Connect with us

NEWS

Gala Dinner Raker 2025, Annur Travel Satukan Kinerja dan Aksi Kemanusiaan

Published

on

Kitasulsel—MAKASSAR — Manajemen Annur Travel menggelar Gala Dinner sebagai bagian dari rangkaian Rapat Kerja (Raker) Annur Travel Tahun 2025. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal, tetapi juga dimanfaatkan untuk menggalang dana kemanusiaan bagi para korban bencana banjir dan longsor di Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera.

Gala Dinner dan Raker Annur Travel 2025 berlangsung di Hotel Ibis Makassar, Jalan Ratulangi, sejak 27 hingga 29 Desember 2025. Raker tahun ini mengusung tema “Sinergi Kuat, Loyalitas Hebat, Layanan Jamaah Bermartabat”, sebagai komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah di seluruh Indonesia.

Co Founder PT Annur Maarif, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, yang hadir dan membersamai seluruh karyawan Annur Travel dari berbagai daerah, mitra kerja, serta support system, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh tim yang selama ini telah memberikan dedikasi terbaik bagi Annur Travel dan JRW.

BACA JUGA  Wakil Ketua DPRD Sulsel Sorot Pertamina di RDP: 120 Pertashop Mangkrak, Hanya 7 Beroperasi, Jangan Rakyat Dibebani!

“Terima kasih untuk kita semua yang selama ini berdedikasi, sekecil apa pun kontribusinya, untuk Annur Travel. Berkat kerja keras dan kebersamaan kita semua, tahun ini Annur Travel berhasil memberangkatkan lebih dari 9.000 jamaah. Ini adalah capaian luar biasa yang menjadi kebanggaan kita bersama,” ujar Dr. Bunyamin dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi, loyalitas, dan komitmen seluruh elemen Annur Travel dalam menjaga kepercayaan jamaah melalui layanan yang profesional dan bermartabat.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Bunyamin juga menjelaskan bahwa Gala Dinner kali ini memiliki makna sosial yang mendalam. Selain menjadi ajang silaturahmi dan penguatan manajemen, kegiatan tersebut turut menghimpun dana kemanusiaan dari para mitra kerja Annur Travel yang hadir dari seluruh Indonesia.

BACA JUGA  Pembangunan Summarecon Mall Makassar Capai Progres Signifikan, Segera Masuki Tahap Konstruksi Utama

“Malam ini, selain Gala Dinner dan rangkaian raker, kami juga menghimpun dana untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera. Insya Allah, dana yang terkumpul akan diserahkan melalui Annur Travel Cabang Aceh untuk selanjutnya disalurkan kepada para korban,” jelasnya.

Rapat Kerja Annur Travel 2025 akan mencapai puncaknya pada Minggu, 28 Desember 2025, dengan berbagai agenda strategis, evaluasi kinerja, serta perumusan program kerja perusahaan ke depan.

Sebagai informasi, Annur Travel telah berkiprah selama 23 tahun dalam industri perjalanan ibadah umrah dan haji khusus di Indonesia. Dengan pengalaman panjang tersebut, Annur Travel kini telah memiliki jaringan dan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, serta terus berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik yang berorientasi pada kenyamanan, keamanan, dan kemartabatan jamaah.

BACA JUGA  Menko Zulhas Apresiasi Kerja Keras Mentan Amran, Optimistis Swasembada Pangan Tercapai 2028

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

BNNP Babel Apresiasi Pengungkapan 40 Kg Sabu di Belitung, Sebut Selamatkan Ribuan Warga dari Bahaya Narkoba

Published

on

Kitasulsel–Pangkalpinang – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Bangka Belitung mengapresiasi keberhasilan Polda Kepulauan Bangka Belitung menggagalkan peredaran 40 kilogram sabu di Kabupaten Belitung. Pengungkapan kasus tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menyelamatkan ribuan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Kepala BNNP Kepulauan Bangka Belitung, Eko Kristianto, menegaskan pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan Polri, TNI, Bea Cukai, serta pemerintah daerah untuk memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah Bangka Belitung.

“Kami bersama Polri, TNI dan pemerintah daerah berkomitmen untuk memerangi dan memberantas peredaran narkoba ini secara berkelanjutan,” kata Eko di Pangkalpinang, Senin (29/6/2026).

Menurut Eko, upaya pemberantasan narkotika tersebut merupakan bagian dari implementasi strategi War on Drugs for Humanity yang dicanangkan Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto. Strategi tersebut mengedepankan operasi terpadu melalui kolaborasi lintas instansi untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

BACA JUGA  Pembangunan Summarecon Mall Makassar Capai Progres Signifikan, Segera Masuki Tahap Konstruksi Utama

Ia menjelaskan, pengungkapan 40 kilogram sabu di Belitung pada bulan lalu menjadi salah satu hasil nyata dari sinergi antarpenegak hukum. Dalam operasi tersebut, aparat juga berhasil menangkap sejumlah tersangka yang diduga merupakan bagian dari jaringan peredaran narkotika.

“Kita bersama Polda Kepulauan Bangka Belitung bulan lalu berhasil menemukan 40 kilogram sabu di Belitung dan menangkap beberapa bandar yang mengedarkan puluhan kilogram barang haram ini,” ujarnya.

Bandar Narkoba Lokal Mulai Bermunculan

Eko mengungkapkan pola peredaran narkotika di Bangka Belitung mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya jaringan peredaran lebih banyak dikendalikan pelaku dari luar daerah, kini sejumlah bandar justru berasal dari Bangka Belitung.

Menurutnya, fenomena tersebut terungkap dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika di Desa Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah, yang melibatkan pelaku lokal.

BACA JUGA  Menag Prof Nasaruddin Umar Hadiri Diest Natalis UIN Alauddin Makassar Ke 59

“Ada tiga bandar besar narkotika yang ditangkap dan telah divonis. Dua orang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan satu orang dihukum mati oleh Pengadilan Negeri Pangkalpinang,” katanya.

Ia menegaskan BNN bersama kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan akan terus memperkuat pemberantasan narkotika hingga ke akar jaringannya tanpa pandang bulu.

“Siapa pun akan kami proses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku demi masa depan generasi penerus bangsa,” tegas Eko.

Ribuan Narapidana Kasus Narkotika

BNNP Kepulauan Bangka Belitung mencatat hingga Juni 2026 terdapat 1.502 narapidana kasus narkotika yang menjalani hukuman di berbagai lembaga pemasyarakatan di wilayah tersebut.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 435 orang merupakan bandar narkotika, 1.020 orang berstatus sebagai pengedar atau perantara, sedangkan 47 orang merupakan pengguna.

BACA JUGA  Komisi IX DPR Dorong Pemerintah Kaji Ulang Anggaran Program Makan Bergizi

Data tersebut menunjukkan bahwa peredaran narkotika masih menjadi tantangan serius di Bangka Belitung. Karena itu, BNNP menegaskan akan terus memperkuat langkah pencegahan, penindakan, rehabilitasi, serta edukasi kepada masyarakat sebagai upaya menekan penyalahgunaan narkotika sekaligus melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.

Continue Reading

Trending