Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Tudang Sipulung Jadi Forum Petani Tomoni Timur Atasi Kendala Musim Tanam

Published

on

KITASULSEL–TOMONITIMUR — Pemerintah dan petani di Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, memperkuat koordinasi melalui rembuk tani atau tudang sipulung untuk mengejar target percepatan tanam Musim Tanam (MT) III seluas 1.320 hektare. Forum yang melibatkan pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani ini digelar di Desa Kertoraharjo dan Desa Margomulyo, Jumat (23/10/2026).

Rembuk tani tersebut menjadi ruang bagi pemerintah dan masyarakat untuk membahas kesiapan lahan, ketersediaan air irigasi, hasil panen, serta kendala yang dihadapi petani menjelang musim tanam. Pertemuan ini juga menindaklanjuti tudang sipulung tingkat Kabupaten Luwu Timur yang sebelumnya digelar di Mahalona.

Camat Tomoni Timur, Yulianus, mengatakan pencapaian target tanam membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, terutama pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan petani sebagai pelaksana di lapangan.

“Target kita untuk Tomoni Timur seluas 1.320 hektare untuk MT III. Untuk mencapainya, dibutuhkan komitmen dari semua pihak, baik pemerintah kecamatan, desa, penyuluh, maupun petani sebagai pelaku di lapangan,” katanya.

BACA JUGA  Tak Kenal Waktu, Bupati Lutim Berkantor hingga Larut Malam

Menurut Yulianus, rembuk tani menjadi sarana untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi hasil panen, dan menyepakati langkah konkret dalam mengatasi kendala pertanian. Dengan komunikasi langsung bersama petani, berbagai persoalan diharapkan dapat diidentifikasi dan ditangani secara bersama.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Margomulyo Suwanto, Kepala Desa Kertoraharjo I Made Suarta, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Tomoni Timur Bernaliah Manapa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), pengurus gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta anggota kelompok tani dari kedua desa.

Kertoraharjo dan Margomulyo menjadi wilayah strategis dalam pencapaian target tersebut karena memiliki areal persawahan yang luas. Desa Kertoraharjo memiliki 513,75 hektare sawah dengan 20 kelompok tani beranggotakan 512 orang. Sementara Desa Margomulyo memiliki 439,85 hektare sawah dengan 19 kelompok tani dan 477 anggota.

BACA JUGA  Pemda Luwu Timur Salurkan 16.253 Paket Seragam Sekolah, Jangkau 11 Kecamatan

Dalam pertemuan itu, ketersediaan air irigasi menjadi salah satu persoalan yang dibahas. Meski pembukaan air telah dilakukan sejak 21 September 2026, pasokan air masih terbatas akibat kondisi cuaca yang belum mendukung.

Untuk mengatasi kendala tersebut, petani didorong bergotong royong membersihkan sedimentasi saluran irigasi dan memperbaiki bagian yang rusak akibat kemarau panjang. Upaya ini diharapkan memperlancar distribusi air hingga ke lahan persawahan, termasuk area di bagian hilir.

Selain persoalan irigasi, rembuk tani juga membahas evaluasi hasil panen, pemilihan benih berkualitas, dan penggunaan pupuk sesuai kebutuhan tanaman. Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Tomoni Timur, Bernaliah Manapa, menyampaikan bahwa hasil panen sejumlah kelompok tani meningkat, meskipun sebagian lainnya mengalami penurunan.

BACA JUGA  Bupati Lutim Pimpin Rakor Stabilitas Harga TBS Sawit, Dorong Penetapan Harga Berbasis Rendemen

Camat juga meminta kelompok tani memperkuat administrasi kelembagaan dan berkoordinasi dengan PPL, termasuk melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) setelah panen. Tertib administrasi dinilai penting untuk mendukung kelancaran kebutuhan sarana produksi pertanian pada musim tanam berikutnya.

Berdasarkan hasil rembuk tani, batas akhir penanaman ditetapkan pada 31 Desember 2026. Petani juga diminta mengatur jadwal pengolahan lahan dan penanaman serta melakukan pengendalian hama secara bersama melalui kegiatan gotong royong atau geropyokan.

Melalui rembuk tani ini, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, penyuluh, dan kelompok tani diharapkan terus menjaga komunikasi serta bekerja sama mengatasi kendala di lapangan.

Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mengejar target tanam 1.320 hektare sekaligus menjaga produktivitas pertanian dan keberlanjutan produksi pangan di Kecamatan Tomoni Timur.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending