Connect with us

Dandim 1420 Pimpin acara korps raport pelepasan Personel MPP, Pindah Satuan dan Masuk Satuan

Published

on

Kitasulsel, Sidrap – Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 1420 Sidrap, Letkol Inf Andika Ari Prihantoro, SE.,M.I.Pol memimpin acara korps raport pelepasan Personel MPP, Pindah Satuan dan Masuk Satuan di Aula Makodim 1420 Sidrap Kelurahan Majjelling Wattang Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidrap, Senin (30/01/2023) pagi.

Dalam sambutannya, Letkol Inf Andika Ari Prihantoro,S.E.,M.I.Pol menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari upaya pembinaan personel, pembinaan tradisi di lingkungan TNI Angkatan Darat khususnya Kodim 1420 Sidrap.

“Sekaligus sebagai penghormatan dan penghargaan bagi personel yang akan menjalani purna tugas, pindah satuan maupun personel yang telah melaksanakan Satgas Apter Papua,”Ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 1420 Sidrap tidak lupa mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada Peltu Muh. Idris yang akan melaksanakan Purna Tugas dan Koptu Faisal Umami yang akan Pindah Satuan beserta keluarganya yang telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik selama berdinas di Kodim 1420 Sidrap.

“Jagalah hubungan baik dan tetaplah jalin komunikasi serta silaturahmi meskipun sudah ditengah-tengah masyarakat.”Harap Dandim.

Lanjut Dandim, Saya juga tak lupa menyampaikan selamat datang kepada Sertu Muh. Hasyim yang baru kembali melaksanakan tugas Satgas Apter di Papua.

“Segeralah menyesuaikan dan selamat bertugas di Satuan Kodim 1420 Sidrap,”Tutupnya.(win)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Mendes Yandri Pastikan Kopdes Merah Putih Tidak Matikan Warung Kecil dan BUMDes

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memastikan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih tidak akan mematikan usaha warung kecil maupun toko kelontong di desa, meskipun nantinya berperan sebagai penyalur berbagai komoditas bersubsidi dari pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Yandri usai mengikuti rapat terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Menurut Yandri, pemerintah tengah menyusun aturan teknis operasional Kopdes Merah Putih agar implementasinya dapat berjalan tanpa mengganggu pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi bagian penting perekonomian desa.

“Kopdes Merah Putih insya Allah tidak akan mematikan warung-warung kecil atau warung kelontong yang ada di desa. Nanti akan diatur sedemikian rupa, sehingga semuanya tetap hidup dan tetap kuat,” ujar Yandri.

Ia menjelaskan, penyusunan regulasi teknis tersebut ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan sesuai arahan Menteri Koordinator Bidang Pangan.

“Tadi diminta Pak Menko Pangan satu bulan kami dikasih waktu. Insya Allah Agustus sudah selesai,” katanya.

Selain melindungi usaha warung kecil, Yandri juga memastikan Kopdes Merah Putih tidak akan mengganggu keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menurutnya, kedua lembaga tersebut justru akan saling melengkapi dalam mengembangkan perekonomian desa.

Sebagai contoh, apabila BUMDes mengelola desa wisata, maka Kopdes dapat berperan menyediakan berbagai kebutuhan pendukung bagi aktivitas usaha tersebut.

“Jadi ini kerja sama saja, kolaborasi antara BUMDes dan Kopdes. Tidak akan saling mengadakan dan tidak akan saling menjatuhkan, justru saling menguatkan,” tegasnya.

Yandri menambahkan, Kopdes Merah Putih dirancang untuk mendukung berbagai unit usaha yang telah berjalan di desa sehingga tercipta sinergi yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa Kopdes Merah Putih akan menjadi salah satu saluran distribusi berbagai komoditas bersubsidi dari pemerintah.

Komoditas tersebut meliputi LPG 3 kilogram, pupuk bersubsidi, bantuan pangan, hingga beras. Selain itu, Kopdes juga akan berfungsi sebagai off-taker hasil pertanian petani sekaligus menjadi pelaksana operasi pasar di tingkat desa.

Menurut Zulkifli Hasan, Kopdes Merah Putih bukanlah supermarket, melainkan infrastruktur ekonomi yang dibangun pemerintah di desa untuk memperkuat distribusi barang dan layanan kepada masyarakat secara lebih efektif dan merata.

Dengan konsep tersebut, pemerintah berharap Kopdes Merah Putih mampu memperkuat ekonomi desa tanpa menggeser pelaku usaha yang telah ada, sekaligus menciptakan kolaborasi yang sehat antara koperasi, BUMDes, dan usaha mikro di tingkat desa.

Continue Reading

Trending