan permukiman padat dan kelompok masyarakat yang rentan secara ekonomi.
Ia berharap kehadiran pemerintah tidak sebatas melalui operasi penertiban, tetapi juga diwujudkan dalam program nyata yang memberikan kesempatan hidup lebih baik bagi masyarakat.
Dengan demikian, upaya memutus mata rantai narkoba di Kampung Sapiria dapat dilakukan secara berkelanjutan, tanpa mengorbankan masyarakat yang tidak terlibat dan tetap membutuhkan perlindungan serta perhatian pemerintah.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
4 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login