Connect with us

Sulsel Keren

Pui-Pui, Suara Khas Makassar yang Terancam Kehilangan Penerus di Tengah Gempuran Musik Modern

Published

on

KITASULSEL – MAKASSAR – memiliki warisan musik tradisional yang tidak hanya bertahan melalui tabuhan gendang, tetapi juga lewat suara melengking alat musik tiup bernama pui-pui atau puik-puik. Instrumen tradisional masyarakat Makassar ini menjadi bagian penting dalam pertunjukan Gandrang Makassar, tetapi keberlanjutannya bergantung pada regenerasi pemain dan perajin.

Pui-pui memiliki bentuk menyerupai terompet kecil dengan badan yang mengerucut. Alat musik ini umumnya dibuat menggunakan bahan kayu, dilengkapi bagian tiup yang memanfaatkan bahan alami untuk menghasilkan getaran suara.

Karakter bunyinya khas dan dapat terdengar menonjol ketika dipadukan dengan tabuhan gandrang. Perpaduan tersebut menghadirkan komposisi musik tradisional yang biasa mengiringi pertunjukan budaya, termasuk kegiatan adat dan pementasan seni.

BACA JUGA  Tanaman di Gowa Kini Dipantau Lewat Sensor, Mahasiswa UNM Bawa Teknologi IoT ke Lahan Petani

Dalam Gandrang Makassar, gandrang berperan membangun irama melalui pukulan yang dinamis, sedangkan pui-pui mengisi bagian melodis. Keduanya membentuk perpaduan bunyi yang memperkuat identitas pertunjukan tradisional masyarakat Makassar.

Namun, memainkan pui-pui bukan perkara mudah. Pemain harus menguasai teknik embusan napas dan pengaturan tekanan udara agar bunyi yang dihasilkan stabil. Pembuatan instrumen ini pun membutuhkan keterampilan tersendiri, mulai dari pemilihan bahan hingga menghasilkan karakter suara yang sesuai.

Tantangan tersebut membuat pelestarian pui-pui tidak cukup hanya dengan memperkenalkannya sebagai alat musik tradisional. Pengetahuan tentang teknik permainan dan pembuatannya perlu diwariskan secara langsung kepada generasi berikutnya.

Di tengah perkembangan musik modern, ruang bagi alat musik tradisional juga perlu terus diperkuat. Pui-pui dapat diperkenalkan melalui sanggar seni, pembelajaran budaya di sekolah, festival kesenian, serta kolaborasi musik yang tetap menghormati karakter aslinya.

BACA JUGA  Pantai Losari Bersiap “Meledak”! F8 Makassar 2026 Tinggal Hitungan Hari, Budaya Sulsel Siap Curi Perhatian Dunia

Upaya dokumentasi juga penting untuk merekam teknik permainan, proses pembuatan, dan penggunaannya dalam pertunjukan Gandrang Makassar. Dengan begitu, pengetahuan tentang instrumen ini tidak hanya bergantung pada ingatan para pemain yang masih aktif.

Pui-pui memang memiliki kemiripan umum dengan sejumlah alat musik tiup dari daerah lain. Namun, kedudukannya dalam tradisi Gandrang Makassar memberikan identitas tersendiri dalam khazanah musik Sulawesi Selatan.

Warisan ini menyimpan persoalan yang lebih besar daripada sekadar bertahan atau tidaknya sebuah alat musik. Ketika pemain dan perajinnya tidak lagi memiliki penerus, pengetahuan yang menyertainya berisiko ikut hilang.

Karena itu, menjaga pui-pui berarti menjaga keterampilan, bunyi, dan tradisi yang membentuk identitas budaya masyarakat Makassar agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

BACA JUGA  Petani Sidrap Mulai Manfaatkan Irigasi Pintar Tenaga Surya Buatan Mahasiswa Unismuh

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending