Sulsel Keren
Lontara, Aksara Warisan Leluhur yang Menyimpan Arsip Kerajaan, Perang hingga Penyebaran Islam di Sulawesi Selatan

KITASULSEL — MAKASSAR – Jauh sebelum sejarah Sulawesi Selatan dibukukan dalam format modern, masyarakat Bugis-Makassar telah mengenal tradisi tulis menggunakan aksara Lontara. Warisan literasi lokal ini tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga sarana untuk merekam perjalanan kerajaan, silsilah penguasa, peperangan, perjanjian politik, perdagangan, hukum adat, hingga penyebaran Islam.
Di balik bentuk hurufnya yang khas, Lontara menyimpan jejak pemikiran dan pengalaman masyarakat selama berabad-abad. Sejumlah naskah yang masih bertahan menjadi sumber penting untuk menelusuri bagaimana kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan membangun kekuasaan, menjalin hubungan dengan wilayah lain, serta menghadapi perubahan sosial dan keagamaan.
Lontara dikenal sebagai tradisi aksara tua yang berkembang dalam kebudayaan Bugis dan Makassar. Namun, penentuan usia kemunculannya perlu dibedakan dari usia manuskrip yang masih tersimpan. Naskah yang bertahan hingga sekarang menunjukkan kapan suatu catatan ditulis atau disalin, sedangkan sejarah awal aksaranya membutuhkan kajian paleografi, epigrafi, dan sejarah bahasa.
Karena itu, Lontara tidak hanya penting sebagai sistem tulisan, tetapi juga sebagai pintu untuk memahami sejarah lokal melalui sumber yang berasal dari tradisi masyarakat Sulawesi Selatan sendiri.
Merekam Perjalanan Kerajaan Gowa-Tallo
Salah satu sumber berharga ialah Lontara Bilang Gowa-Tallo. Naskah ini dikenal sebagai catatan peristiwa kerajaan yang merekam kejadian-kejadian penting beserta keterangan waktu.
Isinya mencakup berbagai peristiwa di lingkungan kerajaan, mulai dari pergantian penguasa, pelantikan pejabat, perjalanan dan kunjungan, hubungan diplomatik, perjanjian, hingga peperangan. Catatan tertentu juga memuat informasi mengenai perdagangan, aktivitas sosial, ritual, dan peristiwa alam.
Keterangan waktu dalam naskah membantu peneliti menyusun kronologi sejarah. Melalui pembacaan dan perbandingan dengan sumber lain, catatan tersebut dapat digunakan untuk mengkaji perubahan politik serta hubungan Gowa-Tallo dengan kerajaan dan kekuatan lain di kawasan Nusantara.
Naskah itu juga menjadi sumber untuk menelusuri perkembangan Islam
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
4 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login