Connect with us

Sulsel Keren

Antama Balla, Tradisi Masuk Rumah Baru Bugis-Makassar yang Sarat Makna Syukur dan Kebersamaan

Published

on

KITASULSEL — MAKASSAR — Tradisi memasuki rumah baru bagi masyarakat Bugis-Makassar bukan sekadar perpindahan ke tempat tinggal yang baru. Di balik prosesi yang diwariskan secara turun-temurun, terdapat nilai budaya, doa keselamatan, rasa syukur, serta harapan agar penghuni rumah memperoleh kehidupan yang baik.

Tradisi tersebut dikenal dengan nama Antama Balla, yang secara umum dimaknai sebagai prosesi memasuki rumah baru dalam masyarakat Makassar. Praktik serupa juga dikenal di sejumlah komunitas Bugis, meskipun tata cara dan penyebutannya dapat berbeda sesuai daerah dan kebiasaan keluarga.

Tradisi ini masih dijalankan oleh sebagian masyarakat, termasuk di Kabupaten Gowa dan wilayah sekitarnya. Di tengah perkembangan zaman dan perubahan bentuk hunian, Antama Balla menjadi salah satu warisan budaya yang memperlihatkan bagaimana adat tetap hidup dalam kehidupan masyarakat.

BACA JUGA  Menolak Listrik dan Hidup Serba Hitam, Ammatoa Kajang Menjaga Aturan Leluhur di Tengah Modernisasi

Bukan Sekadar Pindah Rumah

Dalam pandangan budaya masyarakat setempat, rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung. Rumah juga menjadi ruang untuk membangun keluarga, mendidik anak, menjaga hubungan kekerabatan, serta menjalani kehidupan sehari-hari.

Karena itu, memasuki rumah baru kerap dimaknai sebagai awal perjalanan baru bagi penghuninya. Prosesi adat menjadi sarana untuk menyampaikan rasa syukur sekaligus memanjatkan harapan agar rumah tersebut membawa ketenteraman dan kebaikan.

Sejumlah kajian mengenai Antama Balla di Kabupaten Gowa mencatat adanya nilai religius dan sosial yang menyertai pelaksanaannya. Tradisi ini juga memperlihatkan hubungan erat antara adat setempat dengan praktik keagamaan masyarakat.

Prosesi yang Memiliki Tahapan

Pelaksanaan Antama Balla tidak selalu sama di setiap wilayah. Namun, sejumlah tahapan dikenal dalam praktik masyarakat, mulai dari menentukan hari pelaksanaan hingga mengundang keluarga dan kerabat untuk ikut menyaksikan atau mengikuti prosesi.

BACA JUGA  Pui-Pui, Suara Khas Makassar yang Terancam Kehilangan Penerus di Tengah Gempuran Musik Modern

Dalam tradisi yang diteliti di Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, terdapat tahapan seperti accini allo, yakni menentukan hari pelaksanaan, serta buritta, yaitu menyamp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending