Entertainment
Sineas Makassar Siapkan Festival Film Sulawesi Selatan di Eropa 2027, SOLATA dan SILARIANG Masuk Rencana
KITASULSEL — MAKASSAR — Cerita dan budaya Sulawesi Selatan berpeluang menjangkau penonton Eropa melalui sebuah inisiatif perfilman yang disiapkan sineas asal Makassar, Ichwan Persada. Melalui program South Sulawesi International Film Festival, ia berencana membawa sejumlah film berlatar Sulawesi Selatan ke beberapa negara Eropa pada 2027.
Gagasan tersebut lahir dari pengalaman perjalanan film SOLATA yang mendapat kesempatan tampil di sejumlah festival internasional. Film yang mengangkat kehidupan anak-anak di kawasan pedalaman Tana Toraja itu sebelumnya telah menjangkau penonton di Bulgaria, Yordania, dan Republik Ceko, serta mengikuti pemutaran khusus di sejumlah negara lainnya.
Respons penonton internasional terhadap SOLATA menjadi dorongan untuk memperkenalkan lebih banyak cerita dari Sulawesi Selatan. Ichwan melihat film bukan hanya sebagai karya hiburan, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan kehidupan masyarakat, kekayaan budaya, dan berbagai persoalan sosial daerah kepada publik dunia.
Dalam rencana festival tersebut, salah satu film yang dipersiapkan untuk dibawa ke Eropa adalah SILARIANG: Cinta [Yang] Tak Direstui, film yang mengangkat persoalan adat dan hubungan asmara dalam kehidupan masyarakat Bugis-Makassar.
Selain film fiksi, Ichwan juga tengah menyiapkan proyek film dokumenter panjang mengenai masyarakat adat di Sulawesi Selatan. Proyek tersebut masih dalam tahap riset dan diharapkan dapat memperkaya cerita daerah yang diperkenalkan melalui program tersebut.
Eropa Timur menjadi sasaran awal penyelenggaraan festival. Ichwan mempertimbangkan jaringan kerja sama yang sebelumnya telah terbangun dengan sejumlah kedutaan besar dan konsulat jenderal di kawasan tersebut.
Menurutnya, masih diperlukan lebih banyak film berlatar Sulawesi Selatan yang mampu menghadirkan kekuatan cerita, lanskap budaya, wisata, serta isu-isu penting yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Ia berharap rencana tersebut tidak hanya menjadi agenda pemutaran film, tetapi juga dapat mendorong sineas daerah untuk lebih berani mengeksplorasi cerita lokal dengan kualitas produksi yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Ichwan juga mengharapkan dukungan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, BUMN, serta pihak swasta agar rencana South Sulawesi International Film Festival dapat terealisasi.
Jika terlaksana, inisiatif ini akan membuka ruang baru bagi perfilman Sulawesi Selatan untuk memperkenalkan identitas daerah melalui layar sinema sekaligus mempertemukan karya sineas lokal dengan penonton dari berbagai negara.
Rencana tersebut menjadi peluang bagi cerita-cerita dari Sulawesi Selatan untuk tidak hanya dikenal di daerah asalnya, tetapi juga mendapat ruang apresiasi di panggung internasional.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
4 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login